Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: IGD
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INTERVENSI KOMBINASI PIJAT KAKI DAN ZIKIR TERHADAP PERUBAHAN HEMODINAMIK PASIEN HIPERTENSI DI RUANG IGD

2026•

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat menyebabkan perubahan hemodinamik serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan frekuensi napas dapat meningkatkan beban kerja jantung sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Terapi pijat kaki yang dikombinasikan dengan zikir merupakan intervensi komplementer yang memberikan efek relaksasi fisik dan psikologis. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir terhadap perubahan parameter hemodinamik pada pasien hipertensi di ruang IGD. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada tiga pasien dengan diagnosis medis hipertensi yang dirawat di ruang IGD. Intervensi diberikan berupa terapi pijat kaki dan zikir selama ±15 menit, dengan pemantauan sebelum dan sesudah intervensi meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan parameter hemodinamik pada seluruh pasien setelah intervensi, ditandai dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik, penurunan nilai MAP, penurunan frekuensi nadi dan frekuensi napas, serta stabilitas saturasi oksigen yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan parameter hemodinamik pada pasien hipertensi di ruang IGD dan dapat digunakan sebagai terapi pendamping dalam praktik keperawatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LENGTH OF STAY (LOS) DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD dr. H. JUSUF SK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LENGTH OF STAY (LOS) DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD dr. H. JUSUF SK Abstrak Pada setiap alur proses pelayanan di IGD dapat menyebabkan waktu tunggu. Waktu tunggu dari mulai saat pasien datang ke IGD dan dilakukan triase sampai dengan penempatan di ruang rawat inap disebut sebagai Length Of Stay (LOS). LOS yang memanjang menimbulkan kondisi crowding (penumpukan pasien). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan lenght of stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.400 pasien, sehingga sampel adalah 333 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden di dominasi oleh usia responden yang paling banyak adalah usia 18-65 tahun sebanyak 81,7%, sebagian besar jenis kelamin laki-laki 57,4% dan sebagian besar pendidikan SD sebanyak 32,1%. Length Of Stay (LOS) pasien di IGD adalah terdapat kategori cepat sebanyak 51,4% dan kategori lama sebanyak 162 48,6%. Hasil uji bivariat didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan waktu triage dan pemeriksaan radiologi dengan LOS memanjang di IGD. Ada hubungan yang signifikan antara pemeriksaan laboratorium, waktu review dan konsultasi, waktu tunggu transfer dengan LOS memanjang di IGD. Pemeriksaan laboratorium berkaitan erat dengan faktor waktu review dan konsultasi dalam menentukan disposisi akhir rawat inap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON TIME TENAGA KESEHATAN DI RUANG IGD RSU KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Instalasi gawat darurat (IGD) merupakan pintu utama untuk masuknya pasien dengan kondisi emergency. Salah satu indikator keberhasilan penanggulangan pasien gawat darurat adalah kecepatan memberikan pertolongan yang memadai atau respon time. Respon time yang cepat akan tercapai dengan dukungan dari faktor-faktor, baik faktor internal (pelatihan, masa kerja, pendidikan) maupun faktor eksternal (ketersediaan alat dan obat, dan beban kerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan respon time tenaga kesehatan di Ruang IGD RSU Kota Tarakan. Desain dalam penelitian adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 38 tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang IGD RSU Kota Tarakan. Analisis data menggunakan analisis Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara faktor internal (pelatihan dan lama masa kerja), faktor eksternal (ketersediaan alat dan obat-obatan) dengan respon time tenaga kesehatan di RSU Kota Tarakan. Sedangkan, faktor internal (tingkat pendidikan) dan faktor eksternal (beban kerja) tidak berhubungan secara bermakna dengan respon time tenaga kesehatan di RSU Kota Tarakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak rumah sakit agar terus mengikutsertakan petugas dalam berbagai kegiatan pelatihan yang dapat menunjang pengembangan kompetensi petugas, dan dapat menjamin ketersediaan alat dan obat-obatan yang mungkin sering dibutuhkan oleh petugas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT IGD DALAM MENANGANI PASIEN COVID 19 PADA MASA NEW NORMAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Covid-19 merupakan virus telah mewabah lebih dari satu tahun lamanya di Indonesia. Pemerintah Indonesia terus berupaya menekan angka penularan Covid-19 dengan menerapkan berbagai kebijakan, meskipun sekarang ini telah tersebar isu mengenai virus corona varian baru yang telah masuk ke Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19 ini tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan langsung terhadap pasien Covid-19 saat ini merupakan kelompok yang paling beresiko tinggi terpapar dan terinfeksi Covid-19. Penelitian ini dilakukan secara Kuantitatif dengan Metode Deskriptif dan dengan menggunakan Total Sampling sebanyak 30 orang dengan masing – masing Rumah Sakit sebanyak 15 sampel perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan pengambilan data dilakukan pada bulan September 2022 dan hasil dari penelitian di dapatkan bahwa jumlah responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki, dengan usia rata – rata 20 – 40 tahun, dengan tingkat pendidikan paling banyak adalah D3 Keperawatan, dan lama waktu bekerja di IGD yakni 2 – 5 tahun. Sebanyak 60 % responden dari kedua rumah sakit pernah punya pengalaman terpapar Covid 19. Kesimpulan dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari dua rumah sakit yang diteliti mengalami kecemasan ringan dan sisanya tidak mengalami kecemasan sama sekali. Penelitian ini sudah dinyatakan layak etik oleh Komite Penelitian Kesehatan Universitas Borneo Tarakan dengan Keterangan Layak Etik (Ethical Exemption) No.13/KEPK-FIKES UBT/IX/2022.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail