Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kualitas Tanah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualias Tanah Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Pulau Tanjung Karis Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada sistem tambak tradisional yang masih sangat bergantung pada kondisi alami tanah dan perairan. Tanah dasar tambak berperan sebagai media penampung bahan organik, penyedia unsur hara, serta tempat berlangsungnya proses biogeokimia yang memengaruhi kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah tambak budidaya udang windu di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tiga stasiun, yaitu Stasiun 1 dan Stasiun 2 sebagai petak tambak, serta Stasiun 3 sebagai area kontrol di luar tambak. Sampel tanah diambil secara komposit, kemudian dianalisis terhadap parameter pH tanah, potensial redoks, tekstur tanah, bahan organik, C-organik, kapasitas tukar kation, fosfat, dan nitrat. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai kisaran, rata-rata, standar deviasi, serta dibandingkan dengan baku mutu dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam, dengan pH H₂O berkisar 3,76–4,26 dan pH KCl berkisar 3,51–4,11. Nilai potensial redoks berada pada kondisi oksidatif, yaitu 210,98–263,77 mV. Tekstur tanah didominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan bahan organik berkisar 2,93–6,29%, C-organik 1,70–3,65%, KTK 13,94–19,63 me/100 g, fosfat 13,39–21,06 mg/kg, dan nitrat 33,17–70,15 mg/kg. Secara umum, kualitas tanah tambak di Pulau Tanjung Karis masih memiliki beberapa faktor pembatas, terutama pH tanah yang sangat masam, C-organik yang rendah, serta akumulasi fosfat dan nitrat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah tambak secara berkelanjutan untuk mendukung budidaya udang windu yang optimal. Kata kunci: kualitas tanah, tambak tradisional, udang windu, Penaeus monodon, Pulau Tanjung Karis Abstract Soil quality is one the key factors determining the succes of giant tiger shrimp (Penaueus monodon) farming, particuraly in traditional pons system that remain heavily depedent on natural soil and water conditions. The pond bottom soil serves as a medium for storing organic matter, a source of nutrients, and a site for biogeochemical processes that influence the quaity of the farming environment. This study aims to analyze the soil quaity of giant tiger shrimp farming ponds on Tanjung Karis Island, Bulungan Regency. The Study was conducted from January to March 2026 using a quantitative descripitve method at three stations: Station 1 and Station 2 as aquaculuture plots, and Station 3 as a control area outside the farming ponds. Soil samples were collected as composite samples and then analyzed for soil pH, redox potensial, soil texture, organic matter, organic carbon, cation exchange capacity, phospate and nitrate. The data were analyzed descriptively using range, mean and standard deviation, and compared with quality standards and relevant literarture. The results of the study show that the soil pH is classified as highly acidic, with H₂O pH ranging from 3.76 to 4.26 and KCI ph ranging from 3.51 to 4.11. The redox potential values indicate oxidative conditions, ranging from 210.98 to 263.77 mV. The soil texture is dominated by silt and clay fractions, while organic matter ranges from 2.93-6.29%, organic carbon 1.70-3.65%, cation exchange capacity (CEC) 13.94-19.63 me/100 g, phosphate 13.39-21.06 mg/kg, and nitrate 33.17-70.15 mg/kg. In general, the quaity of pond soil on Tanjug Karis Island is still limited by several factors, particularly and nitrate. Therefore, sustainable management of farming ponds is necessary to support optimal giant tiger shrimp farming. Keywords: Soil Quality, Traditional Shrimp Ponds, Giant Tiger Shrimp, Penaeus monodon, Tanjung Karis Island

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Air dan Tanah Pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Tambak Tradisional

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian yang berjudul Analisis Kualitas Air dan Tanah Pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Tambak Tradisional dilakukan di Kota Tarakan pada tanggal 8 Agustus 2024 sampai dengan 8 Oktober 2024 dengan tujuan untuk menganalisis kualitas air dan tanah pada tambak udang tradisional dan membandingkannya dengan standar ideal yang ditetapkan dalam Permen KKP No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air secara in-situ, ditemukan bahwa nilai parameter seperti pH dan alkalinitas belum mencapai nilai optimal sesuai standar, sedangkan hasil pengukuran kualitas air secara ex-situ ditemukan bahwa nilai amoniak, nitrat, nitrit, dan fosfat belum mencapai nilai optimal untuk kegiatan budidaya udang secara tradisional. Parameter kualitas air berdasarkan hasil pengukuran kualitas air diperoleh nilai suhu 30-35 ◦C, salinitas 9-16 ppt, pH 5-8, alkalinitas 40,35-71,6 mg/L, amoniak 0,06 mg/L, nitrat 0,8 mg/L, nitrit 1,06 mg/L, nitrit 0,8 mg/L dan fosfat 0,5 mg/L. Tambak tradisional ini tidak ideal untuk kegiatan budidaya udang windu seperti pH tanah, bahan organik, potensial redoks, suhu, pH air, alkalinitas, nitrat, nitrit, fosfat, dan nilai amoniak yang belum sesuai dengan Permen KKP No. 75 Tahun 2016.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS TANAH TERHADAP PRODUKSI TAMBAK DI PULAU MANGKUDULIS KABUPATEN TANA TIDUNG, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Mangkudulis merupakan salah satu daerah di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara, memiliki potensi perikanan yang cukup besar, khususnya perikanan budidaya tambak tradisional udang windu. Secara umum, faktor lingkungan yaitu kualitas tanah akan mempengaruhi kualitas air tambak. Permasalahan kualitas air dalam tambak umumnya bermula dari kualitas tanah, seperti pH, reaksi redoks, kandungan C organik, N total, rasio C/N, Fe, Mn, Al, dan tekstur tanah. Tujuan dari penelitian ini Menguji parameter kualitas tanah tambak dengan Menganalisis kualitas tanah terhadap. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yaitu dari bulan Agustus hingga September 2022, di tambak udang windu pulau Mangkudulis Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Sampel tanah dianalisis pada Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Data kuantitatif dari pengukuran kualitas tanah dianalisis dengan metode statistik menggunakan Ms. Excel untuk mendapatkan minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi. Hasil pengukuran kualitas tanah tambak pulau Mangkudulis Kabupaten Tanah Tidung menunjukkan bahwa, kualitas tanah tambak bersifat asam dengan nilai pH 6.02; pH_2 O yaitu 4.07, dan pH_kcl yaitu 3.78, yang berkorelasi terhadap nilai potensial redoks, bahan organik, kandungan Al, Fe, dan Mn. Hasil kualitas tanah tersebut menjadi faktor penurunan produksi tambak udang windu di Pulau Mangkudulis Kabupaten Tana Tidung. Kata Kunci: Pulau Mangkudulis, Kualitas Tanah, Tambak Tradisional,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail