Pengembangan Pedoman Praktikum Materi Bioteknologi SMA/MA Berdasarkan Pemanfaatan Buah Cempedak (Artocarpus Integer) dan Terap (Artocarpus Odoratissimus)
Potensi lokal setiap daerah berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar. Sumber belajar yang berbasis potensi lokal dapat memudahkan peserta didik untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya. Potensi lokal daerah Kalimantan Utara yang dapat diintegrasikan kedalam pembelajaran yaitu buah Cempedak (Artocarpus Integer) dan Terap (Artocarpus Odoratissimus). Buah cempedak dan terap dapat diolah menjadi yoghurt yang kemudian tahap pembuatannya disajikan kedalam pedoman praktikum. Penelitian Pengembangan pedoman praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan serta respon peserta didik terhadap Pedoman Praktikum Materi Bioteknologi SMA/MA Berdasarkan Pemanfaatan Buah Cempedak (Artocarpus Integer) dan Terap (Artocarpus Odoratissimus). Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Namun, penelitian ini dibatasi dan hanya sampai pada tahap Development. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri 2 Tarakan Kelas XII MIPA 2 yang berjumlah 36 orang dan guru sebagai praktisi. Kelayakan Pedoman Praktikum dinilai berdasarkan hasil validasi media dan materi. Pada validator ahli media diperoleh nilai 85% dengan kriteria “Layak”. Pada validator ahli materi diperoleh nilai 95,38% dengan kriteria “Sangat Layak”. Praktisi guru diperoleh nilai 100% dengan kriteria “Sangat Layak”. Respon peserta didik diperoleh dari rata-rata penilaian respon peserta didik dalam uji skala besar dengan presentase 92% masuk dalam kriteria “Sangat Menarik”. Dapat disimpulkan bahwa Pedoman Praktikum materi bioteknologi berdasarkan pemanfaatan buah cempedak dan terap layak untuk digunakan dalam pembelajaran