ANALISIS BIAYA LINGKUNGAN (SOSIAL DAN FISIK) LIMBAH PETERNAKAN AYAM RAS DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan terkait biaya lingkungan yang harus dianggarkan oleh pemilik peternakan (peternak) ayam ras di Kota Tarakan. Pertama, berapa besar nilai biaya lingkungan (sosial dan fisik) dengan cara kompensasi menggunakan metode willingness to pay (WTP) dan willingness to accept (WTA). Kedua, berapa besar persentase biaya lingkungan (sosial dan fisik) terhadap struktur biaya total usaha peternakan ayam ras. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kompensasi sosial (biaya lingkungan sosial) menurut willingness to accept dari penduduk. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis biaya lingkungan fisik dan sosial dengan pendekatan contingent valuation method (CVM) menggunakan konsep willingness to pay dan willingness to accept, analisis persentase biaya lingkungan pada struktur biaya total dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usaha peternakan ayam ras pedaging dalam satu periode di Kota Tarakan sebesar Rp. 181.027.573,94. Biaya lingkungan dikategorikan menjadi dua yaitu biaya lingkungan fisik menurut WTP peternak Rp. 3.103.300 (1,65% dari biaya total) dan biaya lingkungan sosial (kompensasi sosial) Rp. 4.200.000 (2,23% dari biaya total). Nilai kompensasi sosial yang diinginkan penduduk sekitar (WTA) Rp. 4.078.001,10 (2,17% dari biaya total). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTA penduduk sekitar peternakan yaitu usia, pendidikan, pengetahuan, dan jumlah anggota keluarga.