ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman sangat penting sebagai dasar bagi peserta didik dalam memperoleh informasi dan meningkatkan kualitas dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik kelas IV-A di SD Negeri 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan membaca pemahaman, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat empat subjek yang mewakili empat kategori kemampuan membaca pemahaman, yaitu sangat baik (S1), baik (S2), cukup (S3), dan kurang (S4). Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan membaca pemahaman peserta didik meliputi, 1) Kemampuan menangkap arti kata atau ungkapan dalam teks, 2) Kemampuan menangkap makna tersurat maupun tersirat, 3) Kemampuan dalam membuat kesimpulan, 4) Kemampuan dalam menentukan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan membaca pemahaman tiap peserta didik. Peserta didik dengan kategori sangat baik mampu memenuhi seluruh indikator sehingga mendapatkan nilai tes 90. Kemudian peserta didik kategori baik mampu menjawab sebagian besar indikator dengan benar, namun masih kesulitan dalam menangkap makna tersirat sehingga mendapatkan nilai 86,2. Pada kategori cukup, peserta didik hanya memenuhi beberapa indikator dan menunjukkan kesulitan dalam membuat kesimpulan dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 76,2. Sementara peserta didik kategori kurang menunjukkan kesulitan dalam memahami isi bacaan, termasuk dalam menangkap makna kata, menyimpulkan isi, dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 31,4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui Kemampuan Membaca nyaring siswa kelas I SDN 024 Tarakan. penelitian ini di lakukan di SD Negeri 024 Kampung Bugis kota Tarakan, penentuan daerah panelitian diambil dengan pertimbangan peneliti. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu jenis penelitian kualitatif dengan metode atau pendekatan studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) dari kelancaran membaca nyaring kemampuan siswa masih tergolong kurang. Hal ini di lihat dari siswa kadang-kadang harus mengeja pada kalimat tertentu. Terdapat beberapa siswa yang tidak lancar ketika membaca. Siswa yang tidak lancar ketika membaca tersebut sering menunjukan ciri-ciri masih mengeja, terbata-bata, ragu-ragu serta membutuhkan waktu yang lama untuk melanjutkan suatu bacaan yang terdapat kata yang dirasa cukup sulit baginya, (2) berdasarkan kejelasan suara kemampuan siswa dalam membaca nyaring cukup baik. Hal ini dilihat dari siswa masih terdapat kesalahan dalam melafalkan huruf, yang mengakibatkan kurang jelasnnya beberapa kalimat yang dibaca. akan tetapi siswa membaca dengan lantang atau nyaring, (3) dari segi intonasi kemampuan siswa dalam membaca nyaring masih tergolong kurang. Hal ini di lihat dari sering kali intonasi siswa ketika membaca kurang tepat, karena siswa kurang memperhatikan tanda baca yang ada. Sehingga intonasi akan berubah-ubah, tidak sesuai intonasi bacaan yang seharusnya dan seringkali siswa tidak memperhatikan tanda baca khususnya tanda seru (!) dan koma (,). (4) dari segi keberanian kemampuan siswa dalam membaca nyaring tergolong sangat baik. Hal ini di lihat dari siswa ketika membaca penuh dengan rasa percaya diri, membaca dengan sikap yang baik siswa berani dan tenang saat membaca di depan kelas dan dihadapan banyak pendengar dengan rasa percaya diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF DAN INOVATIF DI SMP N 1 MALINAU KOTA Abstrak Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif bertujuan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, kondusif dan kreatif sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar peserta siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SMP N 1 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskritif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPA yang berjumlah 3 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 3 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dan dokumentasi. Kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran diukur dengan pemberian angket sebanyak 15 soal pernyataan yang terdiri dari 3 aspek. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran termasuk kedalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata 80%.