ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan terkait perbandingan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kemampuan akademik siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pertama, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung? Kedua, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan yang sedang? Ketiga, apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan sedang terhadap kemampuan berpikir kritis siswa? Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, hasil uji Mann-Whitney test antara model pembelajaran diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,456>0,05. Maka hipotesis ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, hasil uji Mann-Whitney test antara kemampuan akademik siswa diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0010,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi. Ketiga, hasil uji kruskal-wallis test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0070,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Kemampuan Berpikir Kritis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas X di SMA Muhamadiyah Boarding School Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret selama dua pertemuan dan sampel yang digunakan adalah X mia 1 (kelas eksperimen) dan X mia 2 (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes formatif berupa 30 soal pilihan ganda serta dokumentasi. Uji Normalitas menunjukkan nilai sig ≥ 0.05 yang berarti sampel berdistribusi normal, uji Homogenitas menunjukkan nilai 0,185 dan 0,140 (sig ≥ 0,05) yang berarti data bersifat homogen. Hasil penelitian menggunakan Analisis Of Covariance (Anakova) menunjukkan bahwa model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) berpengaruh terhadap hasil belajar sudah layak/benar dilihat dari nilai sig 0,000 ( 0,05) dengan nilai F sebesar 46.981 (corrected model) pada tabel (tests of between-subjects effects) nilai signifikan 0,000 (p0,05) yang berarti bahwa H0 ditolak. Peranan “kovariat” dalam menentukan perbedaan rata-rata kelas tersebut dapat dilihat dari nilai variabel preetest nilai sig sebesar 0,166 (> 0,05). Dengan demikian dalam model anakova ini peranan kovariat preetest tidak signifikan. Abstract : This research aimed to figure out the influence of Learn On Delivery (Leader) learning model on biology learning outcomes of Grade X students at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. The research employing Quasi Experimental method with a Non Equivalent Control Group Design was conducted in March for two meetings with the samples of X mia 1 (experimental class) and X mia 2 (control class). The data were collected using observations, formative tests in the form of 30 multiple choice questions, and documentation. The normality test shows tha significance value was 0.05, meaning that the samples were normally distributed. The homogeneity tests shows the value of 0.185 and 0.140 (sig 0.05), meaning that the data is homogeneous. The research results based on the Analysis of Covariance (anacova) show that Learning On Delivery (Leader) learning model which influenced learning outcomes was feasible seen from the sig value of 0.000 ( 0.05) with F value of 46.981 (corrected model) in the table (tests of between-subjects effects) with the significant value of 0.000 (p0.05), meaning that H0 was rejected. The role of “covariates” is determining the class average differences could be seen from pretest scores in which the significance value was 0.166 (> 0.05). Thus, in this anacova model, the role of covariate in pretest was not significant.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match berbantuan Media Audio Visual pada siswa kelas III A SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian, 36 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian yaitu lembar penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match Berbantuan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III A SDN 016 Tarakan. Siklus I ketuntasan hasil Belajar siswa (Kognitif) 64%, siklus II menjadi 83%. Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (afektif) 88%, siklus II meningkat secara signifikan menjadi 100%. Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (Psikomotorik) 88%, siklus II meningkat secara signifikan menjadi 100%. Maka penelitian dikatakan sudah berhasil dan sesuai dengan indikator keberhasilan.