ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone dengan pendekatan teori tipologi. Bahasa Bugis Bone, sebagai salah satu dialek bahasa Bugis yang digunakan di Kabupaten Bone dan beberapa wilayah lainnya, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji, terutama dalam menentukan kesubjekan dalam klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kalimat dasar serta fungsi alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Beberapa alat uji subjek yang digunakan meliputi struktur kanonis, perelatifan, kontrol, penyisipan adverbial, dan penaikan (raising). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Bugis Bone selalu berada di awal klausa sebelum predikat, serta dapat diuji melalui beberapa mekanisme linguistik yang menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki kesamaan dengan struktur subjek dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan bahwa bahasa Bugis Bone menggunakan afiks tertentu dalam membentuk konstruksi pasif yang berkontribusi pada mekanisme penaikan subjek dalam klausa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sintaksis bahasa daerah di Indonesia serta menjadi referensi dalam pelestarian bahasa Bugis Bone. Temuan ini juga dapat digunakan dalam kajian lebih lanjut mengenai tipologi sintaksis bahasa daerah lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maria Magdalena Amanda Sogen 2025. Argumen Inti Verba Dalam Bahasa Lamaholot Dialek Solor Barat Di Kecamatan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan, S.Pd.,M.Hum dan Dwi Cahyono Aji S.S., M.A) Penelitian ini membahas tentang argumen inti verba bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Argumen inti merupakan unsur yang melengkapi makna verba dan biasanya mencakup subjek serta objek, baik dalam bentuk objek langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menyoroti argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat, yang digunakan oleh masyarakat suku Lamaholot di Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat menggunakan pendekatan sintaksis. Secara spesifik, kajian ini menelaah struktur klausa dan klausa dasar dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, pencatatan, serta dokumentasi. Data yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan jenisnya sebelum dianalisis dengan pendekatan sintaksis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 41 data yang terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu 31 data yang termasuk dalam klausa dasar dan 10 data yang tergolong dalam struktur klausa.