Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

MAKNA PADA PROSESI TOLAK BALA/MANDI SAFAR MASYARAKAT DESA BOHE SILIAN DI KECAMATAN MARATUA (KAJIAN FOLKLOR)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

WEKI YUDISTIRA. 2024. Makna pada Prosesi Tolak Bala/Mandi Safar Masyarakat Bohe Silian di Kecamatan Maratua (Kajian Folklor). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Siti Fathonah, M.Pd.) Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui makna pada prosesi tolak bala/mandi safar masyarakat Bohe Silian di kecamatan Maratua. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan etnografi. Adapun subjek penelitian adalah tokoh-tokoh agama masyarakat Bohe Silian di kecamatan Maratua. Data dalam penelitian ini adalah prosesi tolak bala/mandi safar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesi tolak bala/mandi safar dalam pelaksanaannya memiliki rangkaian proses yaitu mempersiapkan pohon, berdoa bersama, makan bersama, siram-siraman, dan acara bebas. Adapun makna yang terkandung di dalam prosesi ini terkait kepercayaan dan kebersamaan yang dimiliki masyarakat Bohe Silian.

Kata kunci

Makna, Prosesi, Tolak Bala/Mandi Safar

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1MAKNA PADA PROSESI TOLAK BALA/MANDI SAFAR MASYARAKAT DESA BOHE SILIAN DI KECAMATAN MARATUA (KAJIAN FOLKLOR)2024 · oai:ais:skripsi:6462

Publikasi terkait