Abstrak
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak teratur dalam pengobatan. Tahun 2017 jumlah pasien Diabetes Mellitus di Dunia mencapai 425 juta orang dewasa berusia antara 20-79 tahun. Kepatuhan dalam mentaati diet Diabetes Mellitus dan terapi obat sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan secara histolik dan komperhensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 sampai 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 5 masalah keperawatan pada Ny. H, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan gangguan pola tidur. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan laporan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien. Evaluasi hasil yang didapatkan ada empat diagnosis yang teratasi sebagian dan satu diagnosis yang teratasi.