ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to determine the effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 12 students selected through purposive sampling. Data were collected using an emotion regulation questionnaire that had been tested for validity and reliability, with a Cronbach's Alpha value of 0.894. The data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.030 0.05, with a calculated t-value of -2.490. These results indicate that Ha was accepted and HO was rejected, demonstrating an effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. Therefore, group guidance services using bola gebok game can be used as an alternative guidance service to help improve students' emotion regulation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Distribusi barang antarwilayah di Indonesia masih menghadapi kendala tingginya biaya transportasi, khususnya pada penyeberangan antarpulau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketimpangan distribusi logistik yang berdampak pada disparitas harga barang dan keterlambatan waktu pengiriman. Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara membutuhkan penguatan jaringan transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi barang antarwilayah. Biaya angkutan barang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis moda transportasi, waktu tempuh, kapasitas muat, aksesibilitas, dan jadwal keberangkatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya operasional angkutan barang pada kapal Ferry dan kapal kayu serta mengevaluasi karakteristik operasional kedua jenis kapal dalam kegiatan distribusi barang. Metode yang digunakan adalah metode Biaya Operasional Kapal (BOK) untuk menghitung biaya operasional tahunan yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Analisis dilakukan melalui perhitungan komponen biaya operasional yang terdiri atas biaya penyusutan, bunga modal, asuransi, ABK, BBM, pelumas, air tawar, dan biaya perawatan, serta evaluasi karakteristik berdasarkan aspek biaya operasional, kapasitas angkut, fleksibilitas operasional, frekuensi trip, keselamatan, dan jangkauan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biaya operasional antara kapal Ferry dan kapal kayu dipengaruhi oleh besarnya masing-masing komponen biaya operasional. Kapal Ferry memiliki biaya operasional yang lebih tinggi karena kapasitas angkut yang besar, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta sistem operasional yang lebih kompleks, sedangkan kapal kayu memiliki sistem operasional yang lebih sederhana. Selain itu, perbedaan karakteristik operasional menunjukkan bahwa masing-masing jenis kapal memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung distribusi barang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas) yang tervalidasi oleh ahli media, ahli bahasa, ahli materi, dan praktisi, selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan daya Tarik media pembelajaran TUBOKAS (tutup botol bekas). Metodologi penilitian menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima fase: analisis (Analys), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implement), evaluasi (Evaluate). Hasil validasi media sebesar 88%, ahli materi 80%, ahli bahasa 84%, dan praktisi 80%. Pengujian para ahli di bidang media, materi, bahasa dan praktik menunjukan bahwa media pembelajaran tubokas (tutup botol bekas), layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil survei ketertarikan siswa pada uji coba terbatas adalah 84,5% dan hasil uji coba lapangan adalah 90,8%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukan bahwa siswa tertarik terhadap media pembelajaran tubokas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transportasi air sebagai salah satu kebutuhan yang penting untuk menghubungkan satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Kota Tarakan merupakan salah satu kota yang memiliki transportasi air berupa Speedboat yang dapat menghubungkan Kota Tarakan dengan Tanjung Selor. Salah satu bentuk unuk meningkatkan pelayanan speedboat dengan mengkaji tarif sesuai kemampuan dan kemauan membayar masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan besaran tarif dengan mempertimbangkan kemampuan membayar dan kemauan membayar penumpang. Sampel yang digunakan sebanyak 400 responden dengan menyebarkan kuesioner. Metode yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK), analisis ATP (Ability To Pay) dan analisis WTP (Willingness To Pay). Analisis ATP untuk mengetahui tingkat kemampuan membayar penumpang terhadap besarnya pendapatan, biaya transportasi, biaya transportasi speedboat, dan frekuensi penyeberangan. Analisis WTP untuk mengetahui tingkat kemauan membayar penumpang terhadap jasa pelayanan yang didapat. Nilai BOK rata-rata sebesar Rp182.386,96, nilai ATP rata-rata sebesar Rp165.128,25, dan nilai WTP rata-rata sebesar Rp126.735,00. Nilai ATP nilai WTP, menunjukkan kemampuan membayar penumpang lebih besar daripada kemauan membayar. Sehingga tarif yang saat ini berlaku perlu ditinjau kembali dan pelayanan juga perlu ditingkatkan.