Abstrak
Sosial ekonomi menjadi salah satu penyebab tidak langsung yang menyebabkan gangguan gizi, terutama pada anak balita. Komponen faktor sosial ekonomi terdiri dari pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. Penelitian ini akan meneliti ketiga indikator utama, yaitu pendidikan orang tua, pekerjaan ibu, dan penghasilan keluarga karena ketiga komponen ini memiliki peran signifikan dan saling berhubungan dalam menentukan kualitas gizi balita. Penelitian dilakukan dengan metode non eksperimental kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional di Posyandu Padaidi Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling dengan pendekatan Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar karakteristik dengan pengukuran sosial ekonomi yang meliputi pendidikan orang tua, pekerjaan ibu, dan penghasilan keluarga. Serta, status gizi balita yang diambil berdasarkan perbandingan berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan Uji Fisher's Exact Test. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ayah (p=0,394), pendidikan ibu (p=0,602), dan pekerjaan ibu (p=0,638) dengan status gizi balita di Posyandu Padaidi Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan. Faktor penghasilan berhubungan dengan status gizi balita di Posyandu tersebut dengan nilai p=0,034. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengetahuan mengenai pemilihan bahan makanan bergizi, pengolahan makanan, dan variasi makanan yang sesuai dengan kemampuan keluarga untuk meningkatkan gizi balita.