Abstrak
Tingginya tingkat serangan penyakit baik bersifat infeksius maupun non-infeksius merupakan penyebab yang mempengaruhi rendahnya produksi tambak tradisional, salah satu adalah serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) sebagai imunostimulan benur udang windu terhadap serangan bakteri V. parahaemolyticus yang diuji tantang pada benur udang windu stadia post larva usia 15 hari (PL – 15) yang diberikan pakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 (kontrol), perlakuan 2 (100 ppm), perlakuan 3 (120 ppm) dan perlakuan 4 (150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan 3 yaitu persentase 64%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada kisaran normal dan baik bagi kehidupan benur udang windu (Penaeus monodon).