Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.752 item publik

Publikasi

Halaman 338 dari 338

ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 1 DAN 2 TAHUN DI TAMAN ANAK SEJAHTERA (TAS) PELITA HARAPAN (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

SUDARLIAH
2019 · Thesis · Open Access

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk ujaran bahasa anak usia 1 dan 2 tahun dilihat dari struktur fonologi (akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata yang diujarkan oleh anak usia 1 dan 2 tahun di Taman Anak Sejahtera (TAS) Pelita Harapan. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat dengan menggunakan metode padan fonetik artikulatoris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat delapan puluh sembilan data yang diujarkan oleh tiga sumber data yaitu, NFI, HSC dan AAM. Pemerolehan bahasa berdasarkan struktur fonologi yang terbagi atas dua yaitu, akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah. Akibat pengaruh bunyi lingkungan terdiri dari sepuluh kata dengan perubahan fonem yang berbeda yaitu perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /l/, perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /y/, dan perubahan fonem konsonan /l/ menjadi /y/ serta akibat dari perkembangan sejarah terdiri dari lima puluh dua kata dengan penghilangan fonem yang berbeda yaitu, penghilangan fonem konsonan /s/, /p/, /e/, /j/, /b/, /r/, /t/, /k/, /u/, /l/, /a/, /m/, /o/, /g/, /n/, dan /h/. Serta dua puluh enam penambahan fonem yang terjadi yaitu, penambahan fonem /w/, /s/, /b/, /l/, /t/, /k/, /h/ dan /p/. Anak usia 1 tahun umumnya sudah mampu mengatakan satu kata yang mewakili arti dari kata atau kalimat yang diucapkan serta dapat meniru suara orang lain. Sementara itu anak usia 2 tahun di tahap ini anak sudah mampu mengucapkan dua kata dan mulai mengenal berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya.

PENGGUNAAN WACANA PERSUASI DALAM IKLAN ONLINE DI FORUM JUAL BELI KOTA TARAKAN MELALUI MEDIA FACEBOOK (KAJIAN ANALISIS WACANA)

APRILIA ANGGRAINI
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana persuasi yang terdapat dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari wacana tulis yang terdapat dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook edisi Juli 2019, mulai tanggal 1 sampai 31 Juli. Data penelitian adalah wacana persuasi dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook edisi Juli 2019 berdasarkan analisis wacana. Data pada penelitian ini diperoleh dengan teknik baca, simak dan catat, artinya peneliti membaca teks secara keseluruhan dan memahaminya serta pencatatan dengan cermat dan teliti. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan wacana persuasi sangat erat kaitannya dengan iklan, penggunaan wacana persuasi pada iklan dapat menarik konsumen/pelanggan untuk menggunakan/membeli barang yang ditawarkan. Kemampuan menggunakan wacana persuasi akan menguntungkan bagi para pelaku bisnis khususnya bisnis di forum-forum jual beli online.Jumlah keseluruhan data yang terkumpul pada penelitian ini yaitu sebanyak 99 data yang diperoleh selama 1 bulan penelitian pada bulan Juli 2019. Data penelitian tersebut terdiri atas wacana persuasi pada iklan jasa sebanyak 7 data, wacana persuasi pada iklan barang sebanyak 51 data, wacana persuasi pada iklan makanan sebanyak 23 data, wacana persuasi pada iklan kosmetik sebanyak 10 data dan wacana persuasi pada iklan properti sebanyak 8 data.

PENGGUNAAN KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI DALAM WACANA KORAN HARIAN RADAR TARAKAN (KAJIAN WACANA)

NUR AFDILLA
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi gramatikal konjungsi yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Jenis penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal (konjungsi) yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu koran harian yang diterbitkan oleh Radar Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal konjungsi dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Konjungsi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu konjungsi koordinatif sebanyak 39 data dengan penanda (atau, dan, melainkan dan tetapi). Konjungsi subordinatif sebanyak 84 data dengan penanda (agar, bahwa, begitu, biar, daripada, dengan, hingga, jika, kalau, karena, ketika, sebab, sebagai, sehingga, sementara, seperti, setelah dan yang). Konjungsi korelatif sebanyak 1 data dengan penanda (baik maupun). Konjungsi antarkalimat sebanyak 9 data dengan penanda (bahkan, oleh karena itu, kemudian, meski demikian dan namun). Konjungsi antarparagraf sebanyak 1 data dengan penanda (mengenai). Kemudian, konjungsi gabungan yang diperoleh sebanyak 103 data. Penggunaan kohesi gramatikal konjungsi masih kurang diperhatikan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemerolehan data penggunaan konjungsi subordinatif yang lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan konjungsi lainnya. Penanda konjungsi subordinatif yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi yang sebagai penanda hubungan atributif sebanyak 98 data, sedangkan penggunaan konjungsi yang paling sedikit digunakan yaitu konjungsi korelatif karena hanya ditemukan 1 data.

TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES 2019 (KAJIAN PRAGMATIK)

RUKMA KADIR
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur komisif dalam debat capres dan cawapres 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan September 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif merupakan data penelitian yang dikumpulkan tersaji menggunakan huruf, tidak menyajikan laporan data berupa angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat.Berdasarkan hasil penelitian berupa teori tindak tutur komisif yang terbagi menjadi empat bagian yang pertama tindak tutur komisif berjanji, yang kedua tindak tutur komisif mengancam, yang ketiga tindak tutur komisif penolakan, dan yang terakhir tindak tutur komisif ikrar. Tindak tutur komisif berjanji, janji yaitu menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu. Data berjanji yang ditemukan sebanyak lima puluh enam data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa mengancam, mengancam yaitu menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain. Data mengancam yang ditemukan sebanyak tiga data yang dituturkan oleh paslon 02 (Prabowo Subianto). Tindak tutur komisif berupa penolakan, penolakan merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan ketidak setujuan atau penolakan terhadap sesuatu ide, gagasan, keputusan, atau pendapat orang lain. Data penolakan yang ditemukan sebanyak delapan data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa ikrar, ikrar merupakan janji yang sungguh-sungguh yang akan ia bacakan di depan pemimpinnya. Data ikrar tidak ada di temukan dalam penelitian ini.

JENIS DAN MAKNA MITOS MASYARAKAT SUKU TIDUNG DI PULAU BUNYU KECAMATAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN FOLKLOR)

NURUL HIDAYAH
2019 · Thesis · Open Access

Nurul Hidayah, 2019, Makna Mitos Masyarakat Suku Tidung di Pulau Bunyu Kecamatan Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kajian Folklor), Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumala Sari, M,Pd dan Pembimbing Anggota Siti Sulistyani,M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna mitos dalam Suku Tidung di Pulau Bunyu melalui kajian folklor. metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang mitos Suku Tidung. Data dalam penelitian ini adalah berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan jenis dan makna mitos Suku Tidung dengan menggunakan kajian folklor. folklor adalah teori yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun dari mulut ke mulut. Hasil penelitian pada penelitian ini mendapatkan 38 data mitos serta jenis dan makna mitos tersebut yang diperoleh pada informan atau masyarakat Suku Tidung di Pulau Bunyu di antara lain mitos larangan 10 data. mitos kebiasaan 13 data, mitos petanda terdapat 6 data. dan Mitos perempuan hamil 9 data. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa semua data dalam penelitian ini terdapat 38 mitos serta jenis dan maknanya. Makna yang terkandung didominasi oleh makna falsafah dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan Tuhan karena hal tersebut saling berkaitan.

KULTUR TALUS RUMPUT LAUT(Kappaphycus alvarezii) DENGAN PENAMBAHANPUPUKCONWYDANHORMON COMBO CPERTUMBUHAN SECARAIN VITRO

MUHAMMAD MISDAR
2019 · Thesis · Open Access

Rumput laut Kappaphycus alvarezii salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayaka, Rumput dan menjadi salah satu komuditas perikanan yang penting. Salah satu upaya untuk menyediakan bibit secara kontinyu adalah melalui kultur jaringan. Teknik kultur jaringan rumput laut sangat dipengaruhi oleh pupuk dan hormon sebagai pertumbuhan talus. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah penurunan kualitas bibit K. alvarezii di masa mendatang adalah melalui kultur in vitro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan hormon pertumbuhan terhadap tingkat kelangsungan hidup talus, berat mutlak Rumput laut K.alvarezii yang tumbuh, dan panjang talus jaringan rumput laut K.alvarezii yang dibudidayakan secara in vitro. Parameter yang diuji meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan P4 dengan penambahan Pupuk conwi dan Hormon combo C (P&H) mampu menghasilkan 0,186 gram berat mutlak, 0,333 cm pertumbuhan panjang, dan kelangsungan hidup rumput laut 100% tingkat kelangsungan hidup diatas 50 % tergolong baik. Namun demikian, hasil uji sidik ragam dari seluruh perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diketahui peningkatan pertumbuhan talus rumput laut K.alvarezii dengan kombinasi Pupuk dan Hormon (P&H) mampu meningkatkan pertumbuhan optimal pada panjang talus, berat talus dan kelangsungan hidup talus rumput laut K.alvarezii.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HOTS PADA MATERI TRIGONOMETRI BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO KELAS XI KEPERAWATAN SMK KESEHATAN KALTARA TARAKAN.

MUHAMMAD ADIKA PUTRA
2019 · Thesis · Open Access

Identifikasi Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS Pada Materi Trigonometri Berdasarkan Taksonomi SOLO Kelas XI Keperawatan Smk Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS pada materi trigonometri berdasarkan taksonomi SOLO kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI Keperawatan semester ganjil tahun ajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Sampel dalam penelitian berjumlah 40 siswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh 2019/2020 di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian matematika dengan tipe soal HOTS dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa cendrung pada level multistructural. Persentase level multistructural sebesar 41% atau sebanyak 16 orang siswa. pada level ini siswa sudah mampu mengaplikasikan informasi yang didapatkan baik kedalam rumus maupun gambar tetapi siswa belum dapat menyelesaikan soal dengan baik.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TARAKAN

TINTA WAHYUNINGSIH
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya 1) Pengaruh Model Pembelajaran (TTW dan Konvensional) terhadap hasil belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. 2) Pengaruh keaktifan siswa kategori sedang dan kategori tinggi. 3) Pengaruh interaksi antara model pembelajaran (TTW dan konvensional) dengan keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2×2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika siswa dan lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan iferensial. Teknik deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan analisis variansi dua jalur. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran (TTW dan konvensional) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan p-value 0,003. Keaktifan siswa kategori sedang dan kategori tinggi tidak berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai p-value 0,500, dan tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan dengan nilai p-value 0,305.

PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN GUIDED INQUIRY APPROACH DAN MODIFIED FREE INQUIRY APPROACH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA MAN TARAKAN

SELLA OCTAVIA
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui keefektifan guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan manakah yang lebih efektif diantara pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siswa kelas XI MIA MAN Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian two group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1, XI MIA 3, XI MIA 4 MAN Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data digunakan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji one sample t-test dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji one sample t-test diperoleh nilai sig 0,0420,05≥0,000, maka H_02 diterima yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai sig 0,032 0,05 , maka H_0 ditolak yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach lebih baik dibandingkan model pembelajaran modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIA MAN Tarakan.

KARAKTERISTIK MORFO-MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN LAYUR (Superfamili Trichiuroidea) HASIL TANGKAPAN TRAWL DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

FAHRISAL AMIR
2019 · Thesis · Open Access

Morpho-meristic characteristics of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) using trawl fishing gear in marine waters is very rarely done because fatherly is known for the length and weight of fish caught using trawling. The purpose of the research was to know the morphology of species of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) caught in trawl fisheries in marine waters, describe the size and weight distribution of laying fish, analyze and explain the long fish weight relationship. This research was conducted from December 2018 to March 2019. The method of taking data was purposive random sampling. Data analysis included fish identification, long frequency distribution, and long weight relationship. Analysis of fish identification takes reference from the 1993 FAO book, fish species identified in Juata Laut of the Kota Tarakan, Lepturacanthus savala. The result showed distribution of long and heavy frequencies shows that during the study layur fish were caught with a length range of 32.1-37.3 cm and a weight ranging from 15.9-22.7. The relationship between the length of the first week is negative allometric with a value of b = 1.947 and the second week is negative allometric with a value of b = 2.3262 while the relationship of the length of the third week is a positive allometric with a value of b = 3.1028.

PENGARUH KONTROL DIRI DAN PENGETAHUAN KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA DI KOTA TARAKAN

NUR DWI WIRA BAKTI
2019 · Thesis · Open Access

Perilaku manajemen keuangan telah menjadi isu yang sangat penting saat ini. Ini karena terkait dengan perilaku konsumtif masyarakat di inonesia khususnya para pegawai Bank Rakyat Indonesia di kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Kontrol Diri dan Pengetahuan Keuangan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Sampel terdiri dari 109 responden di Tarakan dimana mereka ini dipilih dengan cara sample random sampling. Karakteristik responden misalnya bekerja sebagai pegawai Bank Rakyat Indonesia di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan analiss regresi. Ditemukan bahwa tidak ada pengaruh dari Kontrol Diri terhadap Perilaku Manajemen Keuangan dan terdapat pengaruh Pengetahuan Keuangan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan tetapi secara simultan variabel Kontrol Diri dan Pengetahuan Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan.

Pemberian Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L) Sebagai Stimulator Molting Pada Kepiting Bakau (Scylla serrata)

SADRIANTO
2017 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses molting membutuhkan hormon ekdisteroid. Salah satu bahan baku yang memiliki hormon ekdisteroid adalah daun karamunting (Melastoma malabathricum L). Tujuan penelitian ini adalah menguji potensi karamunting sebagai sumber pengganti hormon yang berasal dari tumbuhan untuk stimulan proses molting pada kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 11 ulangan. Perlakuan A (kontrol), perlakuan B (9 µg/g), perlakuan C (15 µg/g), dan perlakuan D. (21 µg/g). Dari hasil penelitian pemberian ekstrak daun karamuntinng pada perlakuan B menunjukkan laju kecepatan molting terbaik yaitu sekitar 5-25 hari. Persentase molting terbaik pada perlakuan A dan B yakni sebesar 36,36%. Pertumbuhan lebar karapas dan laju pertumbuhan harian pada perlakuan B menujukkan hasil terbaik yaitu 1,6 cm dan 2,71%.