Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Penerapan Terapi Afirmasi Positif pada Pasien Tuna Daksa dengan Diagnosis Keperawatan Harga Diri Rendah Kronis

•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Penyandang disabilitas memiliki risiko tinggi mengalami harga diri rendah akibat keterbatasan fisik, stigma sosial, dan kurangnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar. Harga diri rendah kronis dapat berdampak negatif pada fungsi psikososial, termasuk menarik diri, merasa tidak berharga, serta mengalami gangguan emosi berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovatif dalam meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Desain penelitian menggunakan studi kasus pada seorang pasien penyandang tuna daksa dengan skor harga diri awal sebesar 10. Intervensi terapi afirmasi positif diberikan selama 3 hari dan menunjukkan peningkatan skor harga diri menjadi 22 dimana tingkat harga diri pasien berada pada kategori harga diri sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa afirmasi positif mampu membentuk pola pikir konstruktif, memperkuat persepsi diri yang positif, serta meningkatkan rasa percaya diri dan penerimaan diri pasien. Dengan demikian, afirmasi positif dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi terapeutik dalam keperawatan jiwa untuk pasien dengan harga diri rendah, khususnya penyandang disabilitas.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penerapan Terapi Afirmasi Positif pada Pasien Tuna Daksa dengan Diagnosis Keperawatan Harga Diri Rendah Kronis2025 · oai:ais:library-item:31964