PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP SINTASAN HIDUP UDANG WINDU (PL-2) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum)
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia sebagai produsen dan eksportir utama produk hasil perikanan. Menurunnya permintaan udang windu khususnya benur disebabkan karena ketersediaan benur udang (post larva) yang belum memenuhi standar. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pembenihan udang windu adalah rendahnya sintasan hidup terutama pada stadia PL-2. Rendahnya sintasan hidup benur disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya penurunan daya dukung lingkungan, pH, alkalinitas, pakan dan hormon termasuk padat penebaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji padat penebaran yang berbeda terhadap sintasan hidup benih udang windu yang mendapatkan perlakuan perendaman ekstrak daun karamunting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu; rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Padat penebaran yang digunakan dalam setiap wadah berbeda-beda yaitu 5, 10, 15 dan 20 ind/L. Hasil menunjukkan perendaman ekstrak daun karamunting pada benur dengan jumlah padat penebaran yang berbeda mempengaruhi sintasan hidup dan persentase moulting. Perlakuan padat penebaran 10ind/L menunjukkan sintasan hidup tertinggi di akhir penelitian, sedangkan untuk persentase moulting yang terbaik diperoleh pada perlakuan padat penebaran 5 ind/L. Penggunaan ekstrak daun karamunting pada benur dengan jumlah padat penebaran yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada sintasan hidup.