Abstrak
Tidur merupakan salah satu proses biologis yang memainkan peranan penting pada proses kognitif dan juga psikologis, terutama pada remaja. Pola tidur yang sehat mampu membantu menjaga kualitas tidur. Penurunan kualitas tidur dapat menyebabkan terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS). EDS yang terjadi pada remaja ini dapat berdampak buruk terhadap fungsi memori, penurunan minat belajar, tidak optimal dalam beraktifitas pada siang dan sore hari serta dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional, melalui desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari 4 sekolah yang telah terpilih, dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 428 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multipel cluster random sampling. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil remaja yang mengalami kualitas tidur yang buruk sebanyak 83.4%, dan yang mengalami Excessive Daytime Sleepiness (EDS) sebanyak 73.1%. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur remaja maka akan semakin besar juga kemungkinan remaja mengalami EDS. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih mendalami terkait durasi pemakaina gadget dengan kualitas tidur serta EDS yang terjadi pada remaja, sehingga dapat mengembangakan strategi intervensi yang efektif bagi remaja dan meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kualitas tidur.