Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Heat Treatment
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh perlakuan panas pada kekerasan plat baja sebagai material dasar bracket motor listrik

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Pada konversi motor bakar ke motor listrik salah satu komponen penting adalah bracket yang berfungsi sebagai dudukan motor listrik BLDC. Bahan bracket umumnya adalah baja karbon, salah satu metode untuk meningkatkan sifat baja karbon dengan perlakuan panas dan pendinginan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pada plat baja terhadap kekerasan dan struktur mikro. Eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu perlakuan panas dengan variasi media pendingin oli dan udara. Setelah dilakukan eksperimen kemudian dilakukan di uji kekerasan brinell dan uji metalografi pada spesimen. Hasil yang diperoleh dari spesimen non treatment memilki nilai kekerasan yaitu 138 kgf/mm2. Spesimen heat treatment dengan pendingin oli memiliki nilai kekerasan yaitu 168,2 kgf/mm2 dan spesimen heat treatment dengan pendingin udara memiliki nilai kekerasan yaitu 132,2 kgf/mm2. Bisa disimpulkan bahwa nilai kekerasan dilakukan heat treatment dengan pendingin oli paling tertinggi yakni 168.2 kgf/mm2. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan struktur mikro yaitu martensit, dikarenakan adanya efek pendinginan cepat. In converting a combustion motor to an electric motor, one of the main components is the bracket which functions as a mount for the BLDC electric motor. The bracket material is generally carbon steel. One method to improve the properties of carbon steel is by heating and cooling. The research aimed to determine the effect of heat treatment on steel plates on hardness and microstructure. The experiment carried out in this research was heat treatment with a type of oil and air-cooling media. After carrying out test, the next step was to carry out Brinell hardness tests and metallographic tests on the specimens. The test results obtained from non-treated specimens had a hardness value of 138 kgf/mm². The heat-treated specimen with oil cooling had a hardness value of 168.2 kgf/mm², and the heat-treated specimen with air cooling had a hardness value of 132.2 kgf/mm². From the test results, it can be concluded that the hardness value of heat treatment with oil cooling obtained the highest value of 168.2 kgf/mm². It was indicated by changes in the microstructure, namely martensite, due to the rapid cooling effect.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (DRY HEAT TREATMENT) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACLO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (Dry Heat Treatment) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaClO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI Abstrak Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Produksi cabai di kota Tarakan pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Namun, kurangnya pengetahuan petani dalam upaya menjaga kualitas dan daya simpan benih cabai mandiri membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Penerapan Dry Heat Treatment (DHT) dan Penggunaan Natrium Hipoklorit NaClO dapat meningkatkan vigor dan viabilitas benih sehingga memperkecil laju kemunduran mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan NaClO dan DHT yang dapat menghasilkan benih yang terlindungi mutu dan kualitasnya selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai dengan juli 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 64 unit percobaan dan setiap unit terdiri dari 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter perkecambahan perlakuan NaClO control (N0), 1% (N1) tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan NaClO 1% (N1), 3% (N2), dan 5% (N3). Pareameter vegetatif benih menunjukan bahwa kombinasi perlakuan NaClO dan DHT menunjukan data tertinggi panjang akar yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter tinggi batang yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter jumlah daun yaitu N2D1 (kombinasi 1% NaClO dan 60�C selama 72 jam). data paling rendah ditunjukan pada kombinasi perlakuan D3 (70�C selama 72 jam) terhadap semua perlakuan NaClO semua taraf, sehingga di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu, Perlakuan NaClO semua taraf menujukan tidak berbeda nyata untuk semua sampel, perlakuan DHT terbaik yaitu pada taraf 50�C selama 72 jam (D1), kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter perkecambahan yaitu N0D0 dan N0D1, kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter vegetatif panjang akar dan tinggi batang adalah pada perlakuan N1D1, sedangkan untuk Jumlah daun pada kombinasi perlakuan N2D1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail