ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurikulum Merdeka Belajar adalah sebuah kebijakan pendidikan yang diperkenalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Tujuan utama kebijakan ini adalah memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih, mengakses, dan mengelola proses pembelajaran mereka sendiri. Namun, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada efektivitas peran guru dalam memfasilitasi dan membimbing siswa dalam meraih tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan objek yaitu guru kelas fase A yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah lembar observasi dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah terdapat beberapa problematika yang dihadapi oleh guru antara lain: (1) Guru belum sepenuhnya memahami maksud dari kurikulum merdeka dan guru juga masih terbiasa dengan kurikulum 2013; (2) Guru mengalami kesulitan pada proses pembuatan rancangan modul ajar pembelajaran matematika; (3) Alokasi waktu yang tidak tepat saat proses pembelajaran membuat guru tidak dapat melakukan evaluasi pembelajaran; (4) Guru belum mengintegrasikan pembelajaran matematika pada kegiatan P5. Untuk mengatasi problematika tersebut, upaya yang dapat dilakukan guru yaitu mengikuti pelatihan atau seminar mengenai kurikulum merdeka, kolaborasi antarguru, pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan mengatur alokasi waktu dalam rancangan perangkat pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebijakan kurikulum baru yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek pada tahun 2021/2022 yang disebut sebagai kurikulum merdeka telah diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia termasuk di MAN Kota Tarakan. Kebijakan baru tersebut masih perlu dipahami lebih dalam oleh beberapa pihak termasuk guru BK. Sehingga terdapat suatu kebutuhan yang sedikit mendesak dilakukannya penelitian untuk mengetahui serta lebih memahami secara mendalam tentang peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya subjek dan sampel penelitian ini adalah guru BK, Kepala Sekolah dan Wali Kelas. Selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan adalah sebagai fasilitator bagi guru-guru dan pihak lain yang ada di lingkungan sekolah dengan bekerja sama, berkordinasi dan berdiskusi dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses implementasi kurikulum merdeka di sekolah, dan juga sebagai fasilitator dan pembimbing untuk siswa dengan berkolaborasi dalam merencanakan masa depan dan menyelesaikan permasalahannya, kemudian mengembangkan potensi dan bakat siswa serta keterampilan yang dimilikinya, sehingga tujuan dan karakteristik kurikulum merdeka bisa tercapai dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jumriani, 2020, Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SDN 001 Tarakan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing Oleh Muhammad Yunus dan A Wilda Indra Nanna). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 001 Tarakan. Penelitian ini berfokus pada peran kepala sekolah sebagai manager dalam implementasi kurikulum 2013 dan upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai manager dalam implementasi kurikulum 2013. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pengawas sekolah dan guru kelas..teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SDN 001 Tarakan telah menjalankan perannya sebagai manager dalam manajemen kurikulum dan pembelajaran dengan berperan sebagai perencana kurikulum dan pembelajaran, berperan dalam implementasi kurikulum dan pembelajaran serta berperan dalam evaluasi kurikulum dan pembelajaran. Selain menjalankan perannya sebagai manager kepala sekolah SDN 001 Tarakan juga telah melakukan beberapa upaya dalam manajemen kurikulum dan pembelajaran berupa mengikutsertakan guru dalam pelatihan terkait kurikulum 2013 dan rutin melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap guru yang ada di sekolah.