Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 38 dari 338

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S di Puskesmas Gunung Lingkas

DHINI ANJANI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara menyeluruh kepada perempuan sepanjang siklus kehidupannya, meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, pasca abortus, keluarga berencana, serta kesehatan reproduksi dan seksualitas perempuan. Pendekatan ini dikenal sebagai Continuity of Care (COC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan untuk memenuhi kesehatan perempuan secara holistik dan berkelanjutan. Tujuan pelayanan ini adalah mengidentifikasi kondisi ibu sejak awal kehamilan hingga masa setelah persalinan. Asuhan pada Ny. S dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas pada tanggal 18 Maret hingga 10 April 2026. Asuhan kehamilan dilakukan pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu normal tanpa komplikasi. Asuhan meliputi pemberian KIE mengenai istirahat yang cukup, tanda-tanda persalinan, persiapan persalinan, dan tanda bahaya kehamilan. Asuhan persalinan dilakukan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 30 menit, kala II 10 menit, bayi lahir spontan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung selama 5 menit setelah pemberian oksitosin, plasenta lahir lengkap tanpa kelainan, tidak terdapat robekan jalan lahir, sedangkan kala IV menunjukkan kondisi ibu stabil dengan perdarahan sekitar 70 cc yang masih dalam batas normal. Asuhan masa nifas dilakukan pada hari ke-16 dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dalam batas normal, TFU tidak teraba, lochea alba, produksi ASI lancar serta tidak terdapat komplikasi. Asuhan bayi baru lahir dilakukan pada usia 1 jam dengan hasil pemeriksaan fisik, refleks, tanda-tanda vital, dan antropometri dalam batas normal. Asuhan yang diberikan setelah lahir yaitu dilakukan pengeringan dan stimulasi awal, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), vitamin K, salep mata, imunisasi hepatitis B, serta perawatan tali pusat. Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara menyeluruh terhadap Ny. S mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir, dapat disimpulkan bahwa seluruh proses berlangsung secara fisiologis dan tidak ditemukan komplikasi, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal, serta seluruh asuhan telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Berdasarkan asuhan yang diberikan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Diharapkan ibu dan keluarga dapat mempertahankan perilaku hidup sehat dan memanfaatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Lahan praktik diharapkan terus meningkatkan mutu pelayanan asuhan kebidanan komprehensif serta menjadi tempat pembelajaran. Institusi pendidikan diharapkan terus memfasilitasi praktik klinik terintegrasi dan mendampingi mahasiswa.

Asuhan keperawatan pada anak dengan Gea di ruang perawatan anggrek B rumah sakit Dr.H.Jusuf.SK Tarakan

NENGSI ARDIANA
2026 · Thesis · Open Access

Gastroinintestinal merupakan penyakit akibat infeksi mikroorganisme yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan pada dua anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan Anggrek B Rumah Sakit Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan beberapa masalah keperawatan, yaitu diare, hipertermia, resiko defisit nutrisi, hipovolemia, dan nyeri akut. Intervensi yang diberikan meliputi terapi cairan intravena, pemantauan karakteristik feses dan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan sistematis mampu mendukung proses pemulihan anak dengan gastroenteritis akut serta dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan anak.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

MUKLIS NUR MAJID
2026 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang muncul pada kedua pasien meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, nyeri akut, pola napas tidak efektif, dan gangguan eliminasi urin. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, manajemen energi, manajemen nyeri, dukungan eliminasi urin, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan, meningkatnya toleransi aktivitas, membaiknya pola eliminasi, dan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan status kesehatan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta mendukung pencegahan komplikasi lebih lanjut.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN

PUTRI NURAISYAH
2026 · Thesis · Open Access

Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CHRONIC KIDNEY SISEASE (CKD)

SASA SABILA
2026 · Thesis · Open Access

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit yang memiliki dampak signifikan terhadap angka kesakitan atau kematian di dunia, di mana perkembangan penyakit ini berlangsung perlahan namun tetap bersifat progresif dan dapat berujung pada kondisi serius apabila tidak diberikan penanganan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dan menyusun asuhan keperawatan pada pasien CKD di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI dan SLKI. Hasil pengkajian pada kedua pasien didapatkan diagnosis keperawatan yang sama yaitu Hipervolemia. Namun dengan keluhan utama yang berbeda pada pasien 1 memiliki keluhan nyeri punggung hingga kaki, sedangkan pasien 2 dengan keluhan lemas. Hasil pengkajian pada kedua pasien terdapat diagnosis yang berbeda yaitu pada pasien 1 gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas kulit dan jaringan, risiko perdarahan, defisit nutrisi, nyeri akut dan pasien 2 dengan diagnosis gangguan perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut. Kesimpulannya hipervolemia merupakan masalah utama yang ditemukan pada pasien CKD, sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terukur sesuai standar keperawatan di perlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pada pasien CKD.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

RUSTINA
2026 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru (alveoli) yang menjadi penyebab kematian menular terbesar pada anak di seluruh dunia. Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan tercatat sebagai daerah tertinggi yang terkena penyakit pneumonia pada anak. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif pada dua anak dengan pneumonia mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan implementasi, hingga evaluasi, serta membandingkan hasil asuhan keperawatan pada kedua klien. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus terhadap dua pasien anak di Ruang Anggrek B RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan periode 27–29 April 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik head-to-toe, dan telaah dokumen medis. Klien 1 (An. F, 4 tahun) ditegakkan tiga diagnosis: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman, seluruhnya teratasi pada hari ketiga. Klien 2 (An. A, 10 tahun) dengan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan gangguan pola tidur, dua diagnosis teratasi, sedangkan bersihan jalan napas belum teratasi akibat produksi sputum tinggi dan wheezing yang masih terdengar. Asuhan keperawatan sistematis berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI terbukti mendukung pemulihan pasien. Penyakit penyerta memengaruhi ketercapaian hasil intervensi secara signifikan. Laporan ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan tenaga keperawatan dalam menangani kasus serupa.

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Campak di Ruang Perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

NUR FADHILAH
2026 · Thesis · Open Access

Campak merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Measles virus yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak dapat ditangani dengan tepat seperti bronkopneumonia, otitis media, enteritis, hingga kematian. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan campak menggunakan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua klien anak dengan campak di ruang perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara dengan keluarga klien, observasi langsung, pemeriksaan fisik head to toe, serta studi catatan medis. Tahapan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun intervensi, pelaksanaan tindakan keperawatan, hingga evaluasi hasil yang dicapai. Hasil studi menunjukkan bahwa pada klien 1 dan klien 2 ditemukan masalah keperawatan berupa hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit/jaringan, ansietas pada klien 1, serta risiko defisit nutrisi pada klien 2. Berdasarkan hasil evaluasi, masalah hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, ansietas dapat teratasi dan risiko defisit nutrisi dapat dicegah, sedangkan gangguan integritas kulit/jaringan pada kedua klien masih teratasi sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan komprehensif membantu proses pemulihan anak dengan campak dan meningkatkan perbaikan kondisi klinis pasien secara bertahap. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan campak.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

JULIYAH ANSAR
2026 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.

PENGARUH JUMLAH PRODUKSI, TENAGA KERJA, DAN PROMOSI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN BATIK KABUPATEN MALINAU 2024

SUARDI HARYUDI
2026 · Thesis · Open Access

Tujuan Penelitian Ini, Yakni Untuk Mengetahui Pengaruh Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja Dan Promosi Terhadap Pendapatan Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau 2024. Penelitian Ini Ialah Penelitian Kuantitatif Yang Menggunakan Metode Analisis Regresi Linear Berganda, Penelitian Ini Pun Dilaksananakan Pada Pelaku Usaha Atau Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau, Data Yang Digunakan Yakni Data Primer Pada Kurun Waktu Satu Tahun Yaitu Tahun 2024. Yang Mana Terdapat 14 Responden Yakni Pengrajin Batik Malinau, Dan Dalam Peneitian Ini Menunjukan Bahwa Secara Parsial Total Produksi, Dan Promosi Berpengaruh Secara Parsial Dan Jumlah Tenaga Kerja Tidak Berpengaruh Secara Parsial, Namun Secara Simultan Seluruh Variabel Yakni Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Terhadap Pendapatan Berpengaruh, Koefisien Determinasi Sebesar 87,2% Variasi Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Mampu Menjelaskan Variasi Dari Pendapatan Sedangkan 12,8% Dijelaskan Oleh Faktor Lain Yang Tidak Diteliti Oleh Peneliti.

Pengaruh Fasilitas pada Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam serta Sosial (IPAS) Siswa Sekolah Dasar Kelas IV SD Negeri 016 Tarakan

SAIN
2026 · Thesis · Open Access

Tujuan kajian ini untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas Pembelajaran pada Hasil Belajar. Kajian ini dilaksanan selama 2 minggu mulai dari tanggal 17 s/d 24 Juli 2024 di SD Negeri 016 Tarakan, kota Tarakan. Sample diambel berlandaskan metode survei kuantitatif. Subjek pada riset ini mencakup semua peserta didik mengenai Dampak Sarana Pendidikan pada Prestasi Akademik Murid Sekolah Dasar Tingkat IV SD Negeri 016 Tarakan periode ajaran 2024/2025 dengan total 54 peserta didik, yaitu kelompok A sebanyak 28 peserta didik serta kelompok B sebanyak 26 peserta didik. Kajian ini memperlihatkan bahwasanya didapatkan persamaan Y = 46,168 + 0,373X, yang mengandung makna bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi dampak positif pada capaian prestasi peserta didik. Berlandaskan hasil hubungan korelasi diperoleh bahwasanya pengaruh sarana belajar tergolong sedang dengan nilai koefisien korelasi 0,553 serta koefisien determinasi 30,5%, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi pengaruh pada pencapaian akademik peserta didik.

PENGARUH BERBAGAI JENIS PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI NILAM (Pogostemon cablin B.) TERHADAP HASIL DAN KUALITAS MINYAK NILAM

DEO JULIAN MOWILOS
2026 · Thesis · Open Access

Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.

Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Diagnosis Halusinasi Pendengaran

MEYRIN AYU ANDINI MUHAJIRIN
2026 · Thesis · Open Access

Halusinasi merupakan kondisi ketika klien mengalami persepsi tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan, seperti mendengar suara sesuatu yang tidak ada. Kondisi ini sering dialami oleh klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dan dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, serta aktivitas sehari-hari klien sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan menunjukkan bahwa kedua klien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Klien 1 mampu mengenali tanda munculnya halusinasi, melakukan teknik menghardik, mengabaikan halusinasi dengan bersikap cuek, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Sedangkan pada klien 2 mulai mampu mengenali halusinasi yang dialami, mengikuti latihan menghardik, serta menunjukkan kepatuhan minum obat meskipun masih memerlukan motivasi dan bimbingan dari perawat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, frekuensi halusinasi pada kedua klien berkurang dan klien tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa intervensi keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Asuhan Keperawatan pada Klien Gangguan Jiwa dengan Diagnosis Keperawatan Halusinasi

PEBRIYANTI
2026 · Thesis · Open Access

Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mempengaruhi persepsi, emosi, perilaku, dan interaksi sosial klien. Kondisi ini memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua klien mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan berbicara sendiri, mondar mandir, gelisah, dan menarik diri. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu halusinasi, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi berupa latihan menghardik, mengabaikan halusinasi, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan edukasi minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Kesimpulannya asuhan keperawatan jiwa secara terstruktur membantu klien mengenali dan mengontrol halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi klien.

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE OBJEK 3D BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK PENGENALAN BAHASA ISYARAT BISINDO

YARBANIA STESYA SIKIT.Y
2026 · Thesis · Open Access

Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan sarana komunikasi utama bagi penyandang tunarungu. Namun, masih rendahnya pemahaman masyarakat umum terhadap bahasa isyarat menyebabkan terjadinya kesenjangan komunikasi antara penyandang tunarungu dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi mobile berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran BISINDO yang interaktif dan mudah digunakan. Aplikasi dikembangkan menggunakan Unity 3D sebagai game engine dan Vuforia Engine sebagai Software Development Kit (SDK) untuk mendeteksi marker. Sistem bekerja dengan memindai kartu marker huruf alfabet A–Z melalui kamera perangkat Android, kemudian menampilkan animasi objek 3D gerakan tangan bahasa isyarat Bisindo secara real-time. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, studi literatur, pengembangan sistem menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC), serta pengujian sistem menggunakan validasi ahli media, validasi ahli materi, pengujian kondisi lingkungan, dan User Acceptance Testing (UAT). Validasi ahli media memperoleh nilai sebesar 80% dengan kategori layak, sedangkan validasi ahli materi memperoleh nilai sebesar 80% dengan kategori layak. Selain itu, pada pengujian kondisi lingkungan menunjukkan tingkat keberhasilan deteksi marker dan penampilan objek 3D sebesar 100% pada berbagai kondisi pencahayaan, yaitu 29.282 lux di luar ruangan, 185 lux di dalam ruangan dengan cahaya lampu, dan 1 lux di dalam ruangan tanpa cahaya lampu. Pengujian UAT dilakukan terhadap 20 responden yang terdiri atas penyandang tunarungu dan masyarakat umum menggunakan skala Likert. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi memperoleh nilai Ease of Use sebesar 93%, Interface Design sebesar 91,67%, System Performance sebesar 94,5%, Clarity of Visualization sebesar 95%, dan User Satisfaction sebesar 96%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat baik[. Secara keseluruhan, aplikasi Signa berhasil diimplementasikan sebagai media pembelajaran bahasa isyarat Bisindo berbasis AR yang mampu membantu pengguna dalam mengenal dan mempelajari bahasa isyarat secara lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami.

RANCANG BANGUN SISTEM PAKAN IKAN OTOMATIS DAN PEMANTAUAN KEKERUHAN AIR AKUARIUM IKAN HIAS BERBASIS INTERNET OF THINGS

ANZAR
2026 · Thesis · Open Access

Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.

Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease di RSUD dr. H. Jusuf Sk Tarakan

AELLYA ROSAYA
2026 · Thesis · Open Access

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus mengalami peningkatan dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani secara optimal. Penurunan fungsi ginjal secara progresif menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta pembuangan zat sisa metabolisme tubuh sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis (CKD) di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan adanya keluhan dan masalah keperawatan yang berbeda pada kedua pasien. Kesamaan temuan pada kedua pasien meliputi peningkatan kadar ureum dan kreatinin, serta ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut, ketidakstabilan glukosa darah, hipervolemia, hipertermia, gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, mencakup manajemen nyeri, manajemen hipervolemia, manajemen hiperglikemia, teknik penguatan sendi. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasien mampu membantu memperbaiki kondisi pasien serta mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian yang komprehensif dan penerapan asuhan keperawatan yang terstruktur sesuai standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) secara menyeluruh.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS KOLELITIASIS PASCA OPERASI

RISNA
2026 · Thesis · Open Access

Kolelitiasis merupakan kondisi terbentuknya batu empedu di kandung empedu atau saluran empedu akibat pengendapan kolesterol, bilirubin, dan garam empedu. Penatalaksanaan yang sering dilakukan adalah kolesistektomi. Setelah menjalani tindakan operasi, pasien dapat mengalami nyeri, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik sehingga memerlukan asuhan keperawatan secara komprehensif. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien kolelitiasis pasca operasi di ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Diagnosis keperawatan utama meliputi nyeri akut, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi keperawatan seperti manajemen nyeri, perawatan luka, dukungan mobilisasi, pemantauan tanda vital, dan edukasi kesehatan mampu meningkatkan kondisi pasien ditandai dengan penurunan skala nyeri, peningkatan mobilisasi, dan tidak ditemukan tanda infeksi selama perawatan. Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal untuk mempercepat proses pemulihan pasien pasca operasi kolelitiasis.

Analisis Kapasitas Dan Efisiensi Penepungan Biji Beras Menggunakan Mesin Penepung Tipe Disc Mill FFC-15 Dalam Memproduksi Tepung Beras

NELSON
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas dan efisiensi mesin penepung tipe disc mill FFC-15 dalam produksi tepung beras dengan menggunakan metode eksperimen melalui pengujian langsung pada mesin. Bahan baku yang digunakan adalah beras putih sebanyak 1 kg pada setiap percobaan, dengan variasi ukuran saringan 2 mm dan 1,5 mm yang masing-masing diuji sebanyak tiga kali untuk memperoleh data yang akurat. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas aktual, efisiensi penepungan, persentase susut massa, persentase tepung tercecer, dan rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran saringan berpengaruh terhadap kinerja mesin, dimana pada saringan 2 mm diperoleh kapasitas aktual sebesar 92,43 kg/jam dengan efisiensi 168,05%, sedangkan pada saringan 1,5 mm kapasitas aktual sebesar 85,84 kg/jam dengan efisiensi 156,07%. Selain itu, persentase susut massa dan tepung tercecer meningkat pada saringan yang lebih kecil, yaitu masing-masing sebesar 3,4% dan 2,73%, dibandingkan saringan 2 mm sebesar 2,63% dan 2,16%, sementara rendemen tertinggi diperoleh pada saringan 2 mm sebesar 97,36%. Secara umum, semakin besar ukuran saringan maka kapasitas dan efisiensi mesin cenderung meningkat, sedangkan saringan yang lebih kecil menghasilkan tingkat kehalusan yang lebih tinggi namun dengan kapasitas dan efisiensi yang lebih rendah, dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin meliputi ukuran saringan, kecepatan putaran mesin, kualitas bahan baku, getaran mesin, serta pengaturan operasional.

pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan belanja modal terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

NADIA PUTRI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provisi Kalimantan Utara pada tahun 2016–2025. Data penelitian menggunakan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Metode analisis menggunakan regresi data panel berbantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan PAD dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, mengindikasikan adanya fenomena time lag investasi sektor publik. Secara simultan, PAD, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai Koefisien Determinasi sebesar 96,66% menunjukkan kemampuan variabel independen sangat kuat menjelaskan variasi PDRB, sedangkan sisanya sebesar 3,34% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Diagnosis Keperawatan Isolasi Sosial

ALISYA PUTRI
2026 · Thesis · Open Access

Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan individu berinteraksi secara positif dengan orang lain, penarikan diri dari lingkungan sosial, afek datar, serta kurangnya partisipasi dalam kegiatan kelompok. Data RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan mencatat 67 kasus isolasi sosial pada tahun 2022 dan 10 kasus pada periode Januari–April 2024, menjadikan isolasi sosial sebagai salah satu prioritas penanganan keperawatan jiwa. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara sistematis pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus terhadap dua klien (Tn. S, 48 tahun dan Ny. Y, 39 tahun) dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, dilaksanakan pada 27 April–3 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami isolasi sosial disertai masalah defisit perawatan diri. Klien 1 juga mengalami halusinasi pendengaran, sedangkan Klien 2 mengalami harga diri rendah. Intervensi dilaksanakan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 yang mencakup latihan berkenalan secara bertahap, berbicara saat kegiatan harian, serta latihan sosialisasi. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, meskipun masih tampak gugup. Keberhasilan asuhan didukung oleh penerapan komunikasi terapeutik yang efektif dan kerja sama tim kesehatan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan SP isolasi sosial secara bertahap efektif meningkatkan kemampuan sosial klien selama perawatan di rumah sakit jiwa.