ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki potensi besar sebagai sumber serat dan pangan fungsional yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam produk camilan modern seperti tortilla chips. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan sensori, kandungan proksimat, dan kadar serat kasar tortilla chips yang difortifikasi dengan tepung rumput laut tersebut. Metode penelitian yang digunakan eksperimental dengan 3 konsentrasi formulasi: F0 (0 g), F1 (3 g), dan F2 (5 g) sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan panelis secara sensori yaitu pada formula F1 (3 g) dengan skor 7,63 yang berarti tortilla chips memiliki tingkat kesukaan tertinggi dan merupakan formulasi terbaik berdasarkan penilaian organoleptik panelis. Hasil analisis proksimat menunjukkan kadar protein sebesar 10,63% (F0), 10,76% (F1), dan 23,45% (F2); kadar lemak sebesar 2,6% (F0), 2,2% (F1), dan 2,4% (F2); kadar air sebesar 5% (F0), 9% (F1), dan 2% (F2); kadar abu sebesar 1% (F0), 2% (F1), dan 2% (F2); serta kadar karbohidrat sebesar 80,77% (F0), 76,04% (F1), dan 70,15% (F2). Kadar air tepung rumput laut K. alvarezii yang digunakan sebesar 10%. Kadar serat kasar tortilla chips meningkat dari 1,06% (F0) menjadi 8,00% (F1) dan 9,95% (F2). Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi tepung rumput laut Ka alvarezii pada tortilla chips berpengaruh terhadap tingkat penerimaan panelis, kandungan proksimat, dan kadar serat kasar produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine whether the Talking Chips technique significantly affects the speaking skills of eighth-grade students at SMPN 11 Tarakan. The research employed a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of all eighth-grade students, with classes 8-3 (29) selected as the sample through purposive sampling. Data were gathered through oral tests administered before and after the treatment. The findings indicated a moderate improvement in students' speaking performance, as evidenced by an increase of 6.49 points in the mean scores from the pre-test to the post-test. The Wilcoxon Signed-Rank Test was applied due to the non-normal distribution of the data. The significance value obtained was 0.024 (p 0.05), indicating that the alternative hypothesis (H1) was accepted while the null hypothesis (H0) was rejected. Furthermore, the study found a notable improvement in the comprehension aspect of students' speaking skills, with an average increase of 0.690. Based on these findings, it can be concluded that the Talking Chips technique effectively enhances the speaking skills of eighth-grade students at SMPN 11 Tarakan. The technique also fostered active student participation, increased self-confidence, and motivated students to engage more in English-speaking activities.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan industri keripik skala rumah tangga di Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan analisis pendapatan usaha. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dan dari hasil perhitungan analisis pendapatan usaha menunjukkan bahwa perhitungan pendapatan Keripik Qobidh Rp.44.183.200, Keripik Narlam Rp.31.881.000, Keripik Indri Rp.56.333.167 dan Keripik 3 Dara Rp.61.401.500. Dengan perhitungan analisis usaha yaitu B/C Rasio Keripik Qobidh sebesar 1,58, Keripik Narlam 1,27, Keripik Indri 1,66, dan Keripik 3 Dara 2,33. Untuk perhitungan Break Event Point Keripik Qobidh sebesar BEP unit 1.112,67/pouch BEP harga Rp.9.658,61, Keripik Narlam BEP unit 1.250,59 /pouch BEP harga Rp.8.794,02, Keripik Indri BEP unit 1.356,67 /pouch BEP harga Rp.9.395,24, dan Keripik 3 Dara BEP unit 1.063,94 /pouch BEP harga Rp.7.556,39. Hasil perhitungan Payback Period Keripik Qobidh yaitu sebesar 3,83 tahun, Keripik Narlam 1,24 tahun, Keripik Indri 1,07 tahun, dan Keripik 3 Dara 1,68 tahun.