BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kekerasan seksual merupakan perbuatan yang bener-bener keji di lingkungan Masyarakat, Dimana kasus ini yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa tetapi remaja bahkan anak dibawah umur. Bentuk kekerasan seksual ini mencangkup berbagai Tindakan seperti pemerkosaan, pencabulan, dan eksploitasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa/muridnya serta untuk mengevaluasi putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang mengandalkan data empiris untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seskual masih sering terjadi di lingkungan Pendidikan, dengan factor penyebabnya termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk melawan dan rentannya merka baik secara fisik maupun psikis. Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang teridentifikasi meliputi verbal, non-verbal, fisik, dan non- fisik, yang mengakibatkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan trauma pada korban. Penelitian ini juga mengevaluasi bahwa putusan hakim terhdap pelaku kekerasan seksual umumnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Hakim memutuskan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk keterangan saksi-saksi yang konsisten, keterangan terdakwa, serta bukti-bukti fisik seperti surat hasil visum et repertum. Penilaian hakim juga mempertimbangkan faktor yang dapat memberatkan dan meringankan terdakwa untuk menetapkan hukuman yang seadil-adilnya, sehingga memberikan keadilan kepada Masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan serta kepatuhan system peradilan terhadap prosedur hukum untuk mencapai keadilan yang setimpal bagi semua pihak yang terlibat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan seksual merupakan perbuatan yang bener-bener keji di lingkungan Masyarakat, Dimana kasus ini yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa tetapi remaja bahkan anak dibawah umur. Bentuk kekerasan seksual ini mencangkup berbagai Tindakan seperti pemerkosaan, pencabulan, dan eksploitasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa/muridnya serta untuk mengevaluasi putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang mengandalkan data empiris untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seskual masih sering terjadi di lingkungan Pendidikan, dengan factor penyebabnya termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk melawan dan rentannya merka baik secara fisik maupun psikis. Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang teridentifikasi meliputi verbal, non-verbal, fisik, dan non- fisik, yang mengakibatkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan trauma pada korban. Penelitian ini juga mengevaluasi bahwa putusan hakim terhdap pelaku kekerasan seksual umumnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Hakim memutuskan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk keterangan saksi-saksi yang konsisten, keterangan terdakwa, serta bukti-bukti fisik seperti surat hasil visum et repertum. Penilaian hakim juga mempertimbangkan faktor yang dapat memberatkan dan meringankan terdakwa untuk menetapkan hukuman yang seadil-adilnya, sehingga memberikan keadilan kepada Masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan serta kepatuhan system peradilan terhadap prosedur hukum untuk mencapai keadilan yang setimpal bagi semua pihak yang terlibat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
-
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parkir merupakan masalah yang sering dijumpai dalam sistem transportasi perkotaan seperti Kota Tarakan dan sangat mempengaruhi pergerakan kendaraan, maka perlu diatur sedemikian agar lalu lintas dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak menimbulkan bahaya dan kemacetan. Sebaran parkir pada Kota Tarakan akan lebih efektif jika penyajian informasinya dilakukan secara grafis, salah satu teknologi komputer untuk pengolahan secara grafis yaitu dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi sebaran parkir di Kota Tarakan yang terintegritasi sesuai dengan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir dan penyajian informasi penyebarannya menggunakan sistem informasi geografis, dalam penelitian menganalisis karakteristik parkir pada salah satu pusat perbelanjaan Kota Tarakan yaitu THM. Metode yang diterapkan adalah dengan melakukan survei langsung untuk mendapatkan data koordinat lokasi parkir, daerah larangan parkir, jumlah SRP, jumlah kendaraan, waktu parkir dan tipe kendaraan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa permasalahan yang timbul adalah dari 232 parkir yang diidentifikasi terdapat 112 parkir di badan jalan yang tidak diperbolehkan dan hasil identifikasi tersebut diolah secara digital menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 sehingga menghasilkan 3 peta sebaran parkir, dan berdasarkan hasil analisis karakteristik parkir menunjukkan bahwa dari 8 lokasi yang diteliti pada area THM Kota Tarakan terdapat 2 lokasi yang tidak dapat menampung aktivitas parkir karena terbatasnya ruang parkir yang tersedia sehingga menyebabkan terjadinya aktivitas ganda dan parkir di badan jalan.