ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha perahu di Kota Tarakan. Penelitian ini difokuskan pada wilayah Juata Laut dan Pantai Amal yang memiliki usaha perahu nelayan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha perahu nelayan di Kota Tarakan baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 usaha pembuatan perahu nelayan dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian ini adalah diketahui keuntungan atau pendapatan berdasarkan rata-rata sebesar Rp 27.009.547 per unit. Dengan rata-rata total produksi Rp 4.009.547 per unit dan total penerimaan Rp 23.000.000 per unit. Berdasarkan analisis kelayakan usaha perahu nelayan di Kota Tarakan diketahui nilai rata-rata R/C ratio (Revenue Cost Ratio) sebesar 5,73, B/C ratio (Benefit Cost of Ratio) sebesar 4,73, PPC (Payback Period of Capital) sebesar 0,140 atau 1,68 bulan. Berdasarkan kriteria uji kelayakan R/C ratio, B/C ratio, dan PPC rata- rata usaha perahu nelayan di Kota Tarakan layak untuk dijalankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA Feri Mariani Charitin Devi, S.E., M.Sc Industri yang mulai berkembang sebagai salah satu UMKM adalah usaha industri tahu tidak terkecuali di Kabupaten Bulungan namun terdapat permasalahan yang terjadi selain persaing yang dihadapi oleh UMKM tahu di Kabupaten Bulungan yang hanya datang dari pengusaha sejenis sekitar Kabupaten Bulungan saja, namun pada kenyataanya, masih ada kendala yang seringkali muncul yaitu tingginya harga kedelai, permodalan, teknologi, pemasaran, dan akses informasi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa besar total biaya produksi dan penerimaan untuk mengetahui jumlah pendapatan keuntungan usaha industri pembuatan tahu di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, serta menganalisis kelayakan usaha industri pembuatan tahu secara Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even point (BEP) di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui keuntungan atau pendapatan berdasarkan rata-rata sebesar Rp 3,000,228 dalam satu kali produksi. Dengan rata-rata total produksi Rp 2,207,503 dan total penerimaan Rp 5,442,222 Dan berdasarkan analisis kelayakan finansial usaha industri pengolahan tahu di Kabupaten Bulungan diketahui nilai rata-rata B/C ratio (Benefit Cost of Ratio) sebesar 1.4, R/C ratio (Revenue Cost Ratio) sebesar 2.4, Nilai BEP (Break Even point) Harga sebesar Rp 47,897, dan BEP Produksi sebesar 21. Berdasarkan kriteria uji kelayakan B/C Rasio, R/C ratio, dan BEP rata-rata usaha industri pengolahan tahu di Kabupaten Bulungan layak untuk dijalankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL HOME INDUSTRI BAKPIA DI KABUPATEN TANA TIDUNG Rahmat Dani Charitin Devi S.E., M.Sc [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan finansial yang digunakan dalam pengembangan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui rata-rata keuntungan atau pendapatan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung adalah sebesar Rp 4.130.372 dalam sebulan. Rata-rata harga bakpia perbuah sebesar Rp 2000 dengan total kue bakpia sebanyak 8970 buah, dan rata-rata penjualan sebesar Rp 17.940.000. Sedangkan untuk perhitungan kelayakan finansial usaha dilihat dari R/C Ratio sebesar 1,29. Dari perhitungan BEP diperoleh yaitu, BEP Produksi sebesar 6905 buah dan BEP Harga sebesar Rp 1.539, hasil perhitungan ROI sebesar 29,9%. Berdasarkan hasil kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Break Even Point (BEP), Return On Invesment (ROI), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUKET BUNGA DI KOTA TARAKAN Jumrati Safitri Sulistya Rini Pratiwi,.S.E..M.Sc Muhammad Tharmizi Junaid, S.E.M.Ak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha buket bunga di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha buket bunga yang ada di Kota Tarakan baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 unit home industry usaha buket bunga dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha buket bunga di Kota Tarakan adalah sebesar Rp.4.505.534,- dalam satu bulan. Rata-rata per rangkaian sebesar Rp.80,000 sebanyak 94 rangkaian per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.7.520.000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari (R/C ratio) sebesar 2,49, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 1,4, financial rate of teturn (FRR) sebesar 93,83%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha buket bunga di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Financial Rate Of Teturn (Frr) , Benefit Cost Of Ratio (Bcr), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha kerupuk udang yang ada di Kecamatan Tarakan Utara baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 6 unit home industry usaha kerupuk udang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara adalah sebesar Rp.3,362,354 dalam satu bulan. Rata-rata per bungkus sebesar Rp.50,000 sebanyak 100 bungkus per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.5,000,000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari Revenue Cost Ratio (R/C ratio) sebesar 3,05, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 2,05, Avarage Rate of Return (ARR) sebesar 62,84%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara layak untuk dikembangkan.