COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SERI GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BERBICARA SISWA DALAM TEKS NARATIF UNTUK KELAS SEBELAS JASA BOGA 2 DI SMK NEGERI 1 TARAKAN
ABSTRACT Yemima Kristiani. 2020. The Effectiveness of Using Picture Series to Improve Students’ Speaking Achievement in Narrative Text for XI Grade Jasa Boga 2 at SMK Negeri 1 Tarakan. (Advisor by Romlah Ulfaika, M. Pd). The aim of this research was to find the significant effect of Picture Series to improve students’ speaking achievement in xi grade of SMK Negeri 1 Tarakan. This research was pre-experiment. In this research, the researcher tried to find out the differences before and after being taught using Picture Series. The sample of this research was students in 11 Jasa Boga 2 class which consisted of 27 students at SMK Negeri 1 Tarakan in academic years of 2019/2020. The instrument was picture series that included pretest and posttest. Besides that, the researcher used descriptive analysis, hypothesis testing, and paired samples test for analyzed the statistically. The research result showed that there was different mean score between pretest and posttest. It was proven by the result of the students’ mean score. They were 59.00 in pretest and 75.92 in the posttest. It means that the improvement of the students’ mean score was 16.92. It can be seen that the improvement of students’ mean score in the posttest was higher than pretest and it indicated that there was significant difference from students’ speaking score between pretest and posttest. The result of paired sample test showed that t-test computation was 13.157 higher than t-table (2.056). So, 13.157 > 2.056 it means Ha was accepted and Ho was rejected. As the conclusion, picture series were effective to improve students’ speaking achievement eleventh grade of SMK Negeri 1 Tarakan by using picture series. Key Word : Speaking Achievement, Picture Series.
Studi Morfometrik dan Fenetik Bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai Potensi Sumber Belajar Biologi Kelas X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
KEBIASAAN MAKAN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN
KEBIASAAN MAKAN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Berbagai potensi sumberdaya ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan ikan dominan di perairan Sungai Sembakung salah satunya adalah ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan baung (Hemibagrus nemurus) dari hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Oktober tahun 2019 di Sungai Sembakung dengan titik lokasi tepatnya di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Sampel dikumpulkan dengan mengunakan alat tangkap rawai/pancing (long line) dengan ukuran mata pancing 7 inci. Penelitian ini menggunakan analisis data persentase ikan dengan lambung berisi (PILB), index of stomach content (ISC) dan indeks relative penting (IRP), serta pengukuran kualitas air secara insitu dengan parameter fisika – kimia. Hasil perhitungan nilai Indeks Relatif Penting (IRP) ikan baung secara keseluruhan selama penelitian di Sungai Sembakung menunjukkan bahwa keragaman makanan dari kelompok tumbuhan 81% merupakan makanan utama ikan baung, makanan pelengkap dari kelompok hewan 11 % dan makanan tambahannya terdiri dari kelompok hewan yaitu ke 3 % dan dari kelompok tumbuhan 5 %. Hal ini menunjukan ikan baung lebih cenderung memakan tumbuh-tumbuhan atau herbivora.
KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN
KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan suatu sumberdaya perairan yang bernilai ekonomis penting menjadi hasil tangkapan utama para nelayan di Desa Atap dengan penangkapan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan tawes di Sungai Sembakung Desa Atap. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dengan menggunakan Prupossive Sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang. Penelitian ini menggunakan data persentase ikan dengan lambung berisi (PILB) dengan nilai 100% setiap bulannya, index of stomach content (ISC) dengan hasil yang didapatkan berkisar 2,66-8,07, index of Preponderence (IP), dan pengukuran kualitas air dilakukan secara langsung. Komposisi makanan ikan tawes ditentukan dengan menghitung index of Preponderence (IP), sehingga diperoleh 89 % makanan utama berupa lumut, sedangkan makanan pelengkap yang tidak terifentifikasi 7 % beberapa potongan rumput dan biji – bijian, dan makanan tambahan 4 % berupa akar. Hasil yang diperolah menunjukkan bahwa ikan tawes bersifat herbivora.
STUDI KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU SEBATIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis studi komunitas mangrove di Pulau Sebatik sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 transek dengan masing-masing panjang transek 100 m dengan masing masing plot berukuran 10 x 10 m. Parameter yang diukur yaitu keanekaragaman, kemerataan dan dominansi mangrove. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas dan intensitas cahaya. Hasil penelitian mangrove di Pulau Sebatik berdasarkan keanekaragaman ditemukan 4 spesies mangrove diantaranya Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora. Keempat spesies tersebut memiliki nilai indeks keanekargaman yang masih tergolong rendah. Indeks kemerataan mangrove di Pulau Sebatik sebesar 0,451 yang berarti tegolong tidak stabil. Indeks dominansi di Pulau Sebatik yang tergolong sedang terdapat pada spesies Sonneratia alba memiliki nilai 0,629. Adapun pada spesies Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora masih tergolong rendah. Hasil analisis keterkaitan hasil penelitian dalam pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 terdapat adanya keterkaitan penelitian terhadap pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar 3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan 4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.
Keanekaragaman Jenis Ikan Non Budidaya Di Perairan Tambak Tradisional Muara Sesayap Kalimantan Utara
Pulau Mangkudulis Besar merupakan daerah delta yang terbentuk di perairan muara Sungai Sesayap yaitu berada dekat dengan desa Bebatu bagian timur Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan non budidaya di perairan Tambak Tradisional Muara Sesayap. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2019 pada waktu pemanenan tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode deskeriptif survei. Hasil tangkapan diidentifikasi berdasarkan jenis dan morfologi ikan dengan mengacu pada buku identifikasi, dengan mengamati bentuk tubuh, bentuk kepala, bentuk sisik, bentuk ekor serta warna pada ikan. Ikan-ikan non budidaya yang didapatkan pada saat pemanenan tambak tradisional di Pulau Mangkudulis besar sebayak 23 ekor jenis ikan yang tergolong dalam 2 kelas, 21 famili, 23 genus dan 23 spesies. Frekuensi relatif 100 0/0 jenis ikan yang di dapatkan pada ketiga tambak yakni sebayak 12 jenis ikan, frekuensi relatif 66,67 0/0 yakni sebayak 5 jenis ikan dan frekuensi terendah 33,330/0 yaitu sebanyak 6 jenis ikan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN KARTU KATA PADA SISWA KELAS II SDN 013 TANJUNG SELOR
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN KARTU KATA PADA SISWA KELAS II SDN 013 TANJUNG SELOR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan media permainan kartu kata pada tema 5 di SDN 013 Tanjung Selor. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan membaca permulaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada hasil kemampuan membaca siswa kelas II SDN 013 Tanjung Selor dengan menggunakan media kartu kata. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 67% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan hasil tes kemampuan membaca permulaan sebesar 87% siswa yang tuntas. Meningkatnya kemampuan membaca permulaan siswa di karenakan siswa sudah mempunyai kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan untuk berusaha dengan dirinya sendiri. Secara keseluruhan semua aspek telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci: Media Kartu, Kemampuan Membaca Permulaan
VALUASI EKONOMI LIMBAH SAMPAH (STUDI KASUS : TPA KOTA TARAKAN)
ABSTRAK VALUASI EKONOMI LIMBAH SAMPAH (Studi Kasus : TPA Kota Tarakan) Muchlis Agus Tri Darmawanto, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan valuasi ekonomi limbah sampah di Tempat Pembuangan Akhir di Kota Tarakan dilihat dari jumlah sampah yang di kumpulkan dan dijual oleh reponden setiap bulannya, kategori sampah dalam penelitian ini ada tiga kategori diantaranya sampah plasik, sampah non plastik dan sampah organik. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dimana responden ini bertempat tinggal dilingkungan TPA. Untuk menghitung manfaat langsung limbah sampah peneliti menggunakan rumus DUV dengan hasil data yang didapatkan secara langsung dengan metode survei serta kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai manfaat langsung sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Tarakan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitaran TPA, dengan hasil perhitungan bahwa dari 20 responden masyarakat mendapatkan nilai manfaat langsung sebesar Rp. 1.030.726 disetiap bulannya. Sementara untuk nilai manfaat langsung setiap tahunnya sebesar Rp. 247.374.240. Dimana nilai manfaat langsung didapatkan dari hasil penjualan sampah yang dikumpulan Dimana nilai manfaat langsung didapatkan dari hasil penjualan sampah yang dikumpulan, jenis sampah yang dikumpulkan yaitu sampah plastik, sampah organik dan sampah nonorganik.
PENGARUH BOBOT DAN WAKTU APLIKASI MULSA JERAMI PADI TERHADAP TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Jerami merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai mulsa, pemberian mulsa jerami dapat menekan pertumbuhan gulma, mempertahankan agregat tanah dari terpaan air hujan, terjadinya penguapan air, melindungi tanah dari paparan sinar matahari. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan kacang hijau dengan memodifikasi bobot mulsa dan mengatur waktu aplikasi mulsa jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor 1 mulsa jerami padi dengan 5 taraf dan faktor 2 waktu aplikasi mulsa jerami padi dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerami padi dengan berbagai bobot berpengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman kacang hijau, tetapi tidak berpengaruh nyata dengan aplikasi yang berbeda. Mulsa jerami dengan bobot 1 kg menghasilkan pertumbuhan lebih tinggi dan berbeda dengan bobot lainnya.
PENGARUH HARGA DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK SAMSUNG DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Masyarakat Kota Tarakan yang menggunakan smartphone merek Samsung minimal 3 bulan dengan jumlah sampel 140 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen dan variabel citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen.
Eksternalitas Pengolahan Pertambangan Batuan Andesit PT. Pipit Mutiara Jaya Terhadap Masyarakat Desa Sekatak Buji.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit terhadap masyarakat desa Sekatak Buji. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat desa Sekatak Buji Sebayak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan alat skala likert. Hasil dari penelitian ini diketahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit pada kondisi lingkungan hidup, seperti polusi udara yaitu sebesar 60,66% atau kategori cukup. Eksternalitas atau dampak pencemaran air yaitu sebesar 39,33% atau kategori rendah (tidak tercemar). Dan eksternalitas atau dampak tanah longsor yaitu sebesar 45,33% atau kategori cukup. Dilihat dari kondisi sosial, seperti besar untuk bantuan perbaiki jalan dari kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 72,66% atau kategori tinggi. Dan dilihat dari kondisi ekonomi, seperti meningkatnya usaha rumah kost dengan adanya kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 70% atau kategori tinggi.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Binalatung Beach Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BINALATUNG BEACH KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Nur Hajirah Dr. Pither Palungan, S.E.,M.Si Agus Tri Darmawanto, ME Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner, populasi dalam penelitian belum diketahui. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel pendapatan, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Diperoleh variabel pendapatan de ngan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,803 > 1,986), variabel lama perjalanan dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-2,778 1,986), variabel fasilitas dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,103 > 1,986). Sedangkan biaya perjalanan dan biaya perjalanan ke objek lain tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Hal in dikarenakan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan lebih kecil dari t-tabel (0,699 1,986) dan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan ke objel lain lebih besar dari t-tabel (0,896 1,986). Adapun secara simultan variabel pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan dengan nilai f-hitung lebih besar dar f-tabel (4.654 > 2.32). Dengan nilai koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,205 atau sebesar 20,5%. Kata-kata Kunci : Pendapatan, Biaya Perjalanan, Biaya Perjalanan ke Objek Lain, Lama Perjalanan, Fasilitas, Jumlah Kunjungan Wisatawan.
ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN
ABSTRAK ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN SINTIA ERLINA HALID SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±18 meter di atas permukaan laut, terletak pada posisi antara 3°.14’30”–3°.26’37” Lintang Utara dan 117°.30’50”–117°.40’12” Bujur Timur. Luas wilayah Kota Tarakan adalah 657,33 km2 dengan daratan seluas 250,80 km2 dan lautan seluas 406,53 km2. Penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threat) untuk mengetahui strategi pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pendapat dari responden penelitian yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan pada bulan Januari sampai Maret melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek yang terdapat di Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan tersebut yaitu, pengunjung merasa sangat puas terhadap fasilitas mushola dan relief. Selanjutnya pengunjung merasa puas terhadap fasilitas gerbang, area parkir, loket karcis, pagar, tempat sampah, loker, rumah gubuk, kebersihan, dan keamanan. Kemudian pengunjung merasa cukup puas/ netral terhadap fasilitas bangku, tanaman, dan toilet. Selain itu pengunjung merasa tidak puas terhadap fasilitas kolam. Adapun strategi pengembangan yang sebaiknya digunakan dalam pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan adalah strategi WO (Weakness - Opportunity). Strategi ini meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang. Alternatif strategi WO yang telah dirumuskan adalah harga karcis masuk diturunkan atau sama dengan harga karcis objek wisata lain yang serupa, menambah jumlah tempat sampah agar pengunjung balai adat terutama ketika ada kegiatan tidak membuang sampah sembarangan, pengelola secara berkala membersihkan kolam agar semakin menarik pengunjung, pemerintah membuat dan secara aktif mengelola akun media sosial balai adat sebagai ajang promosi, dan pemerintah menyediakan tempat khusus untuk UMKM menjual produk khas Suku Tidung maupun Kota Tarakan.
KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN
KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dengan menggunakan media proyeksi dengan teknik khyalan visual. Penelitian ini merupakan penelitian kelas (PK). Jenis penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data berupa angka dan pencapaian kemampuan siswa dalam menulis puisi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan, yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data bahwa pencapaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dapat disimpulkan dengan hasil rata-rata kelas adalah 84 dengan kriteria sangat baik dengan bobot A (80-100). Setelah dilakukan analisis pada nilai ketuntasan siswa, terdapat 20 siswa yang tuntas dengan persentase 78% mencapai nilai KKM. Sedangkan 6 siswa belum tuntas dengan persentase 23% tidak mencapai KKM. Selain itu penelitian dengan menggunakan media proyeksi dapat dinyatakan berhasil dengan melihat pencapaian siswa pada setiap aspek yang nilai, siswa mampu berperan aktif dengan adanya media yang digunakan kemudian, dapat dilihat dari nilai perolehan kemampuan siswa dalam menuliskan puisi pada setiap aspek, untuk aspek tema dengan nilai 93 persentase 46,3%, untuk aspek diksi dengan nilai 78 persentase 38,8%, untuk aspek struktur bait dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek bahasa kias dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek citraan/imaji dengan nilai 88 persentase 43,8%, untuk aspek versifikasi dengan nilai 83 persentase 41,7%, dan untuk aspek amanat dengan nilai 82 persentase 40,8%. Dengan menggunakan media proyeksi siswa kelas VIII-2 lebih aktif dan lebih antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Setiap siswa lebih mempusatkan perhatiannya pada video wisata alam yang di putarkan menggunakan media proyeksi (proyektor). Kata Kunci: Kemampuan, Media Proyeksi, Menulis Puisi
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA
ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Vera Lestari 1640402015 Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si Email: [email protected], Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda diperbatasan Indonesia-Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah sebanyak 80 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari 6 unsur pertanyaan kuesioner mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda di perbatasan diperoleh hasil akhir sebesar 74% yang berada pada kategori interval 60%-74%. Sehingga masyarakat setuju dan mendukung yang dilakukan bank Indonesia mengadakan sosialisasi BI terhadap uang Rupiah di perbatasan. justru masyarakat meminta agar bank Indonesia mengadakan terus menerus sosialisasi sehingga masyarakat di Desa Aji Kuning menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan uang Ringgit di perbatasan dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap penggunan uang Rupiah ini sangat berarti diperbatasan.
KARAKTERISTIK MODAL SOSIAL RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PAMUSIAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH
Penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Modal Sosial Rumah Tangga di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Jenis penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan teknik Cluster Sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan analisis tipologi klassen. Hasil penelitian secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan kepala keluarga yang ada di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Variabel minat organisasi dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kepala keluarga. Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pada koefisien uji determinasi bernilai sebesar 0,282 atau 28,2 % artinya bahwa variabel independen tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Sedangkan sisanya adalah 71,8 % variabel yang tidak di teliti oleh peneliti. Sedangkan hasil analisis spasial untuk minat organisasi terhadap pendapatan 38,70% (12 RT) tidak aktif dan tidak produktif dan aktif produktif 32,25 % (10 RT). Untuk jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan 32,25 % (10 RT) banyak tidak produktif dan banyak produktif 19,35% (6 RT). Kemudian untuk tingkat pendidikan terhadap pendapatan ada yang tinggi produktif 67,74% (21 RT) dan rendah tidak produktif 6,45% (2 RT).
Pengaruh Inflasi dan Jumlah Penduduk Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan mengetahui pola spasial keterkaitan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder triwulan 2012-2019. Sedangkan pola spasial menggunakan data pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, interpolasi untuk memperoleh data triwulan dan analisis tipologi klassen. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 0.96,1 atau 96,1% menunjukkan seluruh variabel independen simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangan sisanya adalah 3,1% di luar variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil analisis pola spasial tahun 2012 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif), pada tahun 2015 terbagi menjadi tiga kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) III (rendah tidak produktif) dan IV (tinggi tidak produktif), dan pada tahun 2019 klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif)
Pengaruh self efficacy dan self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTS DDI Tarakan
PENGARUH SELF EFFICACY DAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX MTS DDI TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh self efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh self efficacy dan self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs DDI Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi di kelas IX MTs DDI Tarakan sebanyak 61 siswa. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner self efficacy dan self regulated learning dan dokumen hasil belajar matematika. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan data statistik yaitu SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara self efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs DDI Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ1 = 32,771 + 0,385 X, dan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs DDI Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ2 = 34,033 + 0,266 X. Selain itu hasil penelitian menujukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara self efficacy dan self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs DDI Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 25,943 + 0,279X1 + 0,144X2. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diketahui self efficacy dan self regulated learning secara simultan memberikan pengaruh sebesar 15,1% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs DDI Tarakan.
The Profile of English National Examination Result of Junior High School in Malinau
This study aimed to describe the profile of English National Examination for Junior High School students in Malinau Regency and to find out wheter there were significant differences in the national exam based school status, school accreditation, student achievement and gender. Data of the national exam was taken from the Education and Culture Office of Malinau Regency in 2019. The research sample consisted of 1352 students from 35 junior high schools in Malinau Regency. This Casual Comparative research used quantitative method. The Man Whitney U test and Kruskall Wallis H test were used to analyze the data. It was found that (1) public school had better national English test results than private school, (2) non-accredited school had better result than schools with A, B and C accreditation, (3) female students had better English national exam scores than male students, (4) the students achievement on of the examination was in the poor category. It can be concluded that, there were significant differences in the results of the examination based on school status, school accreditation, gender and student achievement.