2024 · Book ·
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang sangat populer dan menjadi kebutuhan manusia. Pembudidayaan kacang hijau (Vigna radiata L.) masih tergolong rendah karena sistem pertanian yang sederhana dan kurang minatnya petani untuk menanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah suplai unsur hara melalui pemupukan. Pupuk organik merupakan alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil tanaman kacang hijau. Salah satu pupuk organik adalah kotoran burung walet. Kotoran walet bisa menjadi pengganti pupuk yang menggunakan bahan kimia, bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman, dan kotoran burung walet juga bisa mengurangi toksisitas pada kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon tanaman kacang hijau pada pemberian kotoran burung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yang di teliti. Dengan 6 perlakuan 4 kali ulangan, yaitu pemberian kotoran Burung Walet. P0 = kontrol, P1 = kotoran burung walet 50 gram/Tanaman, P2 = kotoran burung walet 100 gram/Tanaman, P3 = kotoran burung walet 150 gram/Tanaman, P4 = kotoran burung walet 200 gram/Tanaman, P5 = kotoran burung walet 250 gram/Tanaman. Penelitian ini dibuat dalam jarak antar polibag sesuai taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga di bentuk polibag ukuran 5kg jarak atara polibag 20cm, setiap perlakuan terdapat 4 polibag atau sampel dengan 4 ulang, sehingga terdapat 96 polibag dan setiap polibag diberikan 3 benih jadi 96 x 3 = 288 benih kacang hijau yang dibutuhkan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang,luas daun, jumlah polong, berat basah biji per tanaman dan berat kering per tanaman. Pada perlakuan P4=200 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter palang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
2024 · Thesis ·
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang sangat populer dan menjadi kebutuhan manusia. Pembudidayaan kacang hijau (Vigna radiata L.) masih tergolong rendah karena sistem pertanian yang sederhana dan kurang minatnya petani untuk menanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah suplai unsur hara melalui pemupukan. Pupuk organik merupakan alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil tanaman kacang hijau. Salah satu pupuk organik adalah kotoran burung walet. Kotoran walet bisa menjadi pengganti pupuk yang menggunakan bahan kimia, bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman, dan kotoran burung walet juga bisa mengurangi toksisitas pada kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon tanaman kacang hijau pada pemberian kotoran burung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yang di teliti. Dengan 6 perlakuan 4 kali ulangan, yaitu pemberian kotoran Burung Walet. P0 = kontrol, P1 = kotoran burung walet 50 gram/Tanaman, P2 = kotoran burung walet 100 gram/Tanaman, P3 = kotoran burung walet 150 gram/Tanaman, P4 = kotoran burung walet 200 gram/Tanaman, P5 = kotoran burung walet 250 gram/Tanaman. Penelitian ini dibuat dalam jarak antar polibag sesuai taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga di bentuk polibag ukuran 5kg jarak atara polibag 20cm, setiap perlakuan terdapat 4 polibag atau sampel dengan 4 ulang, sehingga terdapat 96 polibag dan setiap polibag diberikan 3 benih jadi 96 x 3 = 288 benih kacang hijau yang dibutuhkan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang,luas daun, jumlah polong, berat basah biji per tanaman dan berat kering per tanaman. Pada perlakuan P4=200 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter palang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
2024 · Book ·
ABSTRAK Permasalahan budidaya perikanan adalah tingginya biaya pakan serta pertumbuhan ikan yang tidak maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi pakan buatan dengan metode fermentasi, tingkat kecernaan pakan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup (SR) pada ikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, terdiri dari perlakuan P1 (control): pakan komersial, P2: pakan buatan dengan 3 ulangan. Kandungan nutrisi pakan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan data SNI, sedangkan nilai pertumbuhan, FCR, SR dan SGR mengunakan ANOVA T-Test. Hasil uji proksimat kadar air pada pakan buatan sebesar 11,16%, protein 43,75%, lemak 10,32%, abu 15,48% dan karbohidrat 19,23%. Nilai panjang mutlak pada P1 dan P2 masing-masing yaitu 6,1 cm dan 7,0 cm, Berat pada P1 sebesar 9.06 gr dan P2 12,7 gr, laju pertumbuhan spesifik (SGR) pada P1 sebesar 1,91 dan P2 sebesar 2,32, FCR pada P1 sebesar 1,07 dan P2 sebesar 0,97, dan nilai SR pada P1 dan P2 sebesar 100%. Kualitas air diperoleh suhu pada P1 dan P2 yaitu 27-29°C, pH pada P1 dan P2 yaitu 6-7, DO pada P1 dan P2 yaitu 5-6 mg/L sedangkan amonia dari P1 yaitu 0,04-2,71 dan P2 yaitu 1,07-2,70 mg/L. Kesimpulan, pakan buatan memiliki nilai pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lebih tinggi dengan nilai FCR yang lebih rendah.
2024 · Thesis ·
ABSTRAK Permasalahan budidaya perikanan adalah tingginya biaya pakan serta pertumbuhan ikan yang tidak maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi pakan buatan dengan metode fermentasi, tingkat kecernaan pakan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup (SR) pada ikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, terdiri dari perlakuan P1 (control): pakan komersial, P2: pakan buatan dengan 3 ulangan. Kandungan nutrisi pakan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan data SNI, sedangkan nilai pertumbuhan, FCR, SR dan SGR mengunakan ANOVA T-Test. Hasil uji proksimat kadar air pada pakan buatan sebesar 11,16%, protein 43,75%, lemak 10,32%, abu 15,48% dan karbohidrat 19,23%. Nilai panjang mutlak pada P1 dan P2 masing-masing yaitu 6,1 cm dan 7,0 cm, Berat pada P1 sebesar 9.06 gr dan P2 12,7 gr, laju pertumbuhan spesifik (SGR) pada P1 sebesar 1,91 dan P2 sebesar 2,32, FCR pada P1 sebesar 1,07 dan P2 sebesar 0,97, dan nilai SR pada P1 dan P2 sebesar 100%. Kualitas air diperoleh suhu pada P1 dan P2 yaitu 27-29°C, pH pada P1 dan P2 yaitu 6-7, DO pada P1 dan P2 yaitu 5-6 mg/L sedangkan amonia dari P1 yaitu 0,04-2,71 dan P2 yaitu 1,07-2,70 mg/L. Kesimpulan, pakan buatan memiliki nilai pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lebih tinggi dengan nilai FCR yang lebih rendah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehamilan adalah kejadian yang normal terjadi didalam siklus kehidupan seorang wanita, sehingga penting sekali bagi seorang bidan untuk mendampingi wanita hamil agar setiap wanita hamil dapat menjalani fitrahnya dengan baik. Pengetahuan ketidaknyamanan kehamilan pada ibu hamil primigravida trimester I mempunyai peranan penting dengan persiapan ibu hamil hingga menghadapi persalinanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran ibu hamil primigravida tentang ketidaknyamanan kehamilan trimester I di Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester I di wilayah Puskesmas Karang Rejo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling sebanyak 135 responden, dengan pengumpulan data menggunakan kuisoner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida Puskesmas Karang Rejo menunjukan ibu yang berusia 20 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28,57% dan responden yang berusia 20-35 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30,47%. Tingkat pengetahuan ibu hamil berdasarkan pendidikan menunjukan pada kategori pendidikan dasar tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 30,33% dan 30,77% ibu dengan pengetahuan bai pada pendidikan tinggi. Responden terbanyak pada usia 20-35 tahun dan yang memiliki pendidikan tinggi. Pregnancy is a normal event that occurs in a woman's life cycle, so it is very important for a midwife to accompany pregnant women so that every pregnant woman can live her fitrah properly. Knowledge of the discomforts of pregnancy in primigravida women has an important role in preparing pregnant women for childbirth. The purpose of this study was to find out the description of primigravida pregnant women regarding the discomforts of pregnancy at the Karang Rejo Health Center. The research design used in this study is a descriptive study. The population in this study were primigravida pregnant women in the Karang Rejo Health Center area. In this study the sampling technique in this study used accidental sampling of 135 respondents, with data collection using a questionnaire. Based on the results of the study it can be concluded that the level of knowledge of primigravida pregnant women at the Karang Rejo Health Center shows that mothers aged 20 have a knowledge level of 60% in the sufficient category, mothers aged 30-35 years as much as 45% in the good category. While the level of knowledge of pregnant women based on education shows that the level of knowledge is good at the education level of SD 20%, SMP 35%, SMA 45%, D3 90% and S1 70%. Most respondents aged 20-30 years, aged 20 years had a good knowledge category and the level of knowledge based on education showed that the higher the education, the higher the level of knowledge.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehamilan adalah kejadian yang normal terjadi didalam siklus kehidupan seorang wanita, sehingga penting sekali bagi seorang bidan untuk mendampingi wanita hamil agar setiap wanita hamil dapat menjalani fitrahnya dengan baik. Pengetahuan ketidaknyamanan kehamilan pada ibu hamil primigravida trimester I mempunyai peranan penting dengan persiapan ibu hamil hingga menghadapi persalinanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran ibu hamil primigravida tentang ketidaknyamanan kehamilan trimester I di Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester I di wilayah Puskesmas Karang Rejo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling sebanyak 135 responden, dengan pengumpulan data menggunakan kuisoner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida Puskesmas Karang Rejo menunjukan ibu yang berusia 20 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28,57% dan responden yang berusia 20-35 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30,47%. Tingkat pengetahuan ibu hamil berdasarkan pendidikan menunjukan pada kategori pendidikan dasar tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 30,33% dan 30,77% ibu dengan pengetahuan bai pada pendidikan tinggi. Responden terbanyak pada usia 20-35 tahun dan yang memiliki pendidikan tinggi. Pregnancy is a normal event that occurs in a woman's life cycle, so it is very important for a midwife to accompany pregnant women so that every pregnant woman can live her fitrah properly. Knowledge of the discomforts of pregnancy in primigravida women has an important role in preparing pregnant women for childbirth. The purpose of this study was to find out the description of primigravida pregnant women regarding the discomforts of pregnancy at the Karang Rejo Health Center. The research design used in this study is a descriptive study. The population in this study were primigravida pregnant women in the Karang Rejo Health Center area. In this study the sampling technique in this study used accidental sampling of 135 respondents, with data collection using a questionnaire. Based on the results of the study it can be concluded that the level of knowledge of primigravida pregnant women at the Karang Rejo Health Center shows that mothers aged 20 have a knowledge level of 60% in the sufficient category, mothers aged 30-35 years as much as 45% in the good category. While the level of knowledge of pregnant women based on education shows that the level of knowledge is good at the education level of SD 20%, SMP 35%, SMA 45%, D3 90% and S1 70%. Most respondents aged 20-30 years, aged 20 years had a good knowledge category and the level of knowledge based on education showed that the higher the education, the higher the level of knowledge.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar merupakan sikap mengarah pada kesadaran belajar sendiri dan segala keputusan, pertimbangan yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Adapun indikator kemandirian belajar adalah percaya diri, disiplin, inisiatif, motivasi dan tanggung jawab. Bimbingan Kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah, bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok ini berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pra-Eksperimen model one grupe pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 37 yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji paired samples test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0 diketahui bahwa nilai uji t dengan thitung = 10,968 dengan uji t diketahui nilai df sebesar 36 dan nilai 0,05/2 = 0,025 sehingga ttabel sebesar 2,028. Karena thitung (10,968) > ttabel (2,028), hal ini berarti Ho ditolak, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan.
2022 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar merupakan sikap mengarah pada kesadaran belajar sendiri dan segala keputusan, pertimbangan yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Adapun indikator kemandirian belajar adalah percaya diri, disiplin, inisiatif, motivasi dan tanggung jawab. Bimbingan Kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah, bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok ini berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pra-Eksperimen model one grupe pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 37 yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji paired samples test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0 diketahui bahwa nilai uji t dengan thitung = 10,968 dengan uji t diketahui nilai df sebesar 36 dan nilai 0,05/2 = 0,025 sehingga ttabel sebesar 2,028. Karena thitung (10,968) > ttabel (2,028), hal ini berarti Ho ditolak, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi atau waham), afek yang tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berpikir abstrak) serta mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.T. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “T”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan konsep diri: harga diri rendah gangguan pola tidur. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah. Intervensi pada diagnosa Isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, pada diagnosa kedua yaitu Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran ada beberapa diagnose yang terlaksana, pada diagnosa ketiga yaitu Gangguan konsep diri: Harga diri rendah terlaksana semua. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu klien melaut dan pulang malam serta kurang terlibatnya peran keluarga sehingga klien sangat kelelahan dan klien tidak mempunyai waktu banyak untuk melakukan intervensi yang diberikan, adapun faktor pendukung sehingga ada beberapa intervensi yang terlaksana semua klien dapat menerapkan apa yang klien tulis dan klien sangat koperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: Perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dan klien serta keluarga untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.
2021 · Thesis ·
Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi atau waham), afek yang tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berpikir abstrak) serta mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.T. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “T”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan konsep diri: harga diri rendah gangguan pola tidur. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah. Intervensi pada diagnosa Isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, pada diagnosa kedua yaitu Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran ada beberapa diagnose yang terlaksana, pada diagnosa ketiga yaitu Gangguan konsep diri: Harga diri rendah terlaksana semua. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu klien melaut dan pulang malam serta kurang terlibatnya peran keluarga sehingga klien sangat kelelahan dan klien tidak mempunyai waktu banyak untuk melakukan intervensi yang diberikan, adapun faktor pendukung sehingga ada beberapa intervensi yang terlaksana semua klien dapat menerapkan apa yang klien tulis dan klien sangat koperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: Perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dan klien serta keluarga untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.