Abstrak
Pematangan ovari kepiting bakau dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu; pakan, hormonal, dan manipulasi lingkungan. Penggunaan ekstrak daun karamunting merupakan pendekatan hormonal. ekstrak daun karamunting berperan dalam proses pematangan ovari pada kepiting bakau dan sudah diujikan sebelumnya yang terbaik adalah dosis 1 mg namun belum ditemukan dosis optimalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari optimalisasi dosis dalam penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabatcricum) pada proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) ditambak tradisional. Dosis ekstrak daun karamunting yang digunakan pada induk kepiting bakau terdiri dari empat perlakuan yaitu: A, kontrol; B, dosis 1,3 mg/100gr; C, dosis 1,5 mg/100gr; D, dosis 1,7 mg/100gr. Hasil penelitian menunjukan perlakuan C dengan nilai GSI yaitu 8,24% berbeda nyata dengan kontrol yang memiliki nilai 3,45%. Penambahan ekstrak daun karamunting pada dosis 1,5 mg/100gr sebagai stimulator maturasi kepiting bakau memberikan perkembangan ovari yang terbaik.