Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

CAHYATI

4 karya publik ditemukan.

2025: 32024: 1

Pengaruh Pendekatan Solutions Focused Brief Counseling(Sfbc) Pada Perilaku Self Injury Siswa Smp Negeri 11 Tarakan

2025 · Book ·

Solution Focused Brief Counseling (SFBC) adalah pendekatan yang beraliran post-modern, dimana dalam prosesnya berfokus pada pencarian solusi yang cepat dan tepat terhadap permasalahan yang dialami, pengambilan solusi berada dibawah kendali siswa yang berfokus pada penyelesaian masalah. Perilaku Self Injury yang dilakukan oleh sejumlah siswa SMP Negeri 11 Tarakan semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan Solutions Focused Brief Counseling(SFBC) pada perilaku Self Injury siswa SMP Negeri 11 Tarakan. Self Injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa bermaksud untuk bunuh diri ditandai dengan tindakan seperti menyayat pergelangan tangan dengan benda tajam, membentukarkan kepala, menarik rambut, memukul wajah atau badan. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen yang menggunakan metode pre-experimental design dengan model one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 16 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan mengukur kecenderungan perilaku Self Injury. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan hasil yang di peroleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui taraf signifikansi (α) sebesar 5% (0,05) dan di peroleh asym sig 0,041 0,05 sehingga menujukkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dengan setting konseling kelompok terhadap perilaku Self Injury siswa di SMP Negeri 11 Tarakan.

Pengaruh Pendekatan Solutions Focused Brief Counseling (Sfbc) Pada Perilaku Self Injury Siswa Smp Negeri 11 Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Solution Focused Brief Counseling (SFBC) adalah pendekatan yang beraliran post-modern, dimana dalam prosesnya berfokus pada pencarian solusi yang cepat dan tepat terhadap permasalahan yang dialami, pengambilan solusi berada dibawah kendali siswa yang berfokus pada penyelesaian masalah. Perilaku Self Injury yang dilakukan oleh sejumlah siswa SMP Negeri 11 Tarakan semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan Solutions Focused Brief Counseling(SFBC) pada perilaku Self Injury siswa SMP Negeri 11 Tarakan. Self Injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa bermaksud untuk bunuh diri ditandai dengan tindakan seperti menyayat pergelangan tangan dengan benda tajam, membentukarkan kepala, menarik rambut, memukul wajah atau badan. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen yang menggunakan metode pre-experimental design dengan model one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 16 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan mengukur kecenderungan perilaku Self Injury. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan hasil yang di peroleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui taraf signifikansi (α) sebesar 5% (0,05) dan di peroleh asym sig 0,041 0,05 sehingga menujukkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dengan setting konseling kelompok terhadap perilaku Self Injury siswa di SMP Negeri 11 Tarakan.

STUDI KASUS PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2025 · Book ·

Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang yang dapat memfasilitasi berbagai perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa, serta terbagi menjadi beberapa jenis yaitu konten, proses, dan produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskripstif dengan jenis studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, teks wawancara dan dokumentasi seperti modul ajar atau perangkat pembelajaran lainnya yang digunakan oleh guru saat mengajar. Teknik analisis data yang digunakan berupa model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verikasi. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu uji kredibilitas dengan cara perpanjangan pengamatan dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Tarakan tidak ditemukan adanya penerapan pembelajaran diferensiasi konten, proses dan produk pada mata pelajaran biologi khususnya di semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Namun guru tersebut pernah menerapkan pembelajaran diferensiasi di semester genap tahun ajaran 2023/2024. Dalam penerapannya, guru mengalami beberapa hambatan seperti kurangnya spot wifi disekolah, adanya ruang kelas yang berada dekat dengan jalan raya, siswa yang sulit diatur, adanya keterbatasan waktu dalam penerapan pembelajaran diferensiasi dan guru kurang tegas dalam pengumpulan tugas siswa. Dari hambatan tersebut diharapkan agar pihak sekolah dapat memberikan fasilitas lebih untuk guru dan siswa. Selain itu, guru sebagai fasilitator diharapkan agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan tingkat pemahanam siswa mulai dari rendah, sedang dan tinggi.

STUDI KASUS PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang yang dapat memfasilitasi berbagai perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa, serta terbagi menjadi beberapa jenis yaitu konten, proses, dan produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskripstif dengan jenis studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, teks wawancara dan dokumentasi seperti modul ajar atau perangkat pembelajaran lainnya yang digunakan oleh guru saat mengajar. Teknik analisis data yang digunakan berupa model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verikasi. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu uji kredibilitas dengan cara perpanjangan pengamatan dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Tarakan tidak ditemukan adanya penerapan pembelajaran diferensiasi konten, proses dan produk pada mata pelajaran biologi khususnya di semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Namun guru tersebut pernah menerapkan pembelajaran diferensiasi di semester genap tahun ajaran 2023/2024. Dalam penerapannya, guru mengalami beberapa hambatan seperti kurangnya spot wifi disekolah, adanya ruang kelas yang berada dekat dengan jalan raya, siswa yang sulit diatur, adanya keterbatasan waktu dalam penerapan pembelajaran diferensiasi dan guru kurang tegas dalam pengumpulan tugas siswa. Dari hambatan tersebut diharapkan agar pihak sekolah dapat memberikan fasilitas lebih untuk guru dan siswa. Selain itu, guru sebagai fasilitator diharapkan agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan tingkat pemahanam siswa mulai dari rendah, sedang dan tinggi.