Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: NUNUK PURWATI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan biochar sebagai habitat bakteri pelarut fosfat (BPF) Indigenous

2022•Koleksi Perpustakaan

PEMANFAATAN BIOCHAR SEBAGAI HABITAT BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) INDIGENOUS Abstrak Bakteri pelarut fosfat (BPF) merupakan mikroba yang habitat hidupnya di dalam tanah, dan memiliki kemampuan dalam melarutkan unsur hara fosfor (P) yang terikat dengan kation. Adanya pengikatan P di dalam tanah, menyebabkan pemberian pupuk P pada tanah menjadi tidak efisien. Salah satu upaya dalam efisiensi penggunaan pupuk P, yaitu dengan memanfaatkan BPF sebagai agen pupuk hayati. Pemanfaatan BPF sebagai agen pupuk hayati, diperlukan bahan pembawa yang cocok sebagai habitat inokulum BPF sebelum diaplikasikan. Salah satu komponen bahan pembawa yang dapat dimanfaatkan sebagai habitat mikroba BPF yaitu biochar. Pada penelitian ini biochar yang dimanfaatkan adalah biochar cangkang sawit dan tempurung kelapa. Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan memiliki 2 isolat bakteri pelarut fosfat yang mampu memberikan P tersedia pada tanah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan bahan pembawa biochar sebagai habitat yang mampu mempertahankan jumlah sel dan aktivitas Bakteri Pelarut Fosfat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan dua faktor yaitu, faktor pertama terdiri dari dua taraf, P1 = Media biochar tempurung kelapa, dan P2 = Media biochar cangkang Sawit, serta faktor kedua terdiri dari empat taraf, B0 = aquades (kontrol), B1 = isolat B_(5(6)), B2 = Isolat B_(1(17)), B3 = Multi isolat (isolat B_(5(6)) + B_(1(17))). Berdasarkan kedua faktor tersebut, maka dihasilkan 8 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan kedua jenis biochar memiliki nilai pH dan kadar C-Organik yang masuk dalam kisaran pH dan kadar C-Organik yang diperlukan BPF untuk hidup. Jumlah sel pada perlakuan jenis isolat BPF memenuhi standar mutu pupuk hayati dan indeks kelarutan fosfat yang tergolong tinggi. Pada isolat tunggal B5(6) dan isolat konsorsium B5(6) + B1(17) memiliki rata-rata jumlah sel dan indeks kelarutan fosfat yang tergolong tinggi pada bahan pembawa biochar tempurung kelapa, sedangkan untuk isolat tunggal B1(17) memiliki rata-rata jumlah sel dan indeks kelarutan fosfat yang tinggi pada bahan pembawa biochar cangkang sawit. Isolat B5(6) + Biochar tempurung kelapa memiliki jumlah sel 7,61x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,45%. Pada isolat konsorsium B5(6) + B1(17) + Biochar tempurung kelapa memiliki jumlah sel 7,80x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,48%. Sedangkan isolat B1(17) + Biochar cangkang sawit memiliki jumlah sel 7,35x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,37%. Kata kunci : Biochar, BPF, Habitat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan biochar sebagai habitat bakteri pelarut fosfat (BPF) Indigenous

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMANFAATAN BIOCHAR SEBAGAI HABITAT BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) INDIGENOUS Abstrak Bakteri pelarut fosfat (BPF) merupakan mikroba yang habitat hidupnya di dalam tanah, dan memiliki kemampuan dalam melarutkan unsur hara fosfor (P) yang terikat dengan kation. Adanya pengikatan P di dalam tanah, menyebabkan pemberian pupuk P pada tanah menjadi tidak efisien. Salah satu upaya dalam efisiensi penggunaan pupuk P, yaitu dengan memanfaatkan BPF sebagai agen pupuk hayati. Pemanfaatan BPF sebagai agen pupuk hayati, diperlukan bahan pembawa yang cocok sebagai habitat inokulum BPF sebelum diaplikasikan. Salah satu komponen bahan pembawa yang dapat dimanfaatkan sebagai habitat mikroba BPF yaitu biochar. Pada penelitian ini biochar yang dimanfaatkan adalah biochar cangkang sawit dan tempurung kelapa. Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan memiliki 2 isolat bakteri pelarut fosfat yang mampu memberikan P tersedia pada tanah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan bahan pembawa biochar sebagai habitat yang mampu mempertahankan jumlah sel dan aktivitas Bakteri Pelarut Fosfat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan dua faktor yaitu, faktor pertama terdiri dari dua taraf, P1 = Media biochar tempurung kelapa, dan P2 = Media biochar cangkang Sawit, serta faktor kedua terdiri dari empat taraf, B0 = aquades (kontrol), B1 = isolat B_(5(6)), B2 = Isolat B_(1(17)), B3 = Multi isolat (isolat B_(5(6)) + B_(1(17))). Berdasarkan kedua faktor tersebut, maka dihasilkan 8 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan kedua jenis biochar memiliki nilai pH dan kadar C-Organik yang masuk dalam kisaran pH dan kadar C-Organik yang diperlukan BPF untuk hidup. Jumlah sel pada perlakuan jenis isolat BPF memenuhi standar mutu pupuk hayati dan indeks kelarutan fosfat yang tergolong tinggi. Pada isolat tunggal B5(6) dan isolat konsorsium B5(6) + B1(17) memiliki rata-rata jumlah sel dan indeks kelarutan fosfat yang tergolong tinggi pada bahan pembawa biochar tempurung kelapa, sedangkan untuk isolat tunggal B1(17) memiliki rata-rata jumlah sel dan indeks kelarutan fosfat yang tinggi pada bahan pembawa biochar cangkang sawit. Isolat B5(6) + Biochar tempurung kelapa memiliki jumlah sel 7,61x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,45%. Pada isolat konsorsium B5(6) + B1(17) + Biochar tempurung kelapa memiliki jumlah sel 7,80x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,48%. Sedangkan isolat B1(17) + Biochar cangkang sawit memiliki jumlah sel 7,35x109 CFU/ml dan indeks kelarutan fosfat 2,37%. Kata kunci : Biochar, BPF, Habitat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail