Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Nakayasu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DEBIT TERHADAP TINGGI MUKA AIR PADA SALURAN PEMBAWA EMBUNG RAWASARI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN HEC-RAS.

2023•

.Menurut informasi bencana yang didapat dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan V, wilayah yang terdampak banjir tahun 2023 salah satunya Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Harapan. Penyebabnya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi serta durasi yang cukup lama mengakibatkan meningkatnya aliran debit air sungai Rawasari dan Bengawan sehingga, volume air sungai meluap karena tidak mampu menampung debit air. Berdasarkan permasalahan tersebut debit air yang meningkat mempengaruhi tinggi muka air pada saluran pembawa Embung Rawasari Kota Tarakan. Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi dan analisis hidraulika dimana, debit banjir kala ulang yang telah dianalisis akan dimodelkan dalam bentuk satu dimensi menggunakan software HEC-RAS untuk mengetahui tinggi muka air. Hasil penelitian ini diketahui debit banjir metode HSS Nakayasu untuk Q2 sebesar 15,348 m3/d, Q5 sebesar 17,612 m3/d, Q10 sebesar 18,647 m3/d, Q25 sebesar 19,615 m3/d, Q50 sebesar 20,164 m3/d, dan Q100 sebesar 20,602 m3/d sedangkan HSS Snyder untuk Q2 sebesar 16,250 m3/d, Q5 sebesar 18,652 m3/d, Q10 sebesar 19,749 m3/d, Q25 sebesar 20,776 m3/d, Q50 sebesar 21,358 m3/d, dan Q100 sebesar 21,823 m3/d. Hasil tinggi muka air maksimum berdasarkan analisis software HEC-RAS diperoleh elevasi dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun berturut-turut, untuk metode HSS Nakayasu 20,05 m, 20,34 m, 20,48 m, 20,51 m, dan 20,54 m sedangkan HSS Snyder 20,10 m, 20,43 m, 20,50 m, 20,56 m, 20,60 m, dan 20,62 m.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Normalisasi Sungai Lapri Untuk Pengendalian Banjir

2021•

.STUDI NORMALISASI SUNGAI LAPRI UNTUK PENGENDALIAN BAJIR Abstrak Desa Lapri terletak di Kabupaten Nunukan Sebatik Utara, dimana ketika musim hujan, sering terjadinya banjir/peluapan air yang di akibatkan sungai di Desa Lapri sudah tidak dapat menampung besarnya debit air sehingga terjadinya banjir. Penyebab terjadinya banjir di derah Aliran Sungai Lapri diakibatkan beberapa titik aliran Sungai Lapri terjadinya sedimentasi, longsor, dan penyumbatan aliran drainase. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir eksisting Sungai Lapri dan dimensi saluran eksisting Sungai Lapri yang dapat mengalirkan debit banjir. Dari hasil analisis perhitungan diperoleh debit banjir rencana metode Nakayasu, dengan periode ulang 100 tahun (Q100) sebesar 86.947 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis perhitungan, maka diperoleh debit banjir exsisting Sungai Lapri, untuk masing-masing STA sebagai berikut, STA 10 = 87.742 m3/detik, STA 9 = 87.953 m3/detik, STA 8 = 88.192 m3/detik, STA 7 = 88.481 m3/detik, STA 6 = 87.912 m3/detik, STA 5 = 88.028 m3/detik, STA 4 = 87.532 m3/detik, STA 3 = 87.730 m3/detik, STA 2 = 88.233 m3/detik, STA 1 = 87.874 m3/detik dan STA 0 = 88.624 m3/detik. Dari hasil debit tersebut, diperoleh dimensi penampang saluran Sungai Lapri yang mampu mengalirkan debit banjir rencana, dengan tinggi bagunan (h) = 5.37 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1.64 m, dan lebar bawah saluran (b) = 6.20 m. Kata kunci : Debit Banjir, Nakayasu, dan Sungai Dosen Pembimbing, Rosmaliah Handayani, S.T.,M.T NIDN 1108087901 LAPRI RIVER NOR A STUDY OF LAPRI RIVER NORMALIZATION FOR CONTROLLING OF FLOOD Abstract Lapri Village was located in North Sebatik Nunukan district. The flood often occurred there because Lapri river Village was unable to accommodate the amount of water discharge during the rainy season. The flood in the Lapri River Basin area was caused by sedimentation, landslides, and drainager blockage along Lapri River flow. This study aimed to determine the existing flood discharge and dimensions of existing Lapri River channel capable of draining the flood discharger. The result of analysis showed that planned flood discharger using the Nakayasu method with a return period of 100 years (Q100) was 86,947 m3/second. Thus, the existing flood discharger of Lapri River for each STA were found as follows : STA 10 was 87,742 m3/second, STA 9 was 87,953 m3/second, STA 8 was 88,192 m3/second, STA 7 was 88,481 m3/second, STA 6 was 87,912 m3/second, STA 5 was 88,028 m3/second, STA 4 was 87,532 m3/second, STA 3 was 87,730 m3/second, STA 2 was 88,233 m3/second, STA 1 was 87,874 m3/second and STA 0 was 88,624 m3/second. Based on the discharger results, Lapri River channel’s cross-sectional dimensions were capabe of draining flood discharger with 5,37 m building height, 1,64 m guard height, and 6,20 m channel of bottom width. Keywords: Flood Discharge, Nakayasu, and River MALIZATION STUDY FOR FLOOD CONTROL Abstract Lapri Village is located in Nunukan Sebatik Utara Regency, where during the rainy season, frequent flooding / overflow of water caused by the river in Lapri Village cannot accommodate the amount of water discharge resulting in flooding. The cause of flooding in the area of the Lapri River was due to several flow points of the Lapri River, sedimentation, landslides, and blockage of drainage flow. This study aims to determine the existing flood discharge of the Lapri River and the dimensions of the existing Lapri River channel that can drain the flood discharge. From the analysis of the calculation of flood discharge plan Nakayasu method, with a 100-year return period (Q100)of 86 947 m3/ sec. Based on the analysis of calculation, the obtained debit flood exsisting River Lapri, for each STA as follows, STA 10 = 87 742 m3/ sec, STA 9 = 87 953 m3/ sec, STA 8 = 88 192 m3/ sec, STA 7 = 88 481 m3/ sec, STA 6 = 87 912 m3/ sec, STA 5 = 88 028 m3/ sec, STA 4 = 87 532 m3/ sec, STA 3 = 87 730 m3/ sec, STA 2 = 88 233 m3/ second, STA 1 = 87 874 m3/ sec and STA 0 = 88 624 m3/ sec. From the results of the discharge, it is obtained that the cross-sectional dimensions of the Lapri River channel are able to flow the planned flood discharge, with building height (h) = 15.37 m, with guard height (W) = 1.64 m, and channel bottom width (b) = 6.20 m.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI POTENSI TERJADINYA PELUAPAN ALIRAN PADA SUNGAI KAMPUNG BUGIS DAN SUNGAI MAHAKAM KAMPUNG EMPAT KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai-sungai yang ada di wilayah Tarakan saat musim penghujan tiba di beberapa titik mengalami peluapan aliran, dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi, limbah rumah tangga dan pendangkalan sungai (Sedimentasi). Pada Sungai Kampung Bugis dan Sungai Mahakam Kampung Empat saat hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi serta durasi waktu yang cukup lama, pada kedua sungai ini sering terjadi peluapan aliran. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi terjadinya peluapan aliran dan faktor penyebab terjadinya peluapan aliran pada Sungai Kampung Bugis dan Sungai Mahakam Kampung Empat dengan menggunakan software HEC-RAS. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi dengan software HEC-RAS di sungai Mahakam Kampung Empat pada 10 Stasiun (STA) yang dianalisis diperoleh debit maksimum dengan nilai (QAliran+Q100th) = 34,18 m3/dtk dan (QSaluran) = 92,89 m3/dtk. Dari hasil tersebut didapatkan perbandingan bahwa (QAliran+Q100th) (QSaluran) yang berarti saluran dapat menampung debit yang mengalir, tetapi masih terjadi potensi peluapan aliran pada waktu pasang dan hujan. Sedangkan di sungai Kampung Bugis pada 10 Stasiun (STA) yang dianalisis diperoleh debit maksimum dengan nilai (QAliran+Q100th) = 51,44 m3/dtk dan (QSaluran) = 41,58 m3/dtk. Dari hasil tersebut didapatkan perbandingan bahwa (QAliran+Q100th) > (QSaluran) yang berarti saluran tidak dapat menampung debit yang mengalir. Adapun faktor terjadi peluapan aliran dikarenakan adanya sedimentasi di sepanjang alur sungai dan curah hujan yang cukup tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail