PERAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BULUNGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris peran disiplin kerja sebagai variabel mediasi dalah hubungan antara kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena rendahnya pengembangan kompetensi serta belum optimalnya kondisi lingkungan kerja yang sesuai dengan standar, yang pada akhirnya memengaruhi capaian kinerja pegawai. Kompetensi dipandang sebagai kemampuan dasar yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan kenyamanan dan motivasi dalam bekerja. Namun penting untuk memahami sejauh mana disiplin kerja menjadi kunci pemediasi yang dapat menerjemahkan kedua pengaruh tersebut menjadi hasil kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, dengan teknik sampling jenuh sehingga semua anggota populasi dijadikan sampel sebanyak 112 orang pegawai. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert, sementara teknik analisis data yang digunakan adalah pengujian model struktural (inner model), pengujian hipotesis, uji R-square (R²), uji signifikansi jalur (path coefficients), uji T-statistik dan P-Value, uji effect size (f²), uji predictive relevance (Q²) dan uji medasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dan kinerja pegawai. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja serta kinerja pegawai. Selain itu, disiplin kerja terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif perlu diiringi dengan penguatan disiplin kerja agar kinerja pegawai dapat meningkat secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan instansi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia.