Kajian pengunaan VOC urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (apium grapeolens L.)
Seledri ( Apium graveolens L ) merupakan salah satu tanaman sayuran yang penting karena memiliki nilai ekonomis dan manfaat. Tanaman seledri umumnya digunakan sebagai bumbu yang sangat digemari masyarakat, baik di Indonesia maupun di negara-negara yang ada di Eropa, Amerika dan Asia.Adapun yang mendasari dilakukannya penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri ( Apium graveolens L ), untuk mengetahui apakah dosis POC urin sapi yang di gunakan berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman seledri ( Apium graveolens L ). Penelitian ini dilaksanakan di Green house Fakultas Pertanian UniversitasBorneo Tarakan, Kalimantan Utara pada Bulan Juli – September2022.Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu fermentasi urin sapi, persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyemaian, pindah tanam, pengaplikasian urin sapi, pemeliharaan tanaman, pemanenan, analisis data. Parameter yang akan digunakan dalam penilitian ini adalah jumlah tangkai, tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, berat basah dan berat kering (gram). Dari hasil analisis data dengan menggunakan (ANOVA) dengan taraf 5% dan tingkat kepercayaan 95%. (P0 tanpa dosis urin sapi), (P1 50 ml urin sapi + 950 ml air, (P2 100 ml urin sapi + 900 ml air), (P3 200 ml urin sapi + 800 ml air), dan (P4 400 ml urin sapi + 600 ml air). Pemberian pupuk cair urin sapi dengan konsentrasi 200 ml urin sapi + 800 ml air merupakan perlakuan terbaik karena dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seledri pada parameter tinggi tanaman 9 MST (32.13 cm), parameter jumlah tangkai 10 MST (12.55 tangkai) dengan konsentrasi 400 ml urin sapi + 600 ml air, parameter jumlah anakan 10 MST (3.44 anakan ) dengan konsentrasi pupuk cair urin sapi 50 ml + 950 ml air.