ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterlibatan lembaga dalam pemasaran produk pangan olahan lokal di Kota Tarakan sangat penting sebagai salahsatu penunjang dalam keberhasilan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lembaga apa saja yang berperan dan model struktural peran lembaga pemasaran produk pangan olahan lokal di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan menggunakan key informan sebanyak 7 orang dari berbagai lembaga/instansi terkait. Dengan teknik pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif, Interpretative structural modelling (ISM). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 8 Lembaga yang berperan dalam pemasaran produk pangan olahan lokal di kota Tarakan adalah (1) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (2) UMKM Center (3) Dinas Kesehatan (4) Gerai Pangan (5) Toko/Café Swasta (6) Ekspedisi (JNE/JNT) (7) Dinas ketahanan pangan dan pertanian (8) Dinas Pariwisata. 5 tingkatan level sesuai dengan hasil Reachability Matrix (RM) yang telah dianalisis bahwa lembaga di level 5 dengan bobot driver power paling besar (DP = 1,00) adalah lembaga kunci yaitu Toko/Café Swasta dan Dinas Kesehatan. Level 4 dengan bobot driver power (DP=0,88) adalah Gerai Pangan dan UMKM center, level 3 dengan bobor driver power (DP=0,75) yaitu Dinas koperasi, Usaha kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan. Kemudian lembaga-lembaga yang berada di posisi level 2 dengan bobot driver power (DP=0,38) yaitu dinas pariwisata dan ekspedisi (JNT/JNE) serta di posisi level 1 dengan bobot driver power (DP=0,13) adalah dinas ketahanan pangan dan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UMKM Qobidh menghadapi berbagai permasalahan di masa pandemi Covid 19 terkait dengan pemasaran produk pangan olahan lokal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal pada UMKM Qobidh. (2) Untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran pada UMKM Qobidh di masa pandemi. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan key informan yaitu pihak internal UMKM Qobidh diantaranya pemilik dan dua karyawan. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT, dan Matriks SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal UMKM Qobidh berupa kekuatan yaitu : memiliki berbagai macam varian rasa, tidak menggunakan bahan pengawet, kualitas produk terjaga, kegiatan promosi menggunakan media online, harga produk keripik Qobidh lebih murah, sedangkan untuk kelemahan yaitu : produk mudah hancur, kurangnya kegiatan promosi, informasi pada kemasan kurang jelas, produk menjadi tidak renyah jika terkena angin terus-menerus, kurangnya tenaga kerja, dan modal usaha. Faktor eksternal meliputi peluang yaitu: adanya pelanggan tetap, adanya dukungan dari pemerintah, digemari masyarakat lokal yang menyukai camilan, media online dijadikan sebagai alat kegiatan promosi, sedangkan ancaman : banyak pesaing sesama UMKM, perubahan selera konsumen, harga bahan pelengkap dan pendukung berfluktuatif. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi UMKM Qobidh berada di kuadran I yang artinya mendukung strategi agresif. Strategi yang dapat digunakan UMKM Qobidh yaitu strategi S-O dengan menggunakan berbagai macam varian rasa, tidak menggunakan bahan pengawet, harga produk yang lebih murah, kemasan produk praktis, serta menggunakan media online sebagai alat kegiatan promosi, memanfaatkan adanya dukungan pemerintah dan pelanggan tetap.