COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
PRAKTIK BUDIDAYA DAN PENDAPATAN PADI ADAN DI DESA PA'PAYAK KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN
Pengaruh Ketebalan Irisan Umbi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.
Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Kota Tarakan
ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN KOTA TARAKAN Sely Sarina Dr. Witri Yuliawati, S.E., M.Si Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di kantor kecamatan Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitaif. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional sampling atau sampel berimbang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan kuesioner. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 81,71% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 80,83% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 77,01% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 76,76% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan indeks kepuasan masyarakat di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 89,83 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 89,22 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 78,14 (B / Baik). Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 75,89 (C / Kurang Baik).
Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2010-2024
Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 09 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DIKELAS 7 SMP 9 TARAKAN
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 9 TARAKAN Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Bullying Fisik Siswa di Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan. Bullying fisik adalah bullying yang dilakukan secara langsung dan di lakukan yang mengarah ke anggota fisik korban, beberapa dari tindakan bullying fisik adalah berupa memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa adanya bullying fisik antara siswa kelas VII seperti mencakar, menggigit dan menampar. Populasi penelitian ini adalah 250 siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Tarakan dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk pengambilan sampel, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini hasilnya menunjukkan terdapat kategori tinggi. Sedangkan pada pemberian posttest menunjukkan hasil kategori sedang dan rendah. Adapun hasil dari uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Kerena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil bullying fisik untuk pretest dan posttest, sehinggga dapat disimpulkan pula bahwa “Terdapat pengaruh bimbingan klasikal terhadap bullying fisik siswa di kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.
Model Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Lingkungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1
Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH TERHADAP KARAKTERISTIK α-SELULOSA DARI DELIGNIFIKASI PELEPAH NIPAH (Nypa fruticans)
Tanaman Nipah (Nypa fruticans) adalah mangrove dari keluarga palem, dan pelepahnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber selulosa. α-selulosa merupakan adalah fraksi selulosa bermassa molekul tinggi yang tidak larut dalam NaOH 17,5% dan dianggap sebagai selulosa berkualitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi NaOH terhadap karakteristik α-selulosa dari delignifikasi pelepah nipah (Nypa fruticans) melalui pengujian rendemen dan kadar α-selulosa. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama preparasi sampel, tahap kedua delignifikasi sampel, tahap ketiga adalah analisis α-selulosa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh konsentrasi NaOH terhadap nilai rendemen α-selulosa hasil dari delignifikasi pelepah nipah (Nypa fruticans) (Sig. > 0,05). Perlakuan terbaik adalah konsentrasi NaOH 10% dengan nilai rendemen sebesar 18,27% ± 0,01% dan kadar α-selulosa sebesar 81,58% ± 3,07%.
Sistem irigasi tetes (drip irrigation system) pada pertanaman seledri (apium graveolens, L) : Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman serta analisis efisiensi dan kelayakan usaha
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.
STUDI KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN
Penelitian ini mengkaji komposisi ukuran, sebaran panjang, hubungan panjang–berat, dan faktor kondisi ikan demersal hasil tangkapan rawai dasar di perairan Pulau Sebatik, Indonesia. Pengukuran panjang total dan bobot tubuh dilakukan pada ikan yang ditangkap oleh nelayan skala kecil, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi ukuran, model panjang–berat W = aLᵇ, serta faktor kondisi Fulton (K). Hasil tangkapan didominasi oleh spesies dari famili Lutjanidae, Haemulidae, Serranidae, Polynemidae, dan Carangidae, yang umum ditemukan pada komunitas ikan demersal perairan tropis. Sebaran ukuran bervariasi antarspesies, dengan dominasi individu berukuran sedang, menunjukkan struktur populasi yang relatif stabil. Nilai eksponen b pada sebagian besar spesies mendekati 3, menandakan pola pertumbuhan isometrik, sementara beberapa spesies menunjukkan kecenderungan alometrik positif. Nilai faktor kondisi umumnya berada pada kategori baik, mencerminkan kondisi fisiologis ikan yang sehat serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting mengenai karakteristik populasi ikan demersal di perairan Sebatik dan berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia timur
PENERAPAN KOMBINASI PIJAT REFLEKSI KAKI DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Analisis Keterampilan Menulis Teks Narasi Pada Siswa Kelas IV C SDN 017 Tarakan
Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam menulis teks narasi. Namun, pada praktiknya, siswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam menuangkan ide secara runtut dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV C SDN 017 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu terampil, cukup terampil, dan kurang terampil. Siswa kategori terampil mampu mengembangkan isi dan struktur narasi dengan baik, sedangkan kategori cukup terampil masih memerlukan perbaikan dalam organisasi dan pilihan kata. Sementara itu, siswa kategori kurang terampil mengalami kesulitan pada hampir seluruh aspek penilaian. Temuan ini menunjukkan adanya variasi tingkat keterampilan menulis yang perlu ditindaklanjuti melalui strategi pembelajaran yang lebih efektif.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NY. L DENGAN BREAST ENGORGEMENT MELALUI PENERAPAN KOMPRES AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS
DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II-B SDN UTAMA 2 TARAKAN
Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting untuk mendukung perkembangan literasi siswa pada jenjang sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes membaca permulaan dan wawancara. Peneliti memilih 3 siswa sebagai representasi dari masing-masing kategori, yaitu 1 siswa kategori mandiri, 1 siswa kategori berkembang, dan 1 siswa kategori perlu bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori mandiri telah mampu membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat dengan lancar. Siswa kategori berkembang cenderung mampu membaca huruf dan suku kata, namun belum konsisten dalam membaca kata dan kalimat, ditunjukkan dengan penghilangan, penambahan, atau perubahan bunyi. Sementara itu, siswa kategori perlu bimbingan belum mampu mengenali seluruh huruf dan belum dapat membaca suku kata maupun kata yang disajikan. Kesimpulannya, kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B masih bervariasi, di mana sebagian siswa telah mandiri, namun sebagian lainnya masih memerlukan bimbingan intensif terutama dalam pengenalan huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana.
PENGAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF (CLT): PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA
Speaking ability in English plays a crucial role, as it serves as the primary means for students to express their ideas, opinions, and feelings in class XI-K at SMAN 1 Tarakan. The research employed a pre-experimental design, and the sample consisted of 36 students from class XI-K. The research procedures included a pre-test, treatment, and post-test. The treatment was conducted over four meetings, focusing on speaking practice through role-play activities. The pre-test and post-test were analyzed statistically using the Wilcoxon Signed-Rank non-parametric test. The results discovered that the students' mean score increased from 43.47 in the pre-test to 76.13 in the post-test. The statistical analysis yielded a significance value of 0.000, which was below the significance level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference between the pre-test and post-test results. These findings indicate that the use of role-play activities significantly improves students' speaking ability. In addition, increased confidence and particiation were observed during classroom activities, although these aspects were not formally measured using specific instruments.
DAMPAK POSITIF MEDIA SOSIAL DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR SISWA DI SMK KESEHATAN KALTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif penggunaan media sosial dalam membantu proses belajar siswa di SMK Kesehatan Kaltara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial seperti whatsapp, instagram, dan tiktok di kalangan siswa, yang tidak hanya digunakan untuk hiburan tetapi juga sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas X Keperawatan sebagai sumber data primer dan satu guru wali kelas sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dengan triangulasi sumber untuk memperoleh data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memberikan empat dampak positif utama terhadap proses belajar siswa, yaitu: (1) mempermudah proses belajar karena siswa dapat mengakses materi dan informasi dengan cepat dan efisien; (2) memudahkan interaksi dengan guru dan teman sekelas, sehingga meningkatkan kolaborasi belajar; (3) meningkatkan pengetahuan melalui berbagai konten edukatif yang dapat diakses kapan saja; dan (4) mendukung bahan pengajaran dengan menyediakan sumber belajar tambahan yang relevan dan menarik. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial berperan penting sebagai sarana pembelajaran modern yang efektif apabila digunakan secara bijak. Penggunaan media sosial secara positif dapat meningkatkan motivasi, efektivitas, dan kualitas proses belajar siswa di SMK Kesehatan Kaltara. Dengan demikian, guru diharapkan mampu mengintegrasikan media sosial dalam strategi pembelajaran, sementara siswa perlu diarahkan agar memanfaatkan media sosial secara produktif dan bertanggung jawab.
penyalahgunaan pemanfaatan narkotika, psikotropika dan prekursor farmasi okeh tenaga medis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana yang dapat dikenakan kepada Tenaga Medis atas dugaan penyalahgunaan dalam pemanfaatan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi, serta mengetahui akibat hukum yang timbul dari penegakan regulasi yang kaku. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif yang didukung dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Data dihimpun melalui studi kepustakaan, menganalisis asas-asas hukum pidana, khususnya asas geen straf zonder schuld (tiada pidana tanpa kesalahan) dan konsep mens rea (niat atau unsur kesalahan). Sumber hukum utama yang dianalisis adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dan peraturan pelaksana terkait kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi konflik antara upaya penanggulangan narkotika yang represif dengan hak pasien atas pengobatan yang layak dan perlindungan profesi medis. Pertanggungjawaban pidana terhadap tenaga medis hanya sah apabila terbukti terpenuhi unsur mens rea (adanya niat jahat atau kesalahan) untuk melakukan penyalahgunaan di luar batas indikasi dan standar profesional. Tindakan medis yang sesuai prosedur profesi seharusnya tidak memenuhi unsur pidana. Penegakan hukum dalam kasus ini harus menerapkan prinsip ultimum remedium, membedakan secara tegas antara penyalahgunaan murni oleh oknum dan kelalaian administratif yang tidak disengaja. Diperlukan interpretasi hukum yang harmonis antara Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan untuk menyeimbangkan perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika dengan jaminan pelayanan kesehatan yang optimal.
Analisis Ratio Decidendi Terhadap Perempuan Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 265/Pid.Sus/2023/PN Tar)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan unsur tindak pidana perdagangan orang serta mengkaji ratio decidendi hakim, Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya praktik penerapan hukum yang belum optimal dalam perkara tindak pidana perdagangan orang, khususnya ketika hakim tidak menerapkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai lex specialis, sehingga berpotensi mengurangi perlindungan hukum terhadap korban perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal hukum yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menelaah kesesuaian antara fakta hukum dan penerapan norma hukum oleh hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 telah terpenuhi, baik unsur perbuatan, cara, maupun tujuan eksploitasi terhadap korban perempuan. Namun demikian, hakim dalam putusannya menerapkan Pasal 296 KUHP dan tidak menggunakan Undang-Undang PTPPO, sehingga sanksi pidana yang dijatuhkan belum mencerminkan perlindungan hukum yang optimal dan rasa keadilan bagi korban. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ratio decidendi hakim dalam perkara tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip keadilan substantif dan perlindungan korban. Oleh karena itu, disarankan agar aparat penegak hukum menerapkan Undang-Undang PTPPO secara konsisten guna mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada korban.
The Implementation of Pancasila Student Profile Strengthening Project in SMPN 8 Tarakan
This study investigated the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in English classes at SMP Negeri 8 Tarakan and the challenges teachers faced during its enactment. Using a qualitative case study design supported by interviews, classroom observations, and document analysis, the study found that P5 implementation followed a collaborative yet top-down structure in which the head coordinator determined project themes while teachers adapted them to their subjects. In English lessons, all six P5 dimensions, such as Faith and Devotion to God, Global Diversity, Mutual Cooperation, Independent Learning, Critical Thinking, and Creativity, were integrated through routines, thematic activities, and communicative tasks, with Independent Learning receiving the strongest emphasis. Despite this integration, several constraints limited optimal implementation, including uneven student participation, dependence on teacher guidance, limited time allocation, and the lack of standardized assessment tools. These issues particularly hindered the development of Independent Learning, as many students struggled with self-regulation and confidence in managing tasks independently. Teachers also relied heavily on qualitative judgment rather than systematic rubrics, resulting in inconsistent evaluation of character development. Overall, the findings indicate that while P5 values were embedded across planning, instruction, and evaluation, their success depended on teacher agency, student engagement, and institutional support, highlighting the need for clearer guidelines, improved evaluation frameworks, and stronger strategies to promote learner autonomy.