Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: lahan pesisir
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti kekeringan dan tanah marginal, sehingga cocok dibudidayakan di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - September 2023 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (40×20 cm, 50×20 cm, 60×20 cm, dan 70x20 cm) dan jumlah bibit perlubang tanam (1, 2, dan 3 bibit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun. dan lebar daun pada umur 1, 2, dan 3 MST (minggu setelah tanam). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan tunggal maupun kombinasi jarak tanam dan jumlah bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Namun secara deskriptif, perlakuan dua bibit perlubang tanam (B2) dan jarak tanam 40 cm x 20 cm (J1) serta 60 cm x 20 cm (J3) cenderung menghasilkan nilai pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, meskipun tidak signifikan secara statistik, penggunaan dua bibit per lubang tanam dan jarak tanam 40 cm x 20 cm serta jarak tanam 60 cm x 20 cm berpotensi memberikan pertumbuhan tanaman sorgum yang lebih baik pada lahan pesisir. This study aims to determine the effect of plant spacing and the number of seeds per planting hole on the growth of sorghum plants (Sorghum bicolor L.) on coastal land. Sorghum is a cereal crop that has high tolerance to extreme environmental conditions such as drought and marginal soils, making it suitable for cultivation in coastal areas. The research was conducted in March-September 2023 on the experimental land of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, using a Randomized Group Design (RGD) with two factors, namely planting spacing ( 40 * 20 cm, 50×20 cm, 60 * 20 cm, and 70 * 20 cm) and the number of seeds per planting hole (1, 2, and 3 seeds), each repeated three times. Observation parameters included plant height, number of leaves, leaf length, and leaf width at 1, 2, and 3 weeks after planting. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that neither the single treatment nor the combination of planting space and number of seeds had a significant effect on all observed growth parameters. However, descriptively, the treatment of two seeds per planting hole (B2) and plant spacing of 40cm * 20 cm (J1) and 60cm * 20 cm (J3) tended to produce higher growth values than other treatments. Thus, although it was not statistically significant, the use of two seeds per planting hole and a planting space of 40cm * 20 cm and a planting space of 60cm * 20 cm had the potential to provide better growth of sorghum plants on coastal land.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Varietas Sorgum dan Lama Perendaman Benih Terhadap Adaptasi dan Pertumbuhan Pada Lahan Pesisis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan dan ketahanannya terhadap perubahan kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon adaptasi dari tiga varietas sorgum, yaitu Numbu, Kawali, dan Super-1, serta untuk mengkaji pengaruh lama perendaman benih terhadap pertumbuhan tanaman sorgum di lahan pesisir. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian, pada bulan Maret – April 2023. Benih sorgum direndam dalam air selama berbagai durasi, yaitu 0, 2, 4, dan 6 menit sebelum disemai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas sorgum memberikan hasil yang berbeda secara signifikan, namun lama perendaman benih tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter pertumbuhan tanaman sorgum di lahan pesisir. Hasil interaksi juga menunjukkan bahwa Varietas Numbu (V1) dan Varietas Kawali (V2) menunjukkan pertumbuhan optimal pada periode perendaman selama 4 menit, sedangkan varietas Super-1 menunjukkan hasil terbaik ketika tidak diberikan perlakuan perendaman benih. Temuan ini memberikan informasi penting mengenai periode perendaman yang efektif untuk masing-masing varietas sorgum di lahan pesisir, yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya sorgum dalam kondisi lingkungan pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik budidaya sorgum di lahan pesisir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

VALUASI CONTINGENT DI PERMUKIMAN PESISIR KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi Permukiman Pesisir Kota Tarakan dengan menggunakan metode analisis Willingness To Pay dan Willingness To Accept. Wilayah pesisir sebagai suatu wilayah perairan antara daratan dan lautan dimana ke arah darat adalah jarak secara arbiter dan rata-rata pasang tertinggi dan batas ke arah laut adalah yurisdiksi wilayah provinsi atau state di suatu negara. Pendekatan ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data diambil dengan cara menyebarkan kuesioner lalu pengolahan data menggunakan Excel. Pendekatan CVM sering digunakan untuk megukur nilai pasif (nilai non pemanfaatan) sumber daya alam atau sering juga dikenal dengan nilai keberadaan. CVM pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesediaan membayar (Willingness To Pay) dari masyarakat dan kesediaan menerima kompensasi (Willingness To Accept). Hasil penelitian ini menunjukkan hasil estimasi dalam kesediaan membayar serta menerima kompensasi terhadap permasalahan dipermukiman pesisir di Kota Tarakan. Nilai upaya pelestarian/pembersihan Willingness To Pay (WTP) yang seharusnya dibayarkan untuk per individu sebesar Rp. 106.450 perbulan dan estimasi per individu selama setahun yaitu sebesar Rp. 1.277.400. sedangkan Willingness To Accept (WTA) nilai kompensasi yang bersedia warga terima per individu sebesar Rp. 152.687 perbulan dan estimasi per individu selama setahun yaitu sebesar Rp. 1.832.244. Untuk nilai total upaya pelestarian/pembersihan yang responden bersedia membayar dan menerima kompensasi secara keseluruhan sebesar Rp. 1.918.650.348 pertahun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail