ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan berdasarkan manfaat yang dapat diestimasi secara kuantitatif. Wana Wisata Persemaian dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, olahraga, dan edukasi serta memiliki nilai keberadaan dan nilai warisan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 60 responden pengunjung Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan dan data sekunder sebagai data pendukung. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik Quota Accidental Sampling. Analisis nilai ekonomi dilakukan menggunakan Travel Cost Method (TCM) untuk mengestimasi nilai guna langsung berdasarkan biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung, sedangkan nilai keberadaan dan nilai warisan diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendekatan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung Wana Wisata Persemaian sebesar Rp 477.006.243 per tahun, nilai keberadaan sebesar Rp 306.000.000 per tahun, dan nilai warisan sebesar Rp 406.980.000 per tahun. Berdasarkan ketiga komponen nilai tersebut, nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan yang berhasil diestimasi dalam penelitian ini sebesar Rp 1.189.986.243 per tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan terkait biaya lingkungan yang harus dianggarkan oleh pemilik peternakan (peternak) ayam ras di Kota Tarakan. Pertama, berapa besar nilai biaya lingkungan (sosial dan fisik) dengan cara kompensasi menggunakan metode willingness to pay (WTP) dan willingness to accept (WTA). Kedua, berapa besar persentase biaya lingkungan (sosial dan fisik) terhadap struktur biaya total usaha peternakan ayam ras. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kompensasi sosial (biaya lingkungan sosial) menurut willingness to accept dari penduduk. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis biaya lingkungan fisik dan sosial dengan pendekatan contingent valuation method (CVM) menggunakan konsep willingness to pay dan willingness to accept, analisis persentase biaya lingkungan pada struktur biaya total dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usaha peternakan ayam ras pedaging dalam satu periode di Kota Tarakan sebesar Rp. 181.027.573,94. Biaya lingkungan dikategorikan menjadi dua yaitu biaya lingkungan fisik menurut WTP peternak Rp. 3.103.300 (1,65% dari biaya total) dan biaya lingkungan sosial (kompensasi sosial) Rp. 4.200.000 (2,23% dari biaya total). Nilai kompensasi sosial yang diinginkan penduduk sekitar (WTA) Rp. 4.078.001,10 (2,17% dari biaya total). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTA penduduk sekitar peternakan yaitu usia, pendidikan, pengetahuan, dan jumlah anggota keluarga.