Abstrak
ABSTRAK sirosis hepatis merupakan peradangan difus dan kronik sehingga timbul kerusakan susunan parenkim hati. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR). Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Rikesdas), studi dan uji saring darah donor PMI maka diperkirakan di antara 100 orang di Indonesia, 10 diantaranya telah terinfeksi hepatis B dan C. Sirosis hepatik menempati urutan ke-7 penyebab kematian di dunia. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. S terdapat 5 diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu pola napas tidak efektif, konstipasi, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri, defisit pengetahuan kurang. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ditegakkan pada Ny. S dimulai dari pengkajian, pengkajian sirkulasi. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat. Kata kunci:sirosis hepatis, dokumentasi keperawatan, asuhan keperawatan.