Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Potret
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Penggunaan Potret Artis Sebagai Cover Novel Fanfiksi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan potret artis yang digunakan sebagai cover novel fanfiksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UUHC”) serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum dan upaya hukum terhadap potret. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang dipergunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa perlindungan diberikan untuk memotivasi dan mendorong pencipta untuk berkreatifitas serta memberikan pemahaman kepada masyarakat suatu karya cipta potret merupakan ciptaan yang dilindungi UUHC dengan bentuk perlindungan hukum yakni bentuk hukum preventif dan represif. Perbuatan yang melanggar hak cipta potret yang digunakan secara komersial tanpa adanya hak dan izin dari pencipta dan pemegang hak cipta dapat mengajukan gugatan secara perdata melalui pengadilan niaga dan gugatan pidana sebagai upaya terakhir serta dapat melakukan upaya hukum diluar pengadilan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa yang terdiri dari konsultasi, negosiasi, mediasi, dan konsiliasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 262 K/PDT.SUS-HKI/2016 TERKAIT PENGGUNAAN POTRET UNTUK DIKOMERSILKAN

2021•

Hak cipta yang dilindungi di Indonesia adalah hak cipta dalam bentuk pengetahuan, seni, sastra salah satunya potret. Potret menurut Undang-undang hak cipta adalah karya cipta dalam bentuk gambar visual yang objeknya manusia. Potret pada era media sosial seperti sekarang menjadi hal vital bagi kehidupan munculnya media sosial seperti facebook, twitter, Instagram, whatsapp dan lain-lain dan hal ini menjadikan potret yang seharusnya menjadi milik pribadi dapat dikonsumsi ataupun dimiliki khalayak umum. Dalam hal inilah yang memicu penyalahgunaan potrret sebagai sarana promosi. Permasalahan yang diangkat dari kasus ini 1. Dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perdata nomor 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016, 2. Akibat hukum putusan Mahkamah Agung Nomor 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016 bagi para pihak, tujuan dari penelitian ini 1. Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perdata nomor 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016, 2. Untuk mengetahui akibat hukum dari putusan Mahkamah Agung Nomor 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016 bagi para pihak yang bersangkutan. Dasar pertimbangan hakim Mahkamah Agung menyatakan bahwa tergugat terbukti telah melakukan pelanggaran hak cipta potret dan berakibat hukum dengan mengganti rugi kepada penggugat sesuai dengan amar putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim. Penelitian ini dilakukan dengan tipe penelitian yaitu normatif dengan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan Kasus (Staute Case), dan Pendekatan Konseptual (Conseptual Approach). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa PT Siloam Internasional Hospitals, Tbk telah melakukan pelanggaran hak cipta yaitu penggunaan potret untuk dikomersilkan dan berakibat hukum yang dilakukan atas perbuatan tersebut adalah permintaan ganti rugi karena potret memiliki nilai ekonomi. Copyright protected in Indonesia is copyright in the form of knowledge, art, literature, one of which is portrait. Portraits according to copyright law are copyright works in the form of visual images with human objects. Portraits in the era of social media, as they are now, are vital for the emergence of social media such as Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp and others and this makes portraits that should be private property can be consumed or owned by the general public. In this case, it triggers the abuse of potrret as a means of promotion. The issues raised from this case 1. Based on the judge's consideration in deciding civil case number 262 K/Pdt.Sus-HKI /2016, 2. The legal consequences of the Supreme Court decision Number 262 K /Pdt.Sus-HKI/2016 for the parties, the objective From this research 1. To find out the basis for the judge's consideration in deciding civil case number 262 K/Pdt.Sus-HKI /2016, 2. To find out the legal consequences of the Supreme Court decision Number 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016 for the parties concerned. The basis for the consideration of the judges of the Supreme Court stated that the defendant was proven to have violated portrait copyright and had legal consequences by compensating the plaintiff in accordance with the ruling handed down by the Panel of Judges. This research was conducted with the type of research, namely normative with a statutory approach (statute approach), a case approach (static case), and a conceptual approach (conceptual approach). Based on the results of the study, it was concluded that PT Siloam Internasional Hospitals, Tbk had committed copyright infringement, namely the use of portraits to be commercialized and the legal consequence for this act was a request for compensation because the portrait had economic value.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA POTRET MELALUI BLOGGING

2021•

Hak Kekayaan Intelektual adalah suatu bentuk penghargaan terhadap karya intelektual seseorang dan hak yang muncul dari karya. Potret merupakan karya cipta yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Permasalahan yang diangkat pertama yaitu bentuk perlindungan hukum terhadap pencipta potret. Kedua, upaya perlindungan hak ekonomi terhadap pencipta potret. Tujuan dari studi ini yakni untuk memahami perlindungan hukum terkait potret dari orang lain yang digunakan untuk promosi di jejaring sosial tanpa ijin serta sanski yang ditegakkan untuk menanggulangi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan hukum atau data sekunder. Bahan hukum yaitu peraturan perundang-undangan data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum internasional. Data dan kamus. Pendekaan yang dilakukan yaitu pendekatan perundang-undangan (Statue approach) pendekatan konsepsual (Conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemegang hak cipta potret khususnya tehadap blogging harus penerima lisensi perjanjian berbentuk tertulis pada penggunaan hasil karya potret untuk kepentingan promosi komersial dan Perjanjian lisan adanya kesepakatan untuk mengikatkan diri dari perjanjian yang telah dibuat dan hak ekonomi pemberian royalty yang dimiliki oleh pengarang. Vietho amadio mardani NPM. 16.405010.02 the legal protection against the creator of the portrait via blogging. Intellectual property rights are a form of appreciation for one's intellectual work and a right that emerges from works. Portraits are a copyright protected by statute no. 28 of 2014 on copyright. The first issue was the legal protection against the creator of the portrait. Second, the attempt to protect economic rights against the creator of the portrait. The purpose of this study is to understand the protection of the law regarding portraits of others that are used for promotion on an unlicensed social network and sanski set up to address the problem. The study employed a normative-a juridical research method, a legal study conducted by the study of legal materials or secondary data. Legal ingredients are data legislation obtained in international sources of law. Data and dictionary. The stageapproach approach (statue approach) is the conceptual approach of approach. Based on the research, the copyright holder of the portrait particularly is blogging should be the recipient of the written agreement on the use of the portraits for commercial promotion and oral agreement agreement to the binding of the covenants and royalty privileges owned by the author.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail