Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Perlawanan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembelaan diri kepolisian terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk pemebelaan diri anggota Polri terhadap perlawanan pelaku pembunuhan. Serta untuk mengetahui Faktor yang Menyebabkan Dilakukan Diskresi Kepolisian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer, data sekunder dan data nonhukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah secara observasi dan wawancara . Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa Tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan kekerasan terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum dan batasan tindakan pembelaan diri oleh anggota kepolisian dalam situasi tersebut, serta menelaah penerapan prinsip proporsionalitas dan legalitas dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian dibenarkan sepanjang memenuhi unsur-unsur pembelaan terpaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 49 KUHP. Namun, dalam praktiknya, sering terjadi perdebatan mengenai ekses penggunaan kekuatan yang dianggap berlebihan. Oleh karena itu, perlu adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta pelatihan yang berkelanjutan bagi aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. Penegakan hukum yang berimbang antara kepentingan keamanan dan keadilan menjadi kunci dalam mewujudkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Hukum Perlawanan Pihak Ketiga (Derden Verzet) Terhadap Eksekusi Putusan Perkara Perdata (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Malang Nomor : 266/Pdt.Plw/2014/PN Mlg)

2025•

This study aims to determine the Legal Review of Third Party Resistance (Derden Verzet) Against the Execution of Civil Case Decisions (Case Study of Malang District Court Decision Number: 266 / Pdt.Plw / 2014 / PN Mlg). As well as to find out the Implementation of third party resistance lawsuits against the execution of court decisions and to find out the Judge's Considerations in the PN Decision Number: 266 / Pdt.Plw / 2014 / PN Mlg in conjunction with the PT Decision Number: 09 / PDT / 2016 / PT SBY which decided the derden verzet case against execution. This case involves a third party who claims legal ownership of the land and building (Certificate of Ownership Number 1734) based on the Deed of Sale and Purchase Agreement and the opponent has not made payment. However, the Malang District Court Decision Number 266/Pdt.Plw/2014/PN Mlg in this case was later annulled by the Panel of Judges at the Surabaya High Court through Decision Number 09/PDT/2016/PT SBY. All data obtained in the research, both primary and secondary data will be analyzed using qualitative analysis techniques. In addition, it is described, by examining the existing problems, describing, outlining and explaining the problems related to this research. This research uses a normative legal research method. Based on the research results, the author concludes that the resistance of the third party should not be accepted because the third party is not the legal owner of the certificate, the agreement is only binding and has not been transferred. If the object of the sale and purchase is land, it must comply with regulations relating to land rights, and in accordance with Article 37 paragraph (1) of Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration. This shows a lack of caution on the part of the judge in considering the main arguments of the third party's resistance in the District Court.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail