ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Barang dan Jasa, serta Tingkat Ketergantungan Keuangan Daerah terhadap transparansi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Kalimantan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan dan website resmi pemerintah daerah. Sampel terdiri dari 44 pemerintah daerah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD dan Belanja Barang dan Jasa tidak berpengaruh signifikan terhadap transparansi pelaporan keuangan. Sebaliknya, Tingkat Ketergantungan Keuangan Daerah berpengaruh negatif dan signifikan, yang berarti semakin tinggi ketergantungan daerah pada dana transfer pusat, semakin rendah tingkat transparansinya. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap transparansi pelaporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan transparansi lebih dipengaruhi oleh tingkat kemandirian fiskal daerah dibandingkan besarnya pendapatan atau belanja daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui belanja pemerintah terhadap kemiskinan dan pengangguran di Kalimantan Utara secara parsial dan simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data skunder meliputi Belanja Modal, Belanja Bantuan Sosial dan Belanja Barang dan Jasa, Kemiskinan dan Pengangguran Tahun 2017-2023 di Kabupaten/Kota, Provinsi Kalimantan Utara yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat jenderal Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Hasil perhitungan data yang digunakan dengan Aplikasi E-Views 10. Maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel belanja modal dan belanja bantuan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan sedangkan variabel belanja barang dan jasa tidak berpengaruh parsial terhadap kemiskinan dan variabel belanja modal tidak berpengaruh secara parsial terhadap pengangguran sedangkan variabel belanja bantuan sosial dan variabel barang dan jasa berpengaruh secara parsial terhadap pengangguran. Secara simultan variabel belanja modal, belanja bansos dan belanja barang dan jasa berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dan pengangguran di Kalimantan Utara. Belanja modal, belanja bantuan sosial dan belanja barang dan jasa mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel kemiskinan daerah Kalimantan Utara sebesar 99,8%. Sedangkan sisanya sebesar 0,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini dan belanja modal, belanja bantuan sosial dan belanja barang dan jasa mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel pengangguran daerah Kalimantan Utara sebesar 98,6%. Sedangkan sisanya sebesar 1,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.