Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kepekaan Sosial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PERMAINAN GEGALA TERHADAP KEPEKAAN SOSIAL SISWA KELAS X MP 2 SMK NEGERI 2 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepekaan sosial siswa kelas X MP 2 di SMK Negeri 2 Tarakan dipengaruhi oleh layanan bimbingan kelompok yang menggunakan permainan Gegala. Strategi kuantitatif menggunakan desain eksperimen sejati dengan Kelompok Kontrol Pretest-Posttest digunakan. Dari 29 siswa dalam populasi penelitian, 16 dipilih secara acak dan dibagi menjadi dua kelompok: delapan untuk kelompok eksperimen dan delapan untuk kelompok kontrol. Skala Likert, yang mencakup tiga komponen dan berdasarkan tanda dari Scott (1991), digunakan untuk mengukur kepekaan sosial. 1) Morality; 2) Prosocial; dan 3) Emphati. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 21.0 for Windows. Temuan analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi kelompok eksperimen adalah 0,004 (kurang dari 0,05), sedangkan kelompok kontrol adalah 0,002 (juga kurang dari 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kedua kelompok kurang dari 0,05. Lebih lanjut, hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan bahwa kepekaan sosial siswa pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol, yang mendukung penerimaan hipotesis penelitian. Dengan demikian, kepekaan sosial siswa kelas X MP 2 di SMK Negeri 2 Tarakan dipengaruhi oleh layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan gegala.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI BUDAYA TARIAN MA’BADONG SEBAGAI PENGUATAN KEPEKAAN SOSIAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian tarian ma’badong merupakan salah satu jenis tarian yang didalamnya terdapat nilai kepekaan sosial yang meliputi empati, kerjasama, solidaritas, kepedulian, sikap tolong yang dilihat dari tari ma’badong. Suku Toraja melakukan Ma’Badong dalam upacara Rambu Solo’, karena orang Toraja begitu peduli antara satu dengan yang lain khususnya ketika sanak saudara, kerabat atau siapa pun di antara mereka mengalami kedukaan. penelitian ini menguraikan bahwa dengan adanya tarian ma’badong ini dapat meningkatkan pemahaman kepekaan sosial masyarakat suku toraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ma’badong sebagai penguatan kepekaan sosial. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun tempat penelitian ini yaitu di Jl. P. Aji Iskandar, Rt. 18 No. 22, Juata Laut, Kec. Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada saat acara kedukaan suku toraja. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan mei sampai juni. Penelitian ini adalah untuk mendaptkan data yang terdiri dari wawancar, observasi, dokumentasi, dan triangulasi atau gabungan. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti dan penari tarian ma’badong dan di lihat terdapat adanya nilai-nilai kepekaan sosial yang terkandung dalam tarian tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjabarkan atau menjelaskan secara terperinci bahwa dalam tarin ma’badong ini memiliki nilai-nilai kepekaan sosial dengan indikator sebagai berikut memiliki rasa empati, rasa simpati, rasa tolong menolong. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Kecamatan Tarakan Utara di Jl. P.Aji iskandar,Juata Laut secara umum menggambarkan bahwa dalam tarian ma’badong ini memiliki nilai kepekaan sosial yang dapat di jadikan sebagai acuan atau pendoman sebagai penguatan kepekaan sosial dalam masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Permainan Bentengan Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur antara lain, sistem agama dan politik, adat-istiadat, Bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni. Berbicara mengenai budaya dan kebudayaan, di Indonesia sendiri memiliki keberagaman jenis budaya daerah dengan unsur-unsur tertentu. Jenis-jenis kebudayaan salah satunya adalah permainan tradisional. Indonesia memiliki banyak permainan tradisional salah satunya adalah permainan Bentengan. Bentengan adalah permainan tradisional yang memerlukan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang jitu. Inti dari permainan ini adalah menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ dari lawan. Permainan bentengan ini memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah meningkatkan kepekaan sosial. Kepekaan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi- reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkan baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bentengan sebagai upaya meningkatkan kepekaan sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan design pre eksperimental menggunakan teknik purposive sampling dengan populasi seluruh siswa kelas VIII sebanyak 288 siswa dan sampel sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan instrumen penelitian. Adapun gambaran hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pre-test dan post- test pada indikator pengambilan perspektif, fantasi dan emphatic concern/perhatian mengalami perubahan nilai ditunjukkan dengan peningkatan kepekaan sosial siswa pada saat pemberian post-test.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail