Abstrak
Dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait dengan keamanan siswa di sekolah. Tantangan yang dimaksud adalah krisis moralitas atau karakter pelajar yang ditandai meningkatnya fenomena kekerasan di sekolah atau secara umum dikenal dengan bullying. Secara umum, perilaku bullying dapat berpengaruh negatif terhadap kehidupan personal dan kehidupan akademik siswa bahkan ada yang berakhir pada bunuh diri Fenomena perilaku bullying seringkali terjadi pada kelompok anak usia sekolah dasar terutama anak laki-laki dan perempuan, lingkungan pertama yang harus diusahakan sebaik-baiknya sebagai lingkungan yang optimal bagi perkembangan kepribadian yang baik adalah keluarga, untuk pertumbuhan maupun perekmbangan kepribadian, sosial, budaya dan agama dibutuhkan peran keluarga. Penerapan pola asuh yang tepat oleh orang tua dengan pemahaman akan konsep dari jenis pola asuh yang ada seperti, demokratis, otoriter, permitif sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Beberapa penelitian konsisten mendukung temuan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku bullying anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh oarang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survey analitik. Sample pada penelitian ini sebanyak 113 siswa kelas 4,5, dan 6 SDN 001 Sebatik Tengah yang di tentukan menggunakan teknik total sampeling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisi bivariat spearman rank. Hasil Penelitian : terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan dengan tingkat keeratan yang kuat sebanyak – 0.633 dan p-value 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku bullying pada anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang lain dalam perilaku bullying.