ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis penting di Kalimantan Utara. Budidaya pengemukan kepiting bakau telah dilakukan di daerah ini. Penggemukan kepiting dapat dilakukan terhadap kepiting bakau jantan dan betina dewasa tetapi dalam keadaan kosong/kurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai pakan non ekonomis pada budidaya penggemukan kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan tersebut antara lain: Perlakuan A penggunaan ikan mujair, Perlakuan B penggunaan temburungun, Perlakuan C penggunaan Udang krosok. Hewan uji yang digunakan yaitu kepiting bakau yang beratnya 150-200 gr sebanyak 15 ekor berkelamin jantan. Hasil pertumbuhan bobot mutlak yang terbaik didapatkan pada perlakuan C dengan penambahan bobot rata-rata akhir yakni 12,7 gram, selanjutnya perlakuan B dengan penambahan rata-rata akhir yakni 9 gram, dan perlakuan A dengan penambahan bobot rata-rata akhir yakni 7 gram. Berdasarkan analisa sidik ragam anova menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan nyata antar perlakuan pada pertumbuhan bobot kepiting. Survival rate untuk semua perlakuan sebesar 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hias merupakan salah satu usaha budidaya perikanan yang memiliki potensi besar dan sudah dikenal masyarakat sejak era 60-an. Ikan cupang juga merupakan komoditas ikan hias yang potensial karena memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta Sp). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna yang dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (Tubifex sp) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,30 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 1,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan cupang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (Tubifex sp) dengan nilai 9. Berdasarkan penelitia ini, pemberian pakan alami Tubifex sp memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan cupang dibanding jenis pakan alami lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntungkan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan alami yang berbeda (Tubifex, Artemia salina, Daphia sp dan Moina) terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta untuk mengetahui jenis pakan alami yang baik bagi pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan: F-999, Tubifex sp, Moina sp, Daphnia sp, Artemia sp. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan P5 Artemia sp 4,8 gram dan berat terendah pada P1 F-999 2,73 gram, Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan P5 Artemia sp 2,15 gram dan pertumbuhan panjang terendah pada P1 F-999 1,52 gram, Tingkat kelangsungan hidup (SGR) tertinggi pada perlakuan P5 2,25 dan tingkat kelangsungan hidup terendah P3 1,97, Survival Rate tertinggi pada perlakuan 98,33 dan Survival Rate terendah pada perlakuan P3 96,89. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P1: Komersil f-999 (Kontrol) P2: Tubifex sp P3: Moina sp P4: Daphnia sp P5: Artemia salina. berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Berat mutlak dan Tingkat Kelangsungan Hidup (SGR), sedangkan Panjang mutlak dan Survival Rate tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa pemberian pakan alami Artemia sp memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya ikan nila adalah rendahnya pertumbuhan ikan yang disebabkan oleh pemberian pakan yang mangandung energi tinggi tetapi tidak mampu dicerna oleh ikan. Pemanfaatan pakan komersil sebagai pakan terhadap pertumbuhan ikan nila kurang efektif karena pakan tersebut masih kompleks sehingga membutuhkan energi untuk diuraikan menjadi lebih sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam one way ANOVA. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 4 dengan nilai bobot mutlak sebesar 14 gram, Panjang mutlak sebesar 2,4 cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,4%, kelangsungan hidup sebesar 87,92% dan ration konversi pakan sebesar 2,1. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pengaruh pemberian pakan buatan dari kombinasi tepung buah pepaya dan tepung daun pepaya terhadap pertumbuhan ikan nila tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya untuk parameter panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup sedangkan berat mutlak dan ration konversi pakan berbeda nyata disetiap perlakuannya. Kata kunci: Pakan Buatan, Kombinasi Tepung Buah Pepaya dan Tepung Daun Pepaya, Pertumbuhan Ikan Nila.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemberian pakan alami yang berbeda dapat merangsang tubuh kepiting bakau untuk melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap percepatan moulting kepiting bakau (Scylla sp). Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (pemberian pakan Rucah), Perlakuan 3 (pemberian pakan cumi-cumi), Perlakuan 4 (pemberian pakan kepiting karacca). Berdasarkan hasil penelitian, kepiting bakau perlakuan kontrol (mutilasi) dapat moulting secara seluruhnya pada hari ke 19-23, sedangkan pada perlakuan lainnya belum mengalami moulting hingga akhir penelitian. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat bobot badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan perlakuan yang berbeda, didapatkan hasil pada perlakuan kontrol PM (Mutilasi dengan pakan ikan Rucah) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi), PK (Pakan Karaca), ( p 0.05 ). Sedangkan antara perlakuan PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi) dan PK (Pakan Karaca) tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan rucah dengan mutilasi memberikan hasil terbaik pada proses percepatan moulting kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan tanpa proses mutilasi. ABSTRACT Giving different natural food can trigger the body of the mud crab to change its skin or commonly called moulting. This study aims to determine the effect of different natural feeds on the acceleration of moulting of mud crab (Scylla Sp). The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment 1 (Control), treatment 2 (Feeding trash), Treatment 3 (feeding squid), Treatment 4 (feeding karacca crabs). Based on the research, the control treatment (mutilated) mangrove crabs could experience moulting as a whole on days 19-23, while inother treatments they had not experienced moulting until the end of the study. Test Based on variance (ANOVA) showed that the absolute weight growth of mangrove crabs during maintenance for 30 days with different treatments, obtained resultin the PM control treatment (Mutilation with Rucah fish feed) significantly different from other treatments PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed), PK (karaca Feed), (p 0.05). Meanwhile, the PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed) and PK (karaca Feed) treatments were not significantly different. It can be concluded that the feeding of trash with mutilation gave the best results in the accelerated moulting process of mud crabs compared to feeding without the process of mutilation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DARI KOMBINASI TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus) DAN TEPUNG DAUN PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya ikan nila adalah rendahnya pertumbuhan ikan yang disebabkan oleh pemberian pakan yang mengandung energi tinggi tetapi tidak mampu dicerna oleh ikan. Pemanfaatan pakan komersil sebagai pakan terhadap pertumbuhan ikan nila kurang efektif karena pakan tersebut masih kompleks sehingga membutuhkan energi untuk diuraikan menjadi lebih sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam one way ANOVA. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 4 dengan nilai bobot mutlak sebesar 2.97, panjang mutlak sebesar 1.19, laju pertumbuhan spesifik sebesar 2.75, kelangsungan hidup sebesar 83.33% dan konversi pakan sebesar 0.95%. Kesimpulan dari penelitian ini ialan pengaruh pemberian pakan buatan dari kombinasi tepung cacing tanah dan tepung daun pepaya terhadap pertumbuhan ikan nila tidak berbeda nyata pada setiap perlakuannya. Kata kunci: Pakan Buatan, Kombinasi Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dan Tepung Daun Pepaya, Pertumbuhan Ikan Nila.