SINTA FEBRIYANTI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait pembagian harta waris kepada ahli waris beda agama dalam perspektif hukum kewarisan islam (Studi Putusan MA No.16 K/AG/2010). Pertama, kedudukan ahli waris non muslim terhadap harta warisan yang berasal dari pewaris muslim dalam hukum kewarisan islam. Kedua, pertimbangan hakim dalam pembagian harta waris pewaris muslim kepada ahli waris non muslim dalam putusan Mahkamah Agung No.16 K/AG/2010. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yang terkait dengan penelitian ini dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat seperti peraturan perundang-undangan terkait dengan ahli waris beda agama. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, pendapat para ahli hukum dan jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kedudukan ahli waris non muslim terhalang untuk mendapatkan waris dari pewaris muslim dalam hukum waris islam seperti yang telah dijelaskan dalam KHI Pasal 171 huruf (c), dikarenakan hak waris terhadap ahli waris yang berbeda agama sudah tertutup, maka dalam praktiknya sebagian hakim telah memberi jalan dengan menggunakan pertimbangan wasiat wajibah. Kedua, dasar pertimbangan hakim memberikan waris kepada ahli waris non muslim bahwa istri non muslim merupakan kafir dzimmi yang hidup damai berdampingan dengan orang muslim dalam hubungan pernikahan yang sudah dijalani selama 18 tahun dengan mempertimbangkan aspek keadilan, kemaslahatan untuk memberikan kadar wasiat wajibah kepada ahli waris beda agama.
CATUR ROSITA DEWI
2024 · Thesis · Open Access
Pemerkosaan inses merupakan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku yang memiliki hubungan sedarah dengan korban, semisal ayah terhadap anak perempuannya, saudara laki-laki terhadap saudarinya, paman terhadap keponakannya dan lainnya. Pada tindakan pemerkosaan inses tidak menutup kemungkinan terjadinya kekehamilan yang dialami oleh korban pemerkosaan inses, terjadinya kehamilan tidak diinginkan dan ketidak siapan fisik maupun psikis menyebabakan korban melakukan tindakan aborsi. Sehingga korban pemerkosaan membutuhkan perlindungan hukum dan juga penghapusan pidana atas perbuatan yang dilakukan semata-matas atas tekan mental yang diderita oleh korban. Meteologi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan normatif, studi pustaka dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan serta dengan melakukan penelusuran terkait bahan-bahan hukum peraturan perundang-undangan maupun melalui melalui penelusuran terhadap jurnal-jurnal dan buku melalui media internet. Berdasarakan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa aborsi yang dilakukan oleh korban pemerkosaan telah di kecualikan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan juga dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Reproduksi. Adapun perlindungan hukum terhadap korban pemerkosaan inses yang melakukan aborsi berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atas berlakunya Lex Generale. Akan tetapi banyak ketentuan yang ditentukan didalam peraturan-peraturan tersebut salah satunya mengenai batas usia kehamilan yang diperbolehkan dalam melakukan aborsi. Serta keterbatasan ruang gerak korban dalam melakukan pelaporan serta banyak nya ketidak tauan korban mengenai indikasi kehamilan pada tubuh korban dikarenakan seriap wanita memiliki perbedaan pada awal masa kehamilannya, menyebabkan banyaknya korban pemerkosaan melakukan tindakan aborsi secara ilegal dan mengakibatkan korban melakukan tindak pidana. Sehingga dengan adanya aturan baru yang lebih jelas lagi, sehingga diharapkan perlindungan hukum terhadap perempuan korban pemerkosaan inses tersebut dapat terpenuhi.
JAENCIE PETRUS SULO
2024 · Thesis · Open Access
Pembangunan nasional mendorong kemajuan di berbagai bidang ilmu salah satunya di bidang usaha yang memicu persaingan usaha tidak sehat antara para pelaku usaha. Akibatnya terjadi penurunan kualitas pada barang yang di produksi sehingga pada barang tersubut sering terdapat cacat produk baik cacat terlihat maupun cacat tersembunyi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mempelajari dua hal yaitu untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum pada cacat produk dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen untuk meminta pertanggungjawaban pelaku usaha. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu adalah penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Perlindungan hukum sangat dibutukan untuk melindungi hak-hak konsumen. Menjawab permasalahan konsumen, di sahkanlah Undang-Undang Nomor 8 Tahun I999 Tentang Perlindungan Konsumen yang biasa disebut UUPK. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen berupa dalam bentuk hukum perdata, hukum pidana dan hukum administrasi. Konsumen dalam meminta pertanggungjawaban Pelaku usaha dapat menggunakan upaya hukum. Penyelesaian sengketa konsumen dapat diselesaikan melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan yaitu melalui badan penyelesaian sengketa konsumen atau BPSK maupun melalui pengadilan. Kasus yang penulis jadikan acuan yaitu Putusan Arbitrase BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor: 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 mengenai cacat tersembunyi. National development encourages progress in various fields of science, one of them is in the field of business which triggers unfair business competition between business actors. As a result, there is a decrease in the quality of goods produced so the good often have product defects both visible defects and hidden defects. The objective of this research was to study two things, to identify the form of legal protection on product defects and to find out the legal effort that can be taken by consumers to hold business actors accountable. The research method used is normative legal research with a statue approach, conceptual approach, and case approach. Legal protection is needed to protect consumer rights. To solve consumer problems, Law Number 8 of I999 concerning Consumer Protection has been passed, which is commonly referred to as UUPK. The form of legal protection for consumers is in the form of civil, criminal, and administrative law. Consumers in holding business actors accountable can use legal remedies. Settlement of consumer disputes can be resolved through out-of-court dispute resolution, both the BPSK consumer dispute resolution body and the court. The case used as a reference in this research was the Arbitration Decision of BPSK DKI Jakarta Province Number: 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 regarding hidden defects.
FIOLETA YULDIANA LUKAS
2024 · Thesis · Open Access
Praktik pijat bayi merupakan sebuah kearifan lokal turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Jadi dapat dikatakan bahwa, pijat bayi merupakan salah satu teknik yang umum diberikan pada bayi atau anak yang sedang sakit untuk membantu penyembuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan Motorik Kasar bayi umur 0 s/d 11 bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pendekatan pre and post test design without control group. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Nilai rata-rata berat badan bayi sebelum perlakuan pijat adalah 6016, 6667 dengan standar deviasi 2113, 33302 sedangkan nilai rata-rata berat badan bayi setelah menerima perlakuan pijat bayi selama 4 minggu atau 8 kali adalah 6680, 5556 dengan standar deviasi 1918,72651 dengan nila P Value 0,05 yaitu 0,000. Sedangkan untuk nilai rata-rata perkembangan motori kasar setelah perlakuan adalah 2,22 dengan standar deviasi 0,428 dengan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,05 yaitu 0,025. Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 005 artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik kasar bayi. Kata kunci : Pijat bayi, berat badan, motorik kasar
AYU CHRISTIA BUNTUBATU
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait proses perceraian berdasarkan hukum adat Toraja dan akibat hukum perceraian menurut hukum adat Toraja. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dan perbandingan. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari peraturan perundang-undangan terkait perkawinan dan perceraian adat, sementara data sekunder dari buku, jurnal, majalah, dan kamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perceraian dalam hukum adat Toraja melibatkan tahapan seperti konsultasi dengan keluarga besar, mediasi oleh pemuka adat, dan upacara adat. Hak asuh anak dan pembagian harta benda diatur ketat dengan penekanan pada kesejahteraan anak dan keadilan bagi kedua belah pihak. Proses perceraian juga melibatkan pembayaran denda adat. Dalam hukum adat Batak, perceraian juga melibatkan keluarga besar dan pemuka adat, dengan musyawarah untuk mencapai kesepakatan terkait hak asuh anak, pembagian harta benda, dan penyelesaian konflik. Sistem kekeluargaan Batak, "hulahula" dan "boru," berperan penting dalam penyelesaian perceraian. Perbandingan antara hukum adat Toraja dan Batak menunjukkan persamaan dalam penghormatan terhadap adat istiadat dan peran keluarga besar, tetapi ada perbedaan dalam proses dan detail aturan adat terkait perceraian. Hukum adat Toraja lebih menekankan pada upacara adat, sedangkan hukum adat Batak lebih menekankan musyawarah dan peran "hulahula" serta "boru." Akibat hukum dari perceraian dalam kedua hukum adat ini meliputi kedudukan suami dan istri setelah perceraian. Dalam hukum adat Toraja, kedudukan suami dan istri ditentukan berdasarkan kesepakatan adat dan aturan yang berlaku, dengan pertimbangan kesejahteraan anak dan pembagian harta yang adil. Sementara dalam hukum adat Batak, kedudukan suami dan istri juga ditentukan melalui musyawarah adat, di mana keputusan yang diambil harus menghormati nilai-nilai keluarga besar dan adat istiadat.
ABDUL MANAN ALKAF
2024 · Thesis · Open Access
Abuse is defined as an act of physical, psychological, or emotional abuse against another person by a person or group; it frequently involves an unfair distribution of power or authority. Abuse acts are grave human rights breaches that can injure victims physically, psychologically, or emotionally. The purpose of this research was to ascertain the legal protections available to children who were the victims of criminal acts of abuse at school as well as countermeasures that could be implemented in such cases. In this study, an empirical research methodology was adopted. Both primary and secondary data collection methods were used to get the data. In-depth interviews with sources who worked as guidance and counselling teachers was the primary data. In addition, to obtain a true picture of the circumstances and the steps the school took to address abuse, direct observations were conducted at a number of schools. Secondary data related to the research issue was gathered from government reports, scholarly literature, and legal records. The study's findings demonstrated that children who were the victims of illegal acts of abuse at school were entitled to legal protection against violence, which included verbal, physical, and psychological abuse. The primary framework for safeguarding children, especially school-age children, was Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, as updated by Law Number 35 of 2014. The right of children to be shielded from abuse and violence was emphasized by this statute. Additionally, by resolving issues internally through counselling and raising awareness of the hazards of violence, teachers can play a significant role in preventing violence in schools, according to this research. The school has stringent policies in place for dealing with violent incidents, which may include calling the police in certain situations.
TAUPIK HIDAYAT
2024 · Thesis · Open Access
Badan Permusyawaratan Desa merupakan lembaga pemerintahan terkecil dalam suatu negara. Badan Permusyawaratan Desa merupakan lembaga yang berada di desa yang bertugas untuk membantu melaksanakan otonomi daerah di Indonesia demi terselenggaranya cita-cita masyarakat desa yakni terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa yang mampu mengakomodasi aspirasi seluruh masyarakat desa. Fungsinya mengawasi seluruh pekerjaan rumah tangga dalam pemerintahan desa dengan adanya badan permusyawaratan desa yang merupakan lembaga perwujudan demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengawasan Kinerja Kepala Desa oleh Badan Permusyawaratan Desa berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan dan mengetahui mekanisme pengawasan kinerja Kepala Desa oleh Badan Permusyawaratan Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tipe penelitian normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan (Statue approach) dan pendekatan Konseptual (Conseptual approach). Fungsi dan tugas Badan Permusyawaratan Desa yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas kepala desa dianalisis berdasarkan teori kewenangan, sehingga kewenangan yang dimiliki Badan Permusyawaratan Desa merupakan kewenangan yang sah dan ditetapkan dengan Undang-Undang, sehingga hal tersebut menjadi misi yang harus dikerjakan. Peran Badan Permusyawaratan Desa adalah melakukan pengawasan sebaik-baiknya terhadap tugas, wewenang dan pelaksanaan tugas Kepala Desa. Oleh karena itu, wewenang dan tugas kepala desa mempunyai akibat hukum, dan apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi maka akan dikenakan sanksi, dan kepala desa dilarang melakukan penyimpangan dalam wewenang, tugas, hak dan/atau kewajiban tersebut. Saat melaksanakan tugas pengawasan Badan Permusyawaratan Desa kepada Kepala Desa ada beberapa tahapan yang harus dilalui, diantaranya ialah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan.
JUNITA TASA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Dampak Indikator Moneter Terhadap Pertimbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2012-2021 Junita Tasa Agus Tri Darmawanto, S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeahui dan menganalisis pengaruh Cadangan Devisa, Inflasi, Dan Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2012-2021 secara parsial dan simultan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh Dari Badan Pusat Statistik Indonesia dalam triwulan dari tahun 2012-2021. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial cadangan devisa (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) di Indonesia dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, inflasi (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel, suku bunga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Adapun secara simultan variabel cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan nilai f-hitung lebih besar dari f-tabel, dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,960 atau sebesar 96,0%. Kata-kata kunci : Cadangan Devisa, Inflasi, Suku Bunga
SUMARIANA
2024 · Thesis · Open Access
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan insiden perdarahan yang tinggi. Selain itu anemia juga dihubungkan dengan komplikasi dapat timbul baik pada ibu maupun pada janin. Adanya program kelas ibu hamil menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kasus komplikasi selama kehamilan. Penggunaan media video dalam kelas ibu hamil mampu menangkap 94% informasi melalui mata dan telinga, biasanya mengingatkan 50% dari apa yang mereka lihat dan dengarkan. Pesan yang disampaikan melalui media video dapat membangkitkan emosi yang kuat dan mencapai hasil yang cepat. Selain itu, media video dapat memperluas pengetahuan karena menciptakan rangsangan dan motivasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan anemia di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasy esperimental model pre-test and post-test control group. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan kelas ibu hamil dengan metode ceramah dengan media lembar balik kelas ibu hamil dan kelompok intervensi yang diberikan kelas ibu hamil dengan metode ceramah dan media video. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Populasi pada penelitian ini merupakan ibu hamil trimester III yang diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 36 responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah independent T-test. Hasil penelitian didapatkan hasil signifikasi p-value sebesar 0,006 (p0,05) sehingga ada pengaruh penggunaan media video pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan anemia di Puskesmas Karang Rejo. Penggunaan media video pada kelas ibu hamil dapat memaksimalkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia.
YULIANA
2024 · Thesis · Open Access
Perkembangan zaman mempengaruhi perilaku seks remaja dalam berpacaran. Seks bebas atau seks pranikah saat ini menjadi tren di beberapa kalangan pelajar. Namun hal tersebut masih sulit diatasi dan solusi terbaik belum ditemukan. Jika dicermati maraknya perilaku asusila dan pergaulan bebas dikalangan sebagian kelompok pelajar disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah kurangnya pengetahuan seksual yang terintegrasi baik melalui pendidikan formal (sekolah) maupun non formal (keluarga / orang tua). Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan remaja tentang perubahan tubuh masa pubertas dengan perilaku seks pranikah di SMP N 10 Tarakan Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif. Desain penelitian ini dengan rancangan potong lintang (cross sectional) yaitu dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). populasi sebanyak 335 orang, sampel penelitian sebanyak 40 responden dengan menggunakan tehnik random sampling. penelitian ini dilaksanakan di SMP N 10 T arakan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang berpengetahuan baik sebanyak 25 responden dan berpengetahuan cukup sebanyak 14 responden. Remaja yang berprilaku beresiko ringan sebanyak 35 responden dan berperilaku beresiko sedang sebanyak 5 responden.remaja dengan pengetahuan baik yang memiliki perilaku beresiko ringan sebanyak 25 responden dan 1 responden yang memiliki perilaku beresiko sedang, responden dengan pengetahuan cukup yang memiliki perilaku beresiko ringan sebanyak 10 responden dan 4 responden yang memiliki perilaku beresiko sedang. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh hasil yang berpengaruh dengan nilai p value 0,024 yang artinya ada pengaruh pengetahuan remaja dengan perilaku seks pranikah di SMPN 10 Tarakan. Kesimpulan : variabel pengetahuan remaja terhadap perubahan tubuh pada masa pubertas berpengaruh dengan perilaku seks pranikah di SMP N 10 Tarakan.
RURAN VERONIKA
2024 · Thesis · Open Access
FEBBRIANTI
2024 · Thesis · Open Access
Perilaku asertif merupakan cara seseorang berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain, perilaku asertif juga mencerminkan sikap positif dalam menegaskan diri, dengan fokus pada kepuasan hidup pribadi dan peningkatan kualitas hubungan dengan orang lain. Maka dari itu, perlu diberikan layanan bimbingan kelompok, agar peserta didik dapat mengetahui perilaku mana yang tergolong dalam perilaku asertif. Bimbingan kelompok bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pencegahan agar siswa dapat mengetahui perilaku asertif yang rendah. Teknik yang digunakan adalah role playing, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dalam meningkatkan perilaku asertif. Penelitian ini menggunakan desian penelitian Pra Experimen Desain dengan jenis one group pre test and post test design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 28 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Sampling dengan jumlah sampel 10 siswa. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dengan SPSS versi 27.0. Berdasarkan analisis yang disimpulkan bahwa nilai signifikan sebesar (0,005 0,05) yang artinya terdapat pengaruh Bimbingan Kelompok melalui role playing terhadap perilaku asertif siswa.
ISRA DANDI
2024 · Thesis · Open Access
.Didunia industri motor induksi tiga fasa sangat banyak digunakan dalam bidang penggerak pada peralatan dengan kecepatan yang relatif konstan. Variabel speed drive suatu alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan pada motor listrik arus dengan cara mengontrol frekuensi daya listrik yang masuk ke motor sedangkan direct on line adalah salah satu metode starting yang paling umum digunakan pada motor listrik dikarenakan direct on line merupakan cara yang paling sederhana dimana stator langsung dihubungkan dengan sumber tegangan, sehingga tidak perlu lagi mengatur atau menurunkan tegangan pada saat melakukan starting pada motor.
Adapun konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar, hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan energi listrik sehingga untuk melihat perbedaan ini dapat kita lihat pada arus variable speed drive pada frekuensi 50 Hz yang lebih rendah yaitu 0,2 A sedangkan direct on line 1,2 A yang berpengaruh pada pada daya starting yang didapatkan adalah 24,882 W pada varable speed drive dan 95,731 W pada direct on line. Hal ini berbeda pada saat motor pada saat running yang mendapatkan nilai arus yang sama yaitu 0,4 A dengan daya yang tidak jauh berbeda adalah 31,409 W pada variable speed drive dan pada direct on line 31,910 W, dengan penelitian yang didapatkan sebelumnya maka terdapat perbedaan penggunaan energi pada saat starting motor induksi tiga fasa dalam 1 menit yaitu 24,882 Watt-menit pada variable speed drive dan direct on line 95,731 Watt-menit, sedangkan pada saat running terdapat konsumsi energi yang tidak jauh berbeda dimana pada variable speed drive 1.853,131 Watt-menit dan direct on line 1.882,69 Watt-menit. Sehingga mendaptkan total energi Listrik pada variable speed drive 1.818,013 Watt-menit atau 31,3002167 Wh dan pada direct on line 1.914,6 Watt-menit atau 31,91 Wh.
M. ZAENAL RAHUL SYAM
2024 · Thesis · Open Access
Limbah kerang merupakan sisa-sisa kerang yang tidak dapat dimakan karena sifatnya yang keras.Cangkang kerang kapah (Meretrix sp) mengandung sekitar 87% kalsium oksida (CaO) yang berpotensi sebagai bahan dasar ekstraksi kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pH, TSS, COD, dan amonia sebelum dan sesudah pemberian serbuk cangkang kerang kapah yang dikalsinasi pada suhu 500oc terhadap limbah cair industri perikanan. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji pH,COD,Amonia,TSS. Hasil analisis menunjukkan Pengukuran pH sebelum penambahan serbuk cangkang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 8,81, sedangkan nilai terendah sebesar 8,66 setelah penambahan serbuk cangkang, pada pengujian parameter COD sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah menunjukkan nilai tertinggi yaitu 272 mg/l. Namun setelah penambahan serbuk cangkang terlihat pengaruh yang signifikan dengan nilai terendah mencapai 16 mg/. hasil pengukuran kadar amonia pada limbah cair sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah diperoleh nilai sebesar 30 mg/L. Dari hasil pengukuran kadar amonia setelah penambahan serbuk cangkang kerang kapah terlihat nilai tersebut mengalami penurunan, dengan nilai terendah mencapai 0,03 mg/L. Perlakuan dengan menggunakan serbuk cangkang kapah memberikan dampak terhadap total padatan tersuspensi (TSS) hal ini karena adanya partikel-partikel yang tidak larut dari serbuk cangkang kerang kapah baik yang kecil maupun yang besar dapat berdampak pada air karena partikel-partikel tersebut tidak larut dan tidak dapat mengendap.
MELIS KRISNAYATI
2024 · Thesis · Open Access
Media pembelajaran merupakan alat bantu pada saat kegiatan belajar mengajar agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bisa tercapai. Big Book (buku besar) adalah buku cerita yang berkarakteristik khusus yang dibesarkan, baik teks maupun gambarnya, sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajran berupa buku besar atau big book yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran khusus yaitu membaca, yang ditinjau dari validasi media dan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi awal, wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, serta dokumentasi. Produk media pembelajaran big book yang dihasilkan memiliki ukuran A3 yang terbuat dari kertas art paper. Hasil validasi yang telah dilakukan ahli media memperoleh presentase sebesar 78%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 96%, serta ahli praktisi 94%. Hasil penelitian berupa validasi dan angket kemenarikan siswa dengan kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan pada lima orang siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 84% dan pada uji coba lapangan yang dilakukan pada seluruh siswa kelas III-A memperoleh presentase sebesar 93%. Dari kedua uji coba tersebut menunjukan bahwa siswa merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran big book.
RAHIM JUMAIDIL
2024 · Thesis · Open Access
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengolahan tambak tradisional di Pulau Tias, Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petambak, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tambak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tambak, di mana tambak yang lebih luas cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. Luasan tambak di Pulau Tias berkisar 5-35 ha/petak. Hasil produksi tambak yang paling tinggi yaitu tambak pak Herman dengan luas tambak 35 ha sebanyak dua ton untuk hasil udang dan tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang kedua pak H. Ansar dengan luas tambak 13 ha sebanyak 500kg dan untuk hasil udang tujuh ton untuk hasil ikan bandeng, yang ketiga pak Artan dengan luas tambak 7 ha sebanyak 500kg untuk hasil udang dan lima ton untuk hasil ikan bandeng. Selain itu, faktor-faktor lain seperti kualitas air, jenis bibit yang digunakan, teknik pemeliharaan, dan penanganan hama juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir budidaya.
MUHAMAD AKBAR
2024 · Thesis · Open Access
Layanan bimbingan kelompok merupakan satu kegiatan layanan yang efektif dan paling banyak dilaksanakan disekolah. Bimbingan kelompok dapat diartikan sebagai bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan baik dalam pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses layanan bimbingan kelompok yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 10 Kota Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan dua orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah dalam program pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 10 Tarakan yang dimulai dari Tahap persiapan atau pendahuluan dimana meliputi pernyataan tujuan, penjelasan langkah-langkah, mengarahkan kegiatan, dan tahap peralihan (transisi). Tahap Inti meliputi kegiatan siswa dan kegiatan guru bimbingan dan konseling. Tahap ketiga adalah penutup. Tahap keempat Evaluasi meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil.
JEPRI LUHAT
2024 · Thesis · Open Access
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 5, setiap penyandang cacat atau berkebutuhan khusus memiliki hak dalam aspek kehidupan dan penghidupan. Untuk mendukung hal ini pendidikan inklusif dibentuk yaitu layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak sebayanya di sekolah reguler. Merujuk pada Permendiknas RI No. 70 Tahun 2009, pemerintah kabupaten/kota diwajibkan menunjuk minimal satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama di setiap kecamatan serta satu satuan pendidikan menengah atas untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Namun kota Tarakan yang merupakan pusat perekonomian dan pendidikan di Kalimantan Utara belum memiliki sekolah inklusif. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara mulai membentuk sekolah inklusif di wilayah tersebut. Salah satu sekolah yang ditunjuk adalah SDN 009 Tarakan dengan tujuan mendirikan sekolah inklusif sejak dini. Ketika berhadapan pada pembentukan sekolah tentu memiliki kebutuhan pada tahap proses pembentukan tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti kebutuhan sekolah dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SDN 009 Tarakan dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif dan kepala sekolah maupun wakil kepala sarana prasarana sebagai sumber informasi dengan teknik analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adapun untuk menguji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN 009 Tarakan telah cukup terpenuhi/cukup memadai dengan acuan terpenuhinya beberapa Prosedur Operasi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif yang dikeluarkan oleh Kemendikbud seperti terdapatnya ramp, guiding block, dan pintu-pintu yang aksesibel. Mengingat penyelenggaraan sekolah inklusif yang baru dilaksanakan di Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan hal tersebut dinilai telah cukup baik sebagai langkah awal.
NUR ASMA
2024 · Thesis · Open Access
Adaptasi belajar merupakan aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat adaptasi belajar mahasiswa 2023 jurusan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitan ini berjumlah 167 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan skala likert. Dalam hal ini adaptasi kehidupan kampus yang diperoleh yaitu pada kategori sangat tinggi dengan persentase 83,25%, kategori Tinggi dengan persentase 16,77% sedangkan tidak ada mahasiswa pada kategori rendah dan sangat rendah. Baker dan Syirk (dalam Arianti, 2020) penyesuaian akademik berkaitan dengan tuntutan akademik berupa tugas, hasil pencapaian, penyesuaian sosial yang berkaitan dengan bertutur sapa dan berbahasa yang sopan dan santun di lingkungan kampus, penyesuaian secara emosional yang dimana perilaku seseorang bisa dipengaruhi oleh masa remajanya.Kelekatan dengan institusi baik dalam mengikuti aturan-aturan kampus, mengikuti kegiatan yang dilakukan pihak kampus sudah tergolong baik dikarenakan mahasiswa baru 2023 sudah dapat berpartisipasi dalam semua hal dilingkungan kampus.
FAHMI
2024 · Thesis · Open Access
Pemanfaatan albumin ikan gabus (Channa striata) sebagai bioinhibitor korosi logam besi untuk pertama kalinya telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas albumin ikan gabus sebagai bioinhibitor korosi logam besi pada larutan dengan kondisi asam, netral dan basa, serta mengetahui konsentrasi albumin yang paling efektif sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi albumin dari ikan gabus dan tahap kedua adalah pengujian albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Hasilnya adalah albumin berhasil diekstraksi dari ikan gabus dengan penampakan secara fisik berwarna oren. Uji efektifitas sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil hingga 87% pada larutan asam. Efektifitas albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil yang tidak ada berbeda secara signifikan dengan penambahan albumin sebesar 0,01 gr dan 0,025 gr. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa albumin ikan gabus secara efektif dapat dimanfaatkan sebagai bioinhibitor korosi logam besi.