Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. N DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK Di RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. N DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK Di RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit yang menyebabkan uremia. Penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien gagal ginjal kronik dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, salah satu dampak gagal ginjal kronik adalah dengan melakukan hemodialisis. Hemodialisis adalah jenis dialisis dengan menggunakan mesin dialiser yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Pada proses ini, darah dipompa keluar dari tubuh, masuk kedalam mesin dialiser. Tujuan penulisan ini untuk melaksanakan proses keperawatan pada Ny N dengan gangguan ginjal kronik, membandingkan antara teori dan asuhan keperawatan pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik, mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan proses keperawatan pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik dan melaksanakan pemecahan masalah pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode diskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan menerapkan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian/pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny. N meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi,implementasi dan evaluasi. Pada pasien gagal ginjal kronik masalah yang muncul yaitu gangguan pertukaran gas, hipervolemia, deficit nutrisi, perfusi perifer tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguan integritas kulit/jaringan dan risiko infeksi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: Nyeri akut, Retensi urine, dan Gangguan pola tidur.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada BAYI Ny. H DENGAN PNEUMONIA NEONATUS di RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pneumonia merupakan penyakit radang akut pada sistem pernafasan yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi Ny. H dengan penyakit pneumonia neonatus. Metode penulisan yaitu deskriptif, tipe studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan srudi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu: gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme, dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan yaitu: pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar intervensi yang belum teratasi dapat teratasi.

Asuhan keperawatan pada Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas Sebengkok Kota Tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skizofrenia termasuk dalam golongan psiko ditandai dengan dua gejala utama yaitu tidak adanya pemahaman diri dan ketidakmampuan menilai realitas. Dari jenis skizofrenia, halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik yaitu dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Banyak terdapat waham dan halusinasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, regiment terapeutik inefektif, dan defisit pengetahuan. Dari 5 masalah diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. A yaitu: diagnosa harga diri rendah yang terdapat pada teori namun tidak terdapat dalam kasus karena klien tidak menunjukkan tanda dan gejala harga diri rendah. Terdapat kesenjangan pada intervensi isolasi sosial yang dimana pada teori terdapat 5 strategi pelaksanaan dan pada kasus Tn.A terdapat 4 strategi pelaksanaan. Pada saat pelaksanaan penulis tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga karena saat penulis ingin melakukan implementasi strategi pelaksanaan keluarga ibu klien pergi bekerja dan penulis juga tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga pada saudara klien karena terdapat hambatan yaitu saudara klien memiliki gangguan pada pendengarannya sedangkan pada teori terdapat strategi pelaksanaan keluarga yang seharusnya dapat dilakukan agar membantu klien mempertahankan intervensi yang telah dilakukan. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN DIAGNOSIS SIROSIS HEPATIS B DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK sirosis hepatis merupakan peradangan difus dan kronik sehingga timbul kerusakan susunan parenkim hati. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR). Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Rikesdas), studi dan uji saring darah donor PMI maka diperkirakan di antara 100 orang di Indonesia, 10 diantaranya telah terinfeksi hepatis B dan C. Sirosis hepatik menempati urutan ke-7 penyebab kematian di dunia. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. S terdapat 5 diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu pola napas tidak efektif, konstipasi, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri, defisit pengetahuan kurang. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ditegakkan pada Ny. S dimulai dari pengkajian, pengkajian sirkulasi. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat. Kata kunci:sirosis hepatis, dokumentasi keperawatan, asuhan keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada KLIEN Ny. M DENGAN ANEMIA Di RUANGAN PERAWATAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. M DENGAN ANEMIA Di RUANGAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penderita anemia di perkirakan dua miliyar dengan prevelensi terbanyak di seluruh dunia. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan anemia. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan Anemia. Subjek laporan ini adalah Ny. M dengan anemia. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny. M meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien anemia yang masalah yang muncul yaitu, nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, keletihan, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. M di mulai dari pengkajian terdapat enam kesenjangan, pada diagnosis terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan dari lima diagnosis keperawatan yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Anemia, Keletihan, Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIABETIC FOOT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer yaitu penyakit pada penderita diabetes dengan karakteristik adanya neuropati sensorik, motorik, otonom dan juga gangguan makrovaskular dan mikrovaskuler. Diabetic Foot Ulcer merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes melitus yang sering dijumpai dan ditakuti. Hal ini disebabkan karena pengelolaan ulkus kaki diabetik dapat berakhir dengan amputasi bahkan kematian. Diabetic Foot Ulcer merupakan penyebab utama penderita diabetes dirawat di rumah sakit. Latar belakang penulis menyusun Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan menggunakan kajian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien dengan Diabetic Foot Ulcer Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memahami tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 dan memperoleh pengalaman yang nyata tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien Tn. A dengan diagnosis Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan 9 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. A yaitu, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian enam, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana dan evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua masalah teratasi sebagian dan satu masalah belum teratasi.

KOMPOSISI UKURAN IKAN JANGKI TOMPEL (Lutjanus russellii) HASIL TANGKAPAN BUBU MODIFIKASI BERBAHAN POLY VINYL CHLORIDE (PVC) DI PERAIRAN BUNYU KALIMANTAN UTARA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

SIZE COMPOSITION OF JANKI TOMPEL FISH (Lutjanus russellii) CAUGHT IN MODIFIED POLY VINLY CHLORIDE (PVC) TRAPS IN BUNYU WATER, NORTH KALIMANTAN Abstract Bunyu Island fisherman use fishing in the form of traps for generation because they have high economic value catcher. This study aimed to determine the composition of the size Jangki Tompel fish (Lutjanus russellii) caught by modified traps and to examine the effect of the cath on the parameters of water quality, temperature, brightness, salinity, and dissolved oxygen. This research was conducted from September to October 2020 in the waters of Bunyu Island. The research results showed that the composition of the size of tompel jangki fish (Lutjanus russellii) formed 6 size classes in the size of total length (PT), standard length (PS) and total weight (BT) with one size group. The results of testing water quality parameters of the number of catches showed a significance value > 0.05 meaning that the water quality parameters that were measured did not have a positive effect on the number of catches. Keywords: Modified Bubu, Bunyu Waters, Janki Tompel Fish, Water Quality Parameters

LAPORAN TUGAS AKHIRASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. D DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penghiduan dimana klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. D dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan seperti pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil pengkajian klien terdapat 8 masalah keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, gangguan konsep diri: HDR, isolasi sosial, kerusakan komunikasi verbal, waham, koping individu inefektif, ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan kurang perhatian. Terdapat 3 diagnosa prioritas yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial dan gangguan konsep diri: HDR. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. D yaitu diagnosa ada pada teori tapi tidak ada pada kasus yaitu resiko perilaku kekerasan karena klien tidak menunjukkan tanda-tanda resiko perilaku kekerasan. Pada pelaksanaan, tidak dapat dilakukan intervensi lanjutan untuk diagnosa isolasi sosial dan intervensi keluarga pada HDR. Diharapkan bagi perawat untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan melibatkan peran keluarga.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. A DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Di RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut, relatif dari kerja atau sekresi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada semua organ tubuh antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren.Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil yang di dapatkan tujuh diagnosakeperawatan yang ditegakkan pada kasus Tn. A adalah ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, ketidak patuhan, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis keperawatan teratasi dan satu diagnosis keperawatan yang belum teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.

Asuhan keperawatan pada Tn. A dengan diagnosa medis diabetes melitus tipe 2 di ruang cemara rumah sakit umum kota tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Komplikasi dari Diabetes dapat diklasifikasikan sebagai mikrovaskuler dan makrovaskuler. Penyebab utama penyakit ini dikarenakan oleh pola hidup yang mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori, rendah serat dan jarang olahraga. Menurut International Diabetes Federation (IDF), di dunia lebih dari 382 juta orang menderita penyakit DM. Sedangkan menurut (WHO), Indonesia menempati urutan keempat jumlah penderita diabetes terbesar di Dunia dengan prevalensi 8,2 juta penderita. Bahkan diperkirakan akan terus meningkat sekitar 600 juta jiwa pada tahun 2035. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan Laporan Tugas ini penulis mendapat gambaran nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Subjek laporan ini adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Perawatan Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 12-14 April 2021. Pada saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian aktivitas/istirahat, sirkulasi, eliminasi, nyeri/kenyamanan dan pernapasan. Untuk masalah keperawatan Tn. A Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan, intervensi harus sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari lima diagnosa keperawatan 3 teratasi dan 3 belum teratasi. Diagnosa teratasi yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif dan defisit pengetahuan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. W DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RUANG DAHLIA A DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PPOK adalah suatu penyakit paru kronik yang ditandai oleh adanya hambatan aliran udara di saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversible. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia yang membunuh individu di seluruh dunia setiap sepuluh detik. Diperkirakan pada tahun 2030 PPOK akan menjadi penyebab ke-3 kematian di seluruh dunia setelah penyakit jantung dan stroke. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Tn. W di Ruangan Dahlia A Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. W, bersihan jalan napas, pola napas tidakefektif, nyeri kronis, gangguan pola tidur, intoleransi aktivitas, risiko defisit nutrisi, defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. W dimulai dari pengkajian empat, diagnosa sembilan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan di diagnosa keperawatan lima teratasi sebagian dan dua teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. J DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP STRUMA NODUSA DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Struma merupakan pembengkakan pada leher yang disebabkan oleh pembeseran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid. Struma dibagi menjadi dua, yaitu diffusa dan nodusa. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan kepada pasien Ny. J dengan masalah utama Post Op Struma Nodusa di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan keperawatan secara komprehensif. Hasil yang didapatkan pada Ny. J terdapat 5 diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. J yaitu, nyeri akut, risiko infeksi, gangguan pola tidur, intoleransi aktivitas, dan defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjagan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. J dimulai dari pengkajian, terdapat 5 pengkajian yang memiliki kesenjangan teori dengan kasus pada Ny. J, 4 diagnosa keperawatan yang memiliki kesejangan teori dengan kasus pada Ny. J, intervensi disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan di diagnosa keperawatan 5 diagnosa teratasi semua.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL di RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Asma adalah terjadinya peradangan atau penyempitan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas. Tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajan yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami, kesehatan sekarang dan pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosis keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, ansietas, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosis keperwatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosis tersebut terdapat lima masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan intervensi yang telah dilakukan.

Asuhan keperawatan pada Ny.M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas sebengkok

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realita (halusinasi dan waham) efek yang tidak waj ar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berfikir abstrak) dan mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori yang diebabkan stimulus yang sebenarnya itu tidak ada. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran .Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Hasil pengkajian klien terdapat tiga masalah keperawatan yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan, Gangguan memori, sedangkan pada kasus Ny.M terdapat dua diagnosa keperawatan jiwa yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan pada implementasi gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan risiko perilaku kekerasan yang terdapat pada teori namun tidak dengan kasus. Dimana pada teori perencanaan terdapat 5 strategi pelaksanaan pada masing-masing diagnosa keperawatan jiwa,namun pada kasus Ny.M diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran penulis hanya dapat melakukan 3 strategi pelaksanaan dan pada diagnosa risiko perilaku kekerasan hanya dapat melakukan 2 strategi pelaksanaan. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang sekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dihentikan. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien dan bekerja sama dengan perawat puskesmas.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. H DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG ANGSANARUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak teratur dalam pengobatan. Tahun 2017 jumlah pasien Diabetes Mellitus di Dunia mencapai 425 juta orang dewasa berusia antara 20-79 tahun. Kepatuhan dalam mentaati diet Diabetes Mellitus dan terapi obat sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan secara histolik dan komperhensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 sampai 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 5 masalah keperawatan pada Ny. H, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan gangguan pola tidur. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan laporan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien. Evaluasi hasil yang didapatkan ada empat diagnosis yang teratasi sebagian dan satu diagnosis yang teratasi.

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.