Abstrak
Catcalling merupakan perilaku pelecehan nonverbal yang bersifat seksual berupa siulan, panggilan kiw-kiw, komentar bagian tubuh korban dari atas sampai bawah, komentar terkait gesture perilaku korban, komentar tentang fisik korban yang tidak diinginkan yang terjadi di pada siswa di SMPN 11 Tarakan. Dampak yang dirasakan yaitu kecemasan sosial diantaranya ketakutan akan evaluasi negatif, penghindaran sosial dan rasa tertekan dengan orang yang dikenal, penghindaran sosial serta rasa tertekan dengan orang yang tidak dikenal. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Pengaruh Konseling Kelompok terhadap kecemasan sosial siswa korban catcalling di SMPN 11 Tarakan. Konseling kelompok ialah layanan konseling yang diberikan kepada sejumlah peserta didik/konseli dalam suasana kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk saling belajar dari pengalaman para anggotanya sehingga peserta didik dapat mengatasi masalah. Penelitian ini menggunakan desain one grup pre-test post-test design. Desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre Experimental dengan desain penelitian One Group Pre-test – Post-Test. Sampel utama penelitian ini menggunakan lima orang siswa yang memiliki tingkat kecemasan sosial yang mencangkup tiga indikator utama yaitu ketakutan akan evaluasi negatif, Penghindaran sosial dan rasa tertekan dengan orang yang dikenal, penghindaran sosial dan rasa tertekan dengan orang yang tidak dikenal. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode eksperimen statistik deskriptif dan Uji-wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat perubahan yang signifikan dari kategori sedang dan tinggi berubah menjadi rendah, dapat disimpulkan bahwa Pengaruh konseling kelompok terhadap kecemasan sosial siswa korban cattcalling di SMPN 11 Tarakan.