ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mendengarkan bahasa Inggris antara siswa kelas sebelas di SMAN 1 Nunukan dan SMAN 2 Nunukan, yang menerapkan kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal-komparatif, dengan sampel 114 siswa yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian meliputi tes mendengarkan yang diadopsi dari Collins' TOEIC Listening Skills dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mendengarkan antara siswa dari kedua sekolah. Skor rata-rata untuk siswa di SMAN 1 Nunukan yang menerapkan Kurikulum Merdeka adalah 312,63, menempatkan mereka pada tingkat kemahiran TOEIC B1 - Tingkat Menengah dan B2 - Tingkat Menengah Atas pada skala CEFR. Sebaliknya, siswa di SMAN 2 Nunukan yang mengikuti Kurikulum 2013 memiliki skor rata-rata 288,84, sesuai dengan tingkat kemahiran TOEIC B1 - Tingkat Menengah dan B2 - Tingkat Menengah Atas. Ukuran efek dihitung sebesar 0,354, yang menandakan ukuran efek yang kecil. Analisis data statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil tes listening antara kurikulum mandiri dan kurikulum 2013, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti fasilitas yang memadai di kedua sekolah, tersedianya ekstrakulikuler bahasa Inggris di kedua sekolah, tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi untuk mengajar di kedua kurikulum tersebut. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru di kedua sekolah, teridentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hal ini meliputi kualitas fasilitas sekolah, kualifikasi tenaga pengajar, dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dalam keterampilan mendengarkan siswa kelas sebelas di SMAN 1 Malinau yang menggunakan Kurikulum 2013 dengan siswa di SMAN 3 Malinau yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kausal komparatif dengan jumlah sampel 100 siswa berdasarkan teknik purposive sampling untuk benar-benar relevan dan representative terhadap variable yang diteliti. Instrumen penelitian yang digunakan ialah tes mendengarkan dan wawancara. Didalam tes mendengarkan, peneliti menggunakan soal yang diadaptasi dari tes kemampuan mendengarkan TOEIC Collins. Dalam menganalis data, dikarenakan data tidak normal, maka peneliti menggunakan tes Mann-Whityney untuk melakukan uji perbedaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan mendengarkan siswa di SMAN 1 Malinau yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan siswa di SMAN 3 Malinau yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dibuktikan melalui nilai rata-rata siswa di SMAN 1 Malinau sebesar 241.00 (Level B1-Intermediate), sedangkan nilai rata-rata siswa di SMAN 3 Malinau sebesar 185.40 (Level B1-Intermediate). Sebagai tambahan, dilihat dari hasil tes Mann-Whityney, nilai P-value 0.001 lebih tinggi dibandingkan α-value 0.05. Pun setelah diterapkan Effect Size, level perbedaannya sebesar 0,3339. Hal ini berarti nilai kemampuan mendengarkan siswa memiliki perbedaan yang signifikan dengan kategori medium. Perbedaan tersebut terletak pada sistem pembelajaran yang di mana Kurikulum 2013 lebih sistematis dibandingkan Kurikulum Merdeka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari keefektifan dari menggunakan English songs untuk meningkatkan pemahaman mendegarkan siswa kelas delapan di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Penelitian ini berbentuk percobaan (Pra-eksperiment). Peneliti mencari perbedaan dari pencapaian siswa dikelas sebelum dan setelah diajarkan menggunakan English songs. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas 8.2 yang berjumlah 22 siswa SMP Frater Don Bosco Tarakan pada tahun pembelajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis pra tes dan pos tes. Disamping itu, peneliti menggunakan deskriptif analisis untuk menganalisis data dan SPSS 22.0 digunakan untuk analisis statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skor rata-rata antara pretest dan posttest. Hal ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Skor mereka adalah 71.18 di pretest dan 85.82 di posttest. Artinya, peningkatan nilai rata-rata siswa adalah 14.636. Dapat dilihat bahwa peningkatan nilai rata-rata siswa pada posttest lebih tinggi daripada pretest dan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari nilai mendengarkan siswa antara pretest dan posttest. Hasil dari paired sample test menunjukkan bahwa t-test adalah 5.049 lebih tinggi dari t-tabel (2.080). Sehingga 5.049 > 2.080 jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Kemudian dapat disimpulkan bahwa English songs terbukti efektif meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan di SMP Frater Don Bosco Tarakan.