ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruam popok termasuk tiga masalah kulit paling umum pada bayi secara global, terutama akibat maraknya penggunaan popok sekali pakai yang tidak tembus udara. Ruam popok tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan seperti rewel dan gangguan tidur tetapi juga mengganggu proses pemberian ASI yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang bayi. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sangat rentan mengalami ruam popok akibat kulitnya yang imatur, dengan lapisan epidermis tipis dan fungsi skin barrier yang belum optimal. Maka, perlu adanya perhatian ekstra pada kebersihan kulit bayi, terutama di area tertutup popok. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah perawatan perineal dengan virgin coconat oil (VCO). Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk menerapkan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO) terhadap bayi yang mengalami ruam popok. Penulis menggunakan metode case report dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien yaitu bayi M dan bayi S dirawat sesuai SPO RS dengan pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Sebelum dilakukan terapi pemberian virgin coconat oil (VCO), kedua pasien mengalami derajat ruam popok 1 dengan kulit yang kering. Setelah dilakukan terapi selama 5 hari, terdapat perubahan penurunan derajat ruam popok pada kedua bayi secara bertahap. Asuhan keperawatan telah diberikan kepada pasien bayi dengan ruam popok yang memiliki diagnosis keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan dengan intervensi pemberian virgin coconat oil (VCO) selama 5 hari. Setelah 5 hari dilakukan terapi virgin coconat oil (VCO) didapatkan hasil adanya penurunan derajat ruam popok pada bayi M yaitu 0,5 sedangkan pada bayi sudah tidak mengalami ruam popok yaitu derajat 0.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Data World Health Organization (WHO) mengenai status kesehatan nasional pada capaian target Sustainable Development Goals (SDGs) menyatakan secara global sekitar 830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dengan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2017) Sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah kehamilan, persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio Angka Kematian Ibu (AKI) masih dirasa cukup tinggi sebagaimana ditargetkan menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Angka Kematian Ibu di Indonesia termasuk tinggi diantara negara-negara ASEAN.Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Data ini merupakan acuan untuk mencapai target AKI sesuai Sustainable Development Goals yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dengan NY. L sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36-37 minggu dan selanjutnya di lakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali kunjungan dan dilakukan setiap satu minggu satu kali kunjugan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38-39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak tiga kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal atau APN. Penattalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Adapun tujuan di lakukannya asuhan kebidanan komprehensif adalah untuk mendeteksi secara dini apakah terdapat masalah selama kehamilan, persalinan nifas, maupun bayi baru lahir dengan menggunakan meode SOAP. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di dapatkan masalah dan ibu melahirkan secara spontan serta tidak terjadi komplikasi. Pada bayi di temukan masalah dengan berat badan lahir rendah kemudian dilakukannya perawatan selanjutnya pada bayi yaitu menjaga kehangatan pada bayi dengan metode kangguru, menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara memberitahu ibu cara menyusui yang benar. kunjungan nifas pada bayi tidak di temukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.