Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

JARIN

3 karya publik ditemukan.

2024: 2

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jarin 15201020086. 2020 "Level of Public Knowledge of Mangrove Forest Ecosystems in Mamburungan Village, Tarakan Timur District, Tarakan City" Guided by Etty Wahyuni. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. Mangrove forests are natural resources in coastal areas that have an important role in terms of social, economic and ecological aspects. Utilization of mangrove ecosystems makes it vulnerable to damage. The purpose of the study are (1) to determine the economic and ecological benefits of mangrove forests obtained by the community of Mamburungan Village (2) To know the level of community knowledge of the Mamburungan Village community to the benefits of mangrove forests (3) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village towards the causes of mangrove forest damage (4) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village on the preservation of mangrove forests. The method of determining the sample are purposive sampling and sampling quota. Analysis of the data used consisted of descriptive analysis and scoring analysis. The results of data analysis show that (1) The economic benefits that are widely obtained by the community are the use of aquaculture / fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as a protector of coastal erosion with a percentage of 100%. (2) the level of community knowledge on the economic and ecological benefits of mangrove forests in the understand category with a total score of 2106. (3) The level of community knowledge on the causes of mangrove forest damage is in the understand category with a total score of 1104. (4) The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Conclusions the economic benefits that are widely obtained by the community are the utilization of aquaculture/fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as protectors of coastal erosion with a percentage of 100%. The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Suggestions for people who are around the area of mangrove forests to continue to maintain and preserve mangrove forests, as a sustainability in order to be utilized

Perbandingan Kebiasaan Makan Ikan Kakap Putih (Lates sp) di Dalam Tambak Dengan Ikan Hasil Tangkapan di Perairan Umum

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).

Perbandingan Kebiasaan Makan Ikan Kakap Putih (Lates sp) di Dalam Tambak Dengan Ikan Hasil Tangkapan di Perairan Umum

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).