ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan fisiologi. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan, oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut yaitu dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Pengkajian dilakukan pada Ny. K G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan antenatal care sebanyak 4 kali di puskesmas juata. Kunjungan awal yang dilakukan pada Ny. K G3P2A0 kehamilan trimester 3, pada tanggal 5 April 2021 pada usia kehamilan 36 minggu 5 hari. Kunjungan ulang dilakukan pada usia kehamilan 38 Minggu 6 hari. Asuhan yang diberikan meliputi memberikan konseling pemenuhan nutrisi, pengelolaan dan tanda bahaya kehamilan, ketidaknyamanan TM III, persiapan persalinan dan tanda mulainya persalinan. Ibu bersalin pada tanggal 27 April 2021, kala 1 berlangsung kurang lebih 6 jam, kala 2 berlangsung kurang lebih 18 menit, kala 3 berlangsung kurang lebih 7 menit dan kala 4 berlangsung 2 jam. Asuhan yang diberikan meliputi prinsip asuhan sayang ibu asuhan masa nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada 6 jam asuhan pada masa nifas memberikan motivasi ibu dalam memberikan ASI dan pemantauan involusi uterus. Asuhan pada bayi baru lahir difokuskan pada pemberian ASI, mempertahankan suhu tubuh dan perawatan tali pusat. Secara keseluruhan kondisinya Ny. k pada masa kehamilan persalinan nifas termasuk bayi baru lahir dalam keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor risiko.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASBSTRAK ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R DI PUSKESSMAS SEBENGKOK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualtitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Tujuan asuhan kebidanan yang diberikan adalah melaksanakan pendekatan menajemen kebidanan pada kasus kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir agar dapat mengurangi angka kematian ibu dan Bayi, serta dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan Bayi. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. R G7P6A1 yaitu melakukan kunjugan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37-38 minggu. Kala 1 berlangsung selama 1 jam lebih 5 menit. Kala II berlangsung selama 7 menit, kala III berlangsung 5 menit dan kala IV berlangsung sealam 2 jam. Saat persalinan terdapat masalah yaitu persalinan presipitatus, penatalaksanaanya disesuaikan dengan penatalaksaan persalinan normal 60 langkah. Masa nifas Ny. R berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 23 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisilogis, observasi pada bayi baru lahir yang dlakukan adalah selama 0-3 jam. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 jam. Bayi dengan berat badan 3.400 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kognital, bayi juga melakukan IMD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi indonesia, dari penyebab langsung hingga tidak langsungnya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan, dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan hingga bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I, 1 kali kunjungan di trimester II, dan 2 kali kunjungan di trimester III dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 4 kali kunjungan yang meliputi, 6-8 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6 minggu post partum hingga bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan pada 6-48 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika ada kerjasama bidan dengan klien, bidan dengan tenaga kesehatan yang lain serta bidan dengan Dinas Kesehatan/Pemerintah. Diharapkan dengan dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif masalah sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, didiagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera diatasi. Sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi peningkatan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42 hari setelah persalinan. Melakukan asuhan komprehensif yaitu menejemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Pengawasan atau pendampingan pada Asuhan Komrehensif ini bertujuan agar dapat mendeteksi secara dini adakah komplikasi yang dialami pada saat dilakukan asuhan komprehensif tersebut. Melakukan asuhan pelayanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. F sejak hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan pada Ny. F G5P4A0 yaitu asuhan kehamilan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 31 minggu 3 hari dan pada usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut ibu mengeluhkan sakit pada pinggang bagian bawah. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 11 Mei 2021 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Usia kehamilan 37 minggu 5 hari. Kala 1 berlangsung selama 12 jam, kala II berlangsung 12 menit, Kala III berlangsung selama 8 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Asuhan nifas Ny. F dilakukan pada 6 jam postpartum berjalan dengan normal. Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 48 cm, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. F, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan terdapat kesenjangan dengan teori Fitriana yaitu pada kala 1 hanya terjadi dalam 12 jam antara teori dengan praktik asuhan kebidanan pada Ny. F.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan, terlalu banyak anak, terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar kebidanan. Tujuan diberikan asuhan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Penatalaksanaan asuhan komprehensif dari masa dilakukan sebanyak 7 kali. Pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 2 kali dan trimester ketiga 4 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 7 hari dan 14 hari asuhan pada bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak ditemukan adanya masalah ibu dalam keadaan normal, pada kunjungan ke-1 37 minggu 6 hari ibu mengalami sakit punggung sehingga diberikan KIE, kehamilan berlangsung normal. Asuhan persalinan normal. Asuhan persalinan dilakukan dengan APN 60 langkah tidak teridentifikasi penyulit atau komplikasi. Persalinan kala I,II,III,IV berlangsung normal. Asuhan masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam postpartum, 7 hari dan 14 hari tidak teridentifikasi adanya masalah penyulit atau komplikasi, nifas berlangsung normal. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam, 3 hari dan 8 hari tidak teridentifikasi adanya masalah atau komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan normal. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika adanya kerjasama antara bidan dengan tenaga kesehatan yang lain, serta dukungan dari pemerintah berupa peningkatan fasilitas kesehatan, dengan dilakukan asuhan kebidanan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir terdeteksi dan dapat segera diatasi, agar mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi.