2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALJABAR BOARD GAME (ABG) BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif pada pembelajaran matematika, khususnya materi bentuk aljabar, sehingga peserta didik cenderung kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan media tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4D) yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar penilaian ahli praktisi, dan angket respons peserta didik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) memperoleh persentase kelayakan dari ahli media sebesar 96,87% dengan kategori Sangat Layak, dan dari ahli materi sebesar 91,66% dengan kategori Sangat Layak. Hasil uji kepraktisan pada uji coba skala kecil memperoleh persentase sebesar 89,16% dengan kategori Sangat Praktis, sedangkan uji coba skala besar memperoleh persentase sebesar 87,97% dengan kategori Sangat Praktis. Selain itu, hasil penilaian ahli praktisi memperoleh persentase sebesar 96,42% dengan kategori Sangat Praktis. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) dinyatakan memenuhi kriteria sangat layak dan sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika pada materi bentuk aljabar bagi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum pembinaan dan pengawasan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan dalam menanggulangi risiko bermain layang-layang, serta menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana atas kegiatan bermain layang-layang yang menimbulkan tindak pidana di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer yang didukung oleh bahan hukum sekunder. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji ketentuan hukum yang berkaitan dengan kewenangan Satpol PP, ketertiban umum, keselamatan penerbangan, serta pertanggungjawaban pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembinaan dan pengawasan oleh Satpol PP sebagai sarana nonpenal belum memadai karena bertumpu pada surat edaran yang tidak memuat sanksi, sehingga penindakan berhenti pada teguran tanpa efek jera. Selain itu, pertanggungjawaban pidana bersifat berjenjang sesuai akibat yang ditimbulkan. Perbuatan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan dikenakan Pasal 421 ayat (2) jo. Pasal 210 UU Penerbangan. Perbuatan yang karena kealpaan menimbulkan korban luka atau meninggal dunia dikenakan Pasal 474 KUHP Nasional.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna cerita rakyat masyarakat Dayak Bulusu di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi belum banyak didokumentasikan secara ilmiah sehingga keberadaannya berpotensi mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode folklor dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan tetua masyarakat sebagai informan, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis fungsi cerita rakyat menggunakan teori William R. Bascom, sedangkan analisis makna menggunakan pemikiran Alan Dundes. Objek penelitian terdiri atas dua cerita, yaitu cerita Jadu Lawang dan Yaki Bugang serta cerita Aki Ibuk yang berkaitan dengan Gong Solok/Dagas Sebengawang. Kedua cerita tersebut tergolong mitos karena dipercaya oleh masyarakat berkaitan dengan asal-usul manusia, leluhur, dan kehidupan awal masyarakat Dayak Bulusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Dayak Bulusu memiliki empat fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat pendidikan, dan alat pengawas norma sosial. Selain itu, ditemukan empat makna yang terkandung dalam cerita, yaitu makna moral, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, cerita rakyat Dayak Bulusu tidak hanya berfungsi sebagai warisan lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan masyarakat Dayak Bulusu.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Makrozoobentos merupakan organisme bentik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos, kondisi kualitas air, serta keterkaitan antara organisme makrozoobentos dengan kualitas air pada padang lamun di Perairan Pulau Derawan dan Pulau Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada lima stasiun pengamatan di setiap lokasi. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadrat 1×1 m, sedangkan pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 0,5×0,5 m. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, dan tipe substrat. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), serta analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 86 spesies makrozoobentos dari 6 kelas yang didominasi oleh Gastropoda, dengan nilai keanekaragaman berkisar 0,75–3,62 kategori sedang- tinggi, nilai kemerataan berkisar 0,67–0,96 kategori labil-stabil, nilai dominansi berkisar 0,03–0,59 kategori rendah akibat kerapatan lamun yang jarang. Seluruh parameter kualitas air masih berada dalam batas baku mutu, dengan nilai IKAL berkisar 86,85–94,64 (kategori baik hingga sangat baik). Ekosistem lamun terdiri atas 5 spesies dengan tutupan 13,4–27% dan kerapatan 53,6–108,8 ind/m², yang menunjukkan penurunan dibanding penelitian sebelumnya sebagai indikasi degradasi. Keberadaan padang lamun yang baik berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman organisme makrozoobentos. Dengan demikian, struktur komunitas makrozoobentos dapat digunakan sebagai indikator kondisi kualitas lingkungan perairan padang lamun di Pulau Derawan dan Pulau Panjang.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan berdasarkan manfaat yang dapat diestimasi secara kuantitatif. Wana Wisata Persemaian dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, olahraga, dan edukasi serta memiliki nilai keberadaan dan nilai warisan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 60 responden pengunjung Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan dan data sekunder sebagai data pendukung. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik Quota Accidental Sampling. Analisis nilai ekonomi dilakukan menggunakan Travel Cost Method (TCM) untuk mengestimasi nilai guna langsung berdasarkan biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung, sedangkan nilai keberadaan dan nilai warisan diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendekatan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung Wana Wisata Persemaian sebesar Rp 477.006.243 per tahun, nilai keberadaan sebesar Rp 306.000.000 per tahun, dan nilai warisan sebesar Rp 406.980.000 per tahun. Berdasarkan ketiga komponen nilai tersebut, nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan yang berhasil diestimasi dalam penelitian ini sebesar Rp 1.189.986.243 per tahun.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to examine the effect of classroom guidance services using prophetic storytelling on akhlak mazmumah (blameworthy characteristics) among eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan. Akhlak mazmumah refers to blameworthy traits, attitudes, speech, and behaviors that are embedded in or manifested by an individual and are inconsistent with the values of Islamic teachings, potentially causing harm to oneself or others. In this study, akhlak mazmumah was specifically conceptualized as forms of undesirable behavior displayed by students in their daily interactions within the school environment and in their relationships with peers. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 32 students from Class VIII-D who were selected using cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire administered before and after the intervention. The intervention was delivered through classroom guidance services using prophetic storytelling over five sessions, with the instructional content aligned with indicators of akhlak mazmumah. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The hypothesis was tested using a paired-samples t-test. The results showed that the mean pretest score was 95.09 (67.92%), whereas the mean posttest score was 68.19 (48.71%), indicating a decrease of 26.906 points (19.22%) in the mean score. The paired-samples t-test yielded a t value of 14.410, df = 31, and a significance value of 0.000 0.05. Thus, a statistically significant difference was found between students’ scores before and after the implementation of classroom guidance services using prophetic storytelling. These findings indicate that classroom guidance services using prophetic storytelling were associated with changes in the akhlak mazmumah of eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh transparansi dan pelayanan publik baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan masyarakat di Kantor Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tideng Pale dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur dengan menggunakan Skala Likert. Metode analisis data yang digunakan mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel transparansi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Sementara itu, variabel pelayanan publik memiliki pengaruh signifikan namun dengan arah pengaruh negatif terhadap kepuasan masyarakat. Secara simultan, variabel transparansi dan pelayanan publik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat serta tingkat penerapan good governance dalam pengelolaan Dana Desa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 88 responden. Instrumen penelitian terdiri dari 36 pernyataan yang mencakup aspek akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan skala Likert, sedangkan analisis data deskriptif dilakukan dengan membandingkan skor aktual dengan nilai ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa memperoleh persentase sebesar 84,36% dan berada pada kategori sangat kuat. Transparansi memperoleh persentase sebesar 83,18% dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Partisipasi masyarakat memperoleh persentase sebesar 86,27% dengan kategori sangat kuat dan menjadi aspek dengan persentase tertinggi. Secara keseluruhan, tingkat penerapan good governance dalam pengelolaan Dana Desa memperoleh skor rata-rata sebesar 84,60% dan berada pada kategori sangat kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa di Desa Gunung Sari telah menerapkan prinsip good governance melalui akuntabilitas pemerintah desa, keterbukaan informasi, serta keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pengelolaan Dana Desa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media kartu UNO berbasis permainan dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran untuk membantu siswa mengenal konsep pecahan senilai kelas IV SD. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan senilai, khususnya dalam memahami bahwa pecahan dengan pembilang dan penyebut yang berbeda dapat memiliki nilai yang sama. Selain itu, pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan latihan soal serta penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan media kartu UNO berbasis permainan untuk pengenalan konsep pecahan senilai kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek uji coba terdiri atas 6 siswa kelas IV Abdurrahman pada uji coba terbatas dan 14 siswa kelas IV Khalid SD Muhammadiyah 1 Tarakan pada uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu UNO berbasis permainan memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 90,58% dan ahli materi sebesar 92,22%, yang termasuk kategori sangat valid. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 87,77% dan uji coba lapangan sebesar 86,3%, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Dengan demikian, media kartu UNO berbasis permainan yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa mengenal konsep pecahan senilai melalui kegiatan belajar sambil bermain.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan membandingkan penurunan bobot sampah organik pada proses pengomposan menggunakan metode Berkeley dan Takakura serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu metode pengomposan, dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Bahan yang digunakan sampah organik berupa sisa sayuran, daun kering, dan serbuk gergaji dengan penambahan aktivator EM4. Penurunan bobot ditentukan berdasarkan perubahan bobot awal dan akhir bahan hingga berakhirnya proses dekomposisi. Parameter pendukung selama proses pengomposan meliputi suhu, pH, dan kelembapan, sedangkan hasil akhir dianalisis berdasarkan suhu, pH, kelembapan, C-organik, N-total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan bobot metode Berkeley sebesar 176,85 g/hari, lebih tinggi dibandingkan Takakura sebesar 146,30 g/hari. Namun uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan Sig 0,135 (Sig> 0,05). Karakteristik akhir kompos relatif sama. Berdasarkan SNI, nilai pH, kelembapan, dan N-total memenuhi persyaratan, sedangkan suhu, C-organik dan rasio C/N masih belum memenuhi persyaratan. Hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul ajar pada materi Ekologi dan Lingkungan. Abstract This study aimed to compare the reduction in organic waste weight during the composting process using the Berkeley and Takakura methods and to examine its potential as a biology learning resource. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) involving one factor, namely the composting method, with two treatments and three replications. The materials consisted of organic waste, including vegetable residues, dried leaves, and sawdust, with the addition of EM4 as an activator. Weight reduction was determined based on the difference between the initial and final weights of the materials at the end of the decomposition process. Supporting parameters monitored during the composting process included temperature, pH, and moisture content, while the final compost characteristics were analyzed based on temperature, pH, moisture content, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), and the C/N ratio. The results showed that the mean weight reduction using the Berkeley method was 176.85 g/day, which was higher than that obtained using the Takakura method (146.30 g/day). However, the One-Way ANOVA results indicated that this difference was not statistically significant, with a significance value of 0.135 (p > 0.05). The final characteristics of the compost produced by the two methods were relatively similar. Based on the Indonesian National Standard (SNI), the pH, moisture content, and total nitrogen values met the required standards, whereas temperature, organic carbon, and the C/N ratio did not yet meet the specified requirements. The findings of this study have potential applications as a biology learning resource in the form of a teaching module for topics related to Ecology and the Environment.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ketidakpastian pasokan bahan baku dan belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara sistematis menjadi permasalahan yang dihadapi CV. Raja Rani Jaya dalam menjalankan usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri, meskipun volume produksinya mencapai 717.200 kg pada tahun 2025 dan lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerjanya menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mencakup data 10 petambak (pemasok), pihak perusahaan, dan pedagang. Seluruh data bersumber dari data sekunder perusahaan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi, serta diukur menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petambak, perusahaan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Aliran keuangan dan informasi telah berjalan terintegrasi sehingga mendukung kelancaran transaksi dan koordinasi antarpelaku, sedangkan aliran produk masih terkendala ketidakpastian pasokan bahan baku. Pengukuran kinerja SCOR menunjukkan nilai Perfect Order Fulfillment 98,7%, fleksibilitas 10 hari, Cash to Cash Cycle Time 9 hari, dan Inventory Days of Supply 0 hari yang seluruhnya berada pada kategori superior. Order Fulfillment Cycle Time sebesar 7,6 hari berada pada kategori parity, sedangkan Total Supply Chain Cost sebesar 64,97% berada pada kategori gap-parity. Disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok CV. Raja Rani Jaya secara umum sudah baik, namun masih memerlukan perbaikan pada efisiensi biaya dan percepatan proses pengadaan bahan baku (source).
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketidakpastian pasokan bahan baku dan belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara sistematis menjadi permasalahan yang dihadapi CV. Raja Rani Jaya dalam menjalankan usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri, meskipun volume produksinya mencapai 717.200 kg pada tahun 2025 dan lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerjanya menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mencakup data 10 petambak (pemasok), pihak perusahaan, dan pedagang. Seluruh data bersumber dari data sekunder perusahaan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi, serta diukur menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petambak, perusahaan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Aliran keuangan dan informasi telah berjalan terintegrasi sehingga mendukung kelancaran transaksi dan koordinasi antarpelaku, sedangkan aliran produk masih terkendala ketidakpastian pasokan bahan baku. Pengukuran kinerja SCOR menunjukkan nilai Perfect Order Fulfillment 98,7%, fleksibilitas 10 hari, Cash to Cash Cycle Time 9 hari, dan Inventory Days of Supply 0 hari yang seluruhnya berada pada kategori superior. Order Fulfillment Cycle Time sebesar 7,6 hari berada pada kategori parity, sedangkan Total Supply Chain Cost sebesar 64,97% berada pada kategori gap-parity. Disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok CV. Raja Rani Jaya secara umum sudah baik, namun masih memerlukan perbaikan pada efisiensi biaya dan percepatan proses pengadaan bahan baku (source).
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jeruk siam di Desa Mara I, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode sensus (Total Sampling) terhadap seluruh populasi petani jeruk siam yang berjumlah 9 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), serta kriteria kelayakan investasi jangka panjang (NPV, Net B/C Ratio, IRR, dan Payback Period) untuk periode umur ekonomis 15 tahun dengan tingkat diskonto 4,75%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan per petani selama umur ekonomis adalah sebesar Rp22.334.614, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp364.491 dan biaya variabel sebesar Rp21.970.123. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani dari hasil produksi 4.734 kg dengan harga Rp10.000/kg adalah sebesar Rp47.672.222, sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan sebesar Rp25.337.608. Nilai rata-rata R/C Ratio sebesar 2,13 mengindikasikan usahatani ini menguntungkan. Berdasarkan analisis kelayakan investasi jangka panjang, diperoleh nilai rata-rata Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp14.174.255, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 3,15 (Net B/C > 1), Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,81% (di atas tingkat suku bunga 4,75%), serta Payback Period (PP) selama 7 tahun 4 bulan. Kesimpulannya, budidaya jeruk siam di Desa Mara I secara finansial dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan informasi, menjalin komunikasi dengan konsumen, serta memmperkenalkan produk melalui konten yang menarik. Bius Coffee Tarakan menggunakan Instagram sebagai salah satu media untuk melakukan pemasaran dan berkomunikasi dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual Instagram serta menganalisis pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun secara bersamasama terhadap keputusan pembelian konsumen di Bius Coffee Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui Teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel konten informasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,99, interaksi sebesar 3,75, dan daya tarik visual 3,97. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian k onsumen, dengan nilai signifikansi masingmasing 0,027; 0,000; dan 0,033. Variabel interaksi menjadi variabel yang paling dominan dengan koefisien regresi sebesar 0,571. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, yang ditunjukkan oleh Fhitung sebesar 63,927 dengan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,656 menunjukkan bahwa konten informasi, interaksi, dan daya tarik visual mampu menjelaskan 65,6% variasi keputusan pembelian konsumen, sedangkan 34,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kalsium oksida (CaO) bernilai tambah. Pemanfaatan metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina) merupakan alternatif yang ramah lingkungan dalam sintesis partikel submikro CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fitokimia partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) melalui green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian dilakukan dengan mensintesis CaO dari cangkang kerang kapah menggunakan ekstrak daun api-api sebagai agen green synthesis, kemudian dikarakterisasi menggunakan uji fitokimia, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil uji PSA menunjukkan bahwa partikel CaO memiliki distribusi ukuran berkisar 50–700 nm dengan ukuran dominan pada rentang 180–200 nm, sehingga termasuk kategori partikel submikro. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H) pada bilangan gelombang sekitar 3645 cm⁻¹, gugus karbonat (CO₃²⁻) pada daerah 1400–1500 cm⁻¹, serta ikatan Ca–O pada daerah 450–550 cm⁻¹, yang mengonfirmasi terbentuknya kalsium oksida. Uji fitokimia menunjukkan hasil negatif terhadap alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin, yang mengindikasikan bahwa senyawa metabolit sekunder telah terdegradasi selama proses kalsinasi sehingga diperoleh CaO dengan tingkat kemurnian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api berhasil menghasilkan partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah dengan karakteristik kimia yang sesuai sebagai material CaO dan tanpa kandungan metabolit sekunder pada produk akhir.