Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kondisi keluarga broken home terhadap perubahan perilaku anak di SMP Negeri 10 Tarakan. Anak yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami perubahan perilaku yang mencakup aspek psikis, sosial, dan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa yang mengalami kondisi broken home, guru, dan wali siswa. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami broken home mengalami perubahan perilaku yang signifikan, seperti ketidakstabilan emosi, rasa kecewa terhadap orang tua, kesulitan bergaul, rendahnya motivasi belajar, serta lemahnya kontrol diri terhadap pengaruh lingkungan. Dampak tersebut terlihat pada perilaku sehari-hari anak baik di sekolah maupun di rumah. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya peran keluarga, guru, dan lingkungan sosial dalam memberikan dukungan emosional agar anak mampu beradaptasi secara positif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dan orang tua dalam memahami serta menangani perubahan perilaku anak yang disebabkan oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis.